Rabu, 20 Agustus 2014

Recycled # 13 : Milk Carton Wallet

Posted by Nupinupi at 04.57
Reactions: 
3 comments Links to this post
Ide tidak pernah habis, ketika kita terus menggalinya. Ide tidak seperti sumber daya alam, yang semakin dikeruk semakin menipis. Ide justru semakin subur ketika kita rajin mengeruknya. Coba saja... (:

Teman-teman tahu susu UHT kemasan kotak kan ya? Atau jus kemasan kotak juga ada. Kreasi sampah kali ini memanfaatkan kotak kemasan susu/jus tersebut. 


Menjadi apa? Dompet! Seperti biasa, proses pembuatannya mudah, bahannya pun murah. Yuk mariii...

Bahan :
1. Kotak bekas kemasan susu/jus 1000 ml
2. Kain katun/kain spunbond/kain flanel
3. Aplikasi/hiasan
4. Velcro/perekat

Alat :
1. Gunting
2. Lem tembak
3. Lem putih (lem uhu juga boleh)
4. Kipas angin/sinar matahari....


1. Nah... Siapkan kotak bekas kemasan susu/ jus 1000 ml. Harus yang 1000 ml, kalau yang lebih kecil, susah dilipat karena kekecilan. Dan haruskah kotak kemasan susu/jus? Saya sarankan iya, karena kotak kemasan susu/jus ini lentur meskipun tebal. Jadi tidak mudah robek/pecah ketika di lipat-lipat. Bisa juga memakai karton/kemasan makanan lain, tapi yang agak tipis ya ^^


2. Buka lipatan atas dan bawah kotak kemasan. Matikan garis sisinya dengan bantuan gagang gunting.



3. Potong sisi atas dan bawah kotak. Potong sesuai garis bekas lipatannya.


4. Hasilnya seperti ini...


5. Perhatikan! Pastikan bagian sambungan kemasan ada di atas atau bagian depan... Lihat tanda panah. Jangan sampai salah.


6. Lipat seperti gambar di bawah. Matikan garisnya dengan gagang gunting.


7. Lipat menjadi 3 bagian...


Ingat ya, pastikan sambungan kemasan ada di bagian atas.

8.Potong...


9. Buka sambungan kemasan


10. Buka dan ratakan kemasan


11. Siapkan kain pelapis dompet. Silakan gunakan kain apa saja, yang tidak terlalu tebal. Saya menggunakan kain katun.


12. Letakkan kemasan di atas kain


13. Bubuhkan lem putih secara merata di seluruh permukaan luar kemasan. Memakai lem uhu juga bisa (banget), tapi kan boros....karena harganya lebih mahal ;)

Potong kain flanel mengelilingi karton kemasan, lebihkan 2 cm. Kecuali bagian atas...lebihkan banyak, untuk menutup seluruh permukaan dalamnya.


Gunakan kipas angin untuk mempercepat pengeringan lem atau diangin-angin beberapa waktu. Karena jika belum kering sudah dilipat-lipat, kainnya akan basah karena lem dan hasilnya kurang bagus.

14. Kalau sudah kering lem-nya, kembalikan lipatan kemasan seperti semula. Lem kembali sambungan kemasan.




15. Beri lem dan lekatkan bagian tengah...


16. Hampir selesai....  Tempelkan velcro/perekat.



17. Selesaiii....


Kita bisa menghias bagian depan dompet dengan berbagai macam aplikasi atau pita. Saya juga mencoba menggunakan gesper plastik.




Untuk souvenir, cantik juga ya ^^. Yang pasti, murmer laah....
Bagimana? Saya tunggu komentarnya :)




Salam,



# Butuh bahan dan alat kerajinan?  Silakan kunjungi Pages Paket Belajar Flanel. Buka-buka albumnya untuk melihat koleksi bahan dan alat kami. Mau order? Mudah. Tinggal pilih, mau inbox Facebook, kirim email, pesan singkat (sms), atau bbm (: Kami hanya online di jam kerja (08.00-16.00)
Ini kontak kami :
Fanspage : Paket Belajar Flanel
Email : nupi.felt@gmail.com
Sms (only) : 082 322 800 111
Bbm : 769BC26D



Kreasi minggu depan, Inshaallah...








Rabu, 13 Agustus 2014

Saya Baru Sekolah Selama 5 Tahun

Posted by Nupinupi at 01.10
Reactions: 
3 comments Links to this post
Assalamu'alaikum Wr.Wb



Umur saya 32 tahun. Tapi saya baru sekolah selama 5 tahun. Kok bisa? Dulu nggak sekolah TK, SD, SMP, SMA ya? Alhamdulillah saya lulus dengan baik di sekolah-sekolah formal tersebut . Tapi, saya merasa benar-benar sekolah justru setelah lulus kuliah. Lagi-lagi, kok bisa? Dulu saya tidak pernah kadang-kadang membolos, selebihnya mengikuti pelajaran sekolah dengan baik. Buktinya, rangking saya selalu 3 besar di kelas. Berarti secara akademis, saya (alhamdulillah) pintar kan?! Lulus kuliah juga dengan waktu yang wajar, 4.5 tahun, IPK 3 koma. Tapi kok bisa merasa sekolah baru 5 tahun? Setelah lulus kuliah lagi...

Karena setelah lulus kuliah, saya baru benar-benar merasa belajar. Saya belajar menjadi pengusaha. Saya belajar dari kebangkrutan, kerugian, kegagalan, kesalahan, kepusingan, konflik, keberhasilan, dan masih banyak lagi. Dan itu sungguh berbeda dengan yang saya dapatkan dari bangku sekolah. Saya juga baru menyadarinya beberapa waktu yang lalu kok, ternyata -justru- ketika saya menjadi pengusaha, saya belajar sesungguhnya. Bagaimana tidak bersungguh-sungguh, taruhannya kan “hidup saya”. Semasa sekolah formal, kalau saya tidak belajar sungguh-sungguh, taruhannya adalah dimarahi ortu, tinggal kelas atau susah mencari sekolah untuk melanjutkan atau susah mencari pekerjaan. Apakah itu bukan mempertaruhkan hidup? Siapa yang peduli dengan pertaruhan itu di benak seorang anak kecil-remaja-menjelang dewasa? Yang ada di otak saya ketika itu adalah, saya hanya harus sungguh-sungguh belajar supaya nilai saya bagus  dan mendapat rangking, lalu tidak menyusahkan orangtua ketika akan melanjutkan sekolah ke jenjang selanjutnya/mudah mencari pekerjaan. Tidak ada “pertaruhan” hidup di situ, atau dengan kata lain, kesadarannya belum sampai kesitu. Benar?

Nah, ketika saya ingin menjadi pengusaha itulah, saya baru benar-benar belajar (sekolah). Saya memulai usaha (Paket Belajar Flanel) tahun 2009, di sebuah kontrakan kecil di Jakarta Timur. Tepat setelah saya menikah dan resign dari pekerjaan.  Di kontrakan kecil itulah Nupinupi lahir. Sebenarnya, saya sudah memulai usaha flanel ketika masih kuliah. Tapi tidak serius, hanya untuk kesenangan dan kepuasan saja. Uang hasil penjualan juga selalu habis, saya setorkan ke Gramedia untuk membeli buku-buku bisnis. Saya ingat sekali, ucapan seseorang kepada saya : “Kamu bisa gila, baca buku-buku bisnis  terus. Memang kamu bisa jadi pengusaha?! Sudah, kuliah aja...uang minta orangtua juga dikasih, tidak perlu sampai segitunya” . Siapakah orang itu? Dia adalah mantan saya, hahahahaha. Sungguh! Dan sejak saat itu, saya mulai berpikir ulang untuk “berjodoh” dengannya. Hingga akhirnya saya yakin, dia bukan calon suami yang cocok untuk saya. Hahahahaha, curcol.

Ketika memulai usaha, pastilah saya sudah “pandai”, karena sejak kuliah sudah membaca banyak buku bisnis. Oow...tentu saja tidak! Teori tanpa praktek tetaplah omong kosong. Saya benar-benar “menjadi pandai” ketika mulai praktek. Sedikit demi sedikit mempraktekkan apa yang saya pelajari. Dan menjadi “semakin pandai” ketika saya mengajarkannya. Ya...mengajarkannya kepada orang lain. Ini serius. Jadi, kalau teman-teman ingin menguasai suatu ilmu dengan baik dan cepat, ajarkanlah kepada orang lain. Meskipun teman-teman masih nol besar mengenai ilmu tersebut. Belajar-ajarkan-belajar-ajarkan-belajar-ajarkan. Begitu seterusnya. Itu percepatan ilmu...  Jadi, kalau ada yang masih pelit berbagi ilmu, karena khawatir akan memiliki banyak saingan, justru anda tidak akan berkembang. Yakin! Dengan mengajarkan, saya malah menjadi semakin paham dan mendapat lebih banyak ilmu. Kok bisa begitu, saya juga heran. Kesimpulan  saya, janji Alloh SWT benar. Sedekah (dalam hal ini -ilmu) itu memudahkan dan melipatgadakan (: Lalu, bagaimana kalau ada orang yang sudah kita ajari, tapi dia malah (menurut kita) menyebalkan? Malah mengaku itu ilmu temuannya sendiri, dan kalau ada orang lain yang menerapkan/meniru, dikatakan nyontek darinya. Rasanyaa....pengen meng-kuncir mulutnya, lalu dijepret-jepretin pakai karet gelang.  Hahahahahaha, woles sajaaa.. Bukankah kita mendapatkan ilmu juga dari orang lain? Atau, mungkin secara tidak langsung, mendapat inspirasi dari apa yang dilakukan orang lain. Lalu, tercetuslah ide di benak kita. Seperti apa yang selalu saya yakini, tidak ada yang benar-benar orisinal, kecuali wahyu Alloh SWT. Segala hal di dunia ini adalah inovasi dari inovasi, atau kalau yang plek sama, duplikat dari duplikat. Siapa yang tidak kenal Isaac Newton? Dia penemu hukum gravitasi.  Dia adalah ilmuwan besar dan paling berpengaruh di dunia. Tapi dia tidak serta merta menemukan hukum gravitasi begitu saja. Dia juga belajar (terinspirasi) dari ilmuwan-ilmuwan besar  terdahulu  lainnya, yaitu Johannes Keppler, Nicolaus Copernicus, Galileo Galilei, Francis Bacon, dan Rene Descartes. Jadi, kenapa harus sombong dengan ilmu yang kita miliki? Atau, takut ilmu kita berkurang kalau kita bagikan? Satu-satunnya hal yang jika “di curi” itu akan bertambah semakin banyak adalah ilmu yang bermanfaat.

Kembali ke masalah “sekolah”, baru ketika saya memulai usaha saya merasa benar-benar sekolah. Semua mulai dari nol. Saya harus belajar nge-blog, facebook, menulis, menjual, marketing, cashflow, memenej karyawan, mengenal konsumen, mengembangkan jaringan, fotografi, coreldraw, photoshop,  bla..bla..bla.... Yang ternyata banyak sekali, dan saya tidak sadar sudah belajar sebanyak itu, dan masih harus belajar lebih banyak lagi. Makanya, kalau ada yang ingin menjadi pengusaha, tapi banyak alasan merasa tidak pantas, karena tidak tahu apa-apa dan lain-lain, itu sangat lucu. Karena saya lihat, semua pengusaha di dunia ini harus belajar sungguh-sungguh hingga akhirnya bisa menjadi pengusaha sukses. Sekelas Nabi saja, beliau juga harus belajar menjadi pengusaha, sejak usia 12 tahun. Baru kemudian usia 25 tahun, beliau menjadi pengusaha yang kesuksesannya kondang seantero dunia. Nah...dari situ harusnya kita sadar dong ya...bahwa menjadi pengusaha itu memang harus belajar. Jangan mimpi menjadi pengusaha kalau tidak mau/malas belajar (:
Selamat belajar ^^9



Wassalamu'alaikum

Minggu, 03 Agustus 2014

Recycled # 12 : Dompet Koin "Bekas"

Posted by Nupinupi at 18.32
Reactions: 
7 comments Links to this post
Assalamu'alaikum Wr.Wb.

Alhamdulillah... kita sudah berhasil melewati ujian shaum Ramadhan dan merayakan hari raya Idul Fitri. Taqabbalallahu minaa wa minka. “Semoga Allah SWT menerima amal kami dan amal Anda.” Maksudnya menerima di sini adalah menerima segala amal dan ibadah kita di bulan Ramadhan. Ini adalah ucapan yang Nabi Muhammad ucapkan di hari raya (:

Hari pertama kerja setelah libur panjang lebaran pasti hawanya "masih kurang". Kurang liburnya, hahahaha. Untuk pemanasan, yuk kita membuat kreasi yang mudah.

Lagi-lagi bahannya pun sangat mudah dan murah. Kemasan bekas sabun muka yang berbentuk tube. Seperti ini...


Bahan :
1. Kemasan tube bekas
2. Kancing snap
3. Mata ayam + gantungan kunci merica
4. Kain flanel, renda (tambahan)

Alat :
1. Cutter
2. Gunting
3. Lem uhu
4. Tang mata ayam
5. Spidol

Sudah terkumpul semua?

1. Percobaan pertama, saya memakai kemasan tube terjelek yang berhasil saya pulung. Jadi nggak usah di batin, "kok penyok-penyok gitu?!" Hahahaha. Dengan spidol, beri garis bantuan sebelum kita potong. Potong sesuai garis dengan cutter. Hati-hati, kena jari.

Di potongnya seperti ini...

2. Rapikan dengan gunting..


3. Pasang kancing snap (snap button), bisa di beli di paket belajar flanel. Pada saat memasang kancing snap, lubangi kemasan dengan solder.



Cara memasang kancing snap
 4. Selesai... Mudah ya? Ini prinsip dasar pembuatannya.


5.  Saya mencoba menghiasnya...supaya tulisannya tidak terlihat. Saya membalutnya dengan kain flanel. Agak ribet, karena bentuknya tidak simetris. Lem kain flanel menggunakan lem uhu.







Bandingkan, bagus yang kanan atau kiri?


Pasang mata ayam dan gantungan kunci merica...jadi mudah ditenteng/dijadikan gantungan kunci.





Dompet koin ini sangat mudah dan cepat membuatnya. Saya membuat beberapa buah hanya dalam 2 jam (:


Info : OS Paket Belajar Flanel sudah online kembali.. Yang mau belanja bahan kerajinan atau paket belajar flanel...monggo. Ada Promo Lebaran dan diskon dengan minimal belanja tertentu (:


Wassalamu'alaikum Wr.Wb.

Minggu, 20 Juli 2014

Recycled #11 : Yuk! Menyulap Botol Plastik Bekas

Posted by Nupinupi at 00.02
Reactions: 
5 comments Links to this post
Assalamu'alaikum Wr.Wb


Air mineral kemasan botol, pasti sudah pernah beli doong. Kalau airnya sudah habis, botol kosong kemasannya diapain? Di remes trus di buang? Atau, kalau ibu saya...dikumpulin untuk diloakin. Setelah membaca tutorial ini mungkin kita tidak akan lagi membuang percuma botol plastik bekas. Karena bisa di makeover menjadi barang menarik yang sangat mudah pembuatannya.

Cocok dengan situasi ajaran baru. Daripada beli tempat pensil mahal-mahal, bentuknya pasaran lagi. Mending kita buat sendiri. Super hemat dan unik... Bisa juga dijadikan semacam goodie bag atau souvenir, untuk wadah permen/snack :) 

Yuk, kita sulap botol plastik bekas menjadi tempat pensil unik...

Nah... Seperti ini....
Bahan yang kita perlukan sangat sedikit dan sederhana. Pemeran utamanya adalah... 


 Botol kemasan air mineral bekas (abaikan botol bekas yang lain :p )


Bahan-bahan :
1. Botol kemasan air mineral bekas (ukuran dan merek bebas, tapi jangan yang terlalu tipis)
2. Kain (flanel/spunbond/katun)
3. Tali (kur/kulit/rafia/kolor/dll)
4. Renda/pita
5. Benang, jarum

Alat :
1. Lem uhu
2. Peniti 
3. Cutter
4. Gunting

Let's do it...

1. Potong bagian atas botol bekas kemasan dengan bantuan cutter. Tidak rapi tidak masalah, karena nanti tidak terlihat. Tingginya terserah, sesuaikan dengan alat tulis yang akan dimasukkan ke dalam botol tersebut. Botol kemasan yang saya pakai ukuran tanggung (600 ml)


2. Ukur diameter botol kemasan. Catat...


3. Potong kain (boleh katun, spunbond, atau flanel). Panjang (diameter botol) di tambah 0.5 cm - 1 cm. Lebarnya...sesuai selera. Lipat salah satu sisi panjangnya untuk lubang tali, kurang lebih 2 cm.


4. Jahit jelujur/feston pada tanda garis putus-putus.






5. Beri lem pada sekeliling bibir botol kemasan. Jangan memakai lem lilin ya, di jamin penyok.... 


6. Tempelkan kain yang sudah dijelujur tadi...




7. Siapkan tali... Panjang sesuai selera. Gunakan peniti untuk memudahkan tali masuk ke lubang.



Serut dan ikat

 8. Berikan sentuhan akhir supaya lebih manis... Ambil renda yang menurut teman-teman cocok...


 9. Tempelkan menutupi sambungan kain dan botol kemasan.




Yang ini menggunakan kain flanel polos dan renda hias. Renda hias ini hampir selalu menjadikan barang-barang tampak elegan.  Menurut teman-teman? (:






Bagaimana? Bagus? Suka? Mudah? :) Saya tunggu komentarnya ya...
Selamat mencoba... 


Oh iya, lebaran semakin dekat. Promo Ramadhan  untuk bahan-bahan kerajinan otomatis berlaku tinggal semingguan lagi. Potongan harganya lumayan lho... Tidak percaya? Cek di sini.



Wassalamu'alaikum Wr.Wb.

 

nupi-nupi Copyright © 2012 Design by cutelittleowl.com