Kamis, 30 Desember 2010

CARA MENENTUKAN/MEMBUAT HARGA PRODUK (FLANEL)

Posted by Nupinupi at 05.19
Reactions: 

Beberapakali saya mendapat pertanyaan “Harga segini untuk produk A kemahalan nggak ya?” Atau, sering saya lihat harga-harga produk yang membuat saya berpikir “kok dia bisa membuat harga semurah ini ya?” (heran). Karena saya tahu, jika membuat 1 biji mudah, tapi setengah mati kalau membuat dalam jumlah banyak.
Ini adalah daftar kebingungan yang umumnya dirasakan “pembuka lapak baru” dalam menentukan harga.
  1.  Kita belum PD menentukan harga, karena kita berpikir…”apa iya barang buatan saya akan laku?” atau “aduuh, harga segini kemahalan nggak ya?” Inti dari pemikiran-pemikiran ini adalah takut karya buatan kita tidak laku.
  2. Kita ingin cepat menarik banyak pelanggan, sehingga membanting harga kreasi kita.
Menurut saya…pemikiran-pemikiran di atas adalah wajar/manusiawi. Tapi sangat tidak membangun. Karena, itu berarti kita meragukan kualitas karya kita dan kita menghargai karya kita sendiri dengan murah (padahal kita membuatnya dengan susah payah). Eittss….jangan tersinggung teman-teman! Ini adalah pengalaman pribadi saya. Saya juga pernah merasakan hal tersebut.

Tentu tidak salah jika kita membuat senang pelanggan dengan servis harga murah. Tapi jangan lupa untuk memberi harga pada jerih payah dan kreatifitas kita sendiri. Ada efek yang perlu kita pertimbangkan, jika kita membuat harga terlalu murah (dalam arti : tidak sesuai dengan apa yang telah kita keluarkan) atau hanya berdasarkan harga “lapak tetangga”.
  1. Kita menentukan harga yang terlalu murah, kemudian orderan mengalir deras. Awalnya kita akan senang. Tapi setelah merasakan, betapa capek dan ribetnya menyelesaikan orderan-orderan tersebut…baru kita tahu, ternyata harga yang kita buat tidak sebanding dengan jerih payah kita, padahal kita tidak bisa langsung menaikkan harga. Akhirnya….bosan, malas dan kualitas menurun alias ngerjainnya asal-asalan, karena kemudian kita akan berpikir “ ah, sudahlah..gini aja. Harganya murah juga”….
  2.  Bila kita sudah mulai malas dan bosan, kualitas produk pun menurun, otomatis kualitas diri kita juga menurun. Kita tidak mampu memikirkan kreasi-kreasi baru yang orisinil, dan ujung-ujung…kita hanya akan menjadi follower. Jika “upah”nya sebanding dengan kerja keras kita, tentu kita akan bersemangat untuk terus mengeksplor kreatifitas kita, sehingga produk-produk kita menjadi semakin variatif dan berkualitas jempol.
Lalu, bagaimana kalau ada pelanggan yang mengatakan/merasa harga kreasi kita kemahalan?? Yang kita garap/jual ini adalah barang-barang seni. Mahal dan murah itu relatif. Saya sering heran dengan lukisan abstrak yang menurut saya balita pun bisa membuat coretan-coretan itu. Tapi kenapa harga “coretan” tersebut tinggi sekali, dan ada yang mengagumi/mau beli lagi…?! Itulah seni. Selera dan pandangan orang masing-masing. Kalau orang itu sudah suka/cocok…harga berapapun dia bayar. (Saya punya pengalaman berkesan tentang hal ini. Akan saya lampirkan di bawah). Lain halnya kalau yang kita jual adalah sembako atau barang-barang kelontong yang punya HET (Harga Eceran Toko), jadi kita bisa membandingkan harga antar toko/penjual.

Banyak faktor yang harus kita jadikan patokan dalam menentukan harga (barang kerajinan) :
1. Biaya produksi (tentu)
2. Tingkat kesulitan. Meskipun biaya produksinya rendah..tapi kalau tingkat kesulitannya tinggi, apa ya saya akan rela menjualnya murah?!
3. Target market. Siapa target pembeli kita? Ibu rumah tangga? Pegawai kantoran? Ibu-ibu pejabat? Anak-anak SD? Mahasiswa? mereka semua punya karakter dan ketebalan kantong berlainan. Otomatis settingan harga juga harus lain. 
4. Daya beli masyarakat di kota kita. Di mana kita hendak menjual barang-barang kita, daya beli masyarakat sekitarnya juga harus kita perhatikan. Sangat konyol kalau kita menjual gantungan kunci flanel di lingkungan kita yang sebagian besar penduduknya bertani (di desa), dengan harga Rp.10.000/pc, hanya karena kita ikut-ikutan harga di internet/minta rekomendasi harga di grup.
5. Kualitas kreasi. Masing-masing tangan crafter menghasilkan kualitas kreasi yang berbeda-beda. Ada yang sangat parah, jadi harganya pun murah. Tapi, jika kualitas kreasi buatan kita sangat bagus...meskipun barangnya sama, tentu nilai jual kreasi kita akan lebih tinggi.
6. Harga bahan baku yang kita dapatkan. Inilah keunikan barang kerajinan. Setiap kota, harga bahan bakunya bisa berbeda... 
 7. Ukuran kreasi.

Jadi, kalau ada yang bertanya, "Mb...saya membuat gantungan kunci. Kira-kira saya beri harga berapa ya"... Sudah pasti saya tidak menjawabnya :) Walaupun dipaksa, "kira-kiranya saja.." Tidak bisa! Harus di hitung sendiri ^^  

Selanjutnya… Saya akan share cara saya membuat harga (khususnya kreasi flanel).
Misal, saya akan membuat harga untuk ganci boneka aisyah.
  1. Tentukan dan hitung berapa rupiah biaya bahan baku untuk membuat ganci tersebut. Mulai dari kain flanel, benang, lem, manik mata, dakron dan renda (1 meter kain flanel tsb bisa menjadi boneka aisyah berapa buah,dst). 
  2. Kemasan ganci boneka. Kita kemas dengan plastik mika souvenir misalnya. Jika kita beli 1 pak Rp.5.000 (isi 100 lb), berarti kemasan kita hargai Rp.50 atau Rp.100 (terserah teman-teman,mau dihargai Rp.1000 pun boleh, tidak harus pas dengan hasil pembagian)
  3.  Label. Kadang-kadang ada yang berinisiatif membuat label yang unik dan tampak profesional, sehingga packaging-nya mampu menarik minat pembeli.
  4. Transport (bila perlu)
  5. Jasa pembuatan. Ini adalah upah untuk kerja keras teman-teman. 
  6. Laba. Hal terpenting dalam bisnis. Teman-teman bebas menentukan berapa % laba yang ingin diraih. Minimal 10%...karena jika di bawah 10%, bisnis kita akan sulit berkembang/terlalu lambat. Kecuali jika volume penjualan kita tinggi, maka keuntungan 5% pun sudah lumayan banyak.
Poin 1 – 6 adalah biaya produksi per 1 pc ganci aisyah. Dan ini belum selesai. Masih ada biaya promosi. Tentukan berapa % biaya promosi untuk setiap 1 pc ganci aisyah. Apa fungsi biaya promosi ini? Dari namanya, kita akan langsung tahu..bahwa biaya ini untuk promosi.
  1. Kadang-kadang ada teman/saudara yang minta untuk sampel. Nah,bayangkan jika ada 10 orang saja yang kita beri gratis, berapa biaya yang kita keluarkan (kecuali kita sudah niat memberikan), meskipun nantinya dari 1 sampel gratis tersebut akan membuka pintu orderan yang jumlahnya ribuan pc dengan keuntungan berlipat ganda. Tapi jika tidak/ lama tdk ada yang ngorder juga?! Tentunya apa yang kita keluarkan/berikan harus sudah ada biayanya…supaya tidak tekor alias mengambil dari kocek pribadi. Jadi biaya promosi kita bebankan pada masing-masing ganci boneka aisyah.
  2. Kita membuat promo, membeli 1 lusin bonus 1, atau belanja minimal Rp.100.000,bonus gantungan kunci aisyah. Bonus-bonus ini kita  ambil dari biaya promosi.
  3.  Kita sudah menetapkan harga grosir. Tapi pasti ada pelanggan yang menawar…minta diskon. Nah..dari biaya promosi inilah kita bisa memberikan potongan harga untuk pelanggan. Jadi kita tidak memotong biaya produksi.

Agar lebih jelas, saya buatkan simulasi cara menghitung harga ganci boneka aisyah.

Jenis
Biaya (Rp)
Flanel
1000
Benang
100
Manik mata
100
Renda
200
Dakron
200
Gantungan kunci
200
Kemasan
200
Label
500
Jasa pembuatan/pc
1000
JUMLAH biaya produksi 3500
laba 30% (dari biaya produksi) 1350
Total (HARGA PAS)4850

Saya sarankan,  Rp.4.850 itu jangan kita jadikan harga grosir. Kenapa? Orang yang berniat reseller pasti menginginkan harga yang lebih murah kan? Kalau barang kita lempar ke pasaran dengan harga ecer dan grosir sama, bagaimana reseller kita mau bersaing dengan harga kita?! Itu namanya kita malah merusak harga sendiri ^^.  Harga ecer kita tentukan lain. Biasanya 2x harga pas. Kecuali...kita sudah berniat hanya menjual ecer. Silakan menggunakan harga Rp.4.850 (contoh)

Kalau mau lebih leluasa lagi dalam memberikan tingkatan diskon/menjual grosiran/reseller, bisa kita tambahkan BIAYA PROMOSI. Total (harga pas), kita tambahkan 20% lagi misalnya. Jadi, Rp.4.850 + 20% = Rp. 5.820. Ini bisa kita jadikan HARGA GROSIR... 
Dengan penambahan biaya promosi 20% ini, kita bisa memberikan tingkatan diskon, antara 1%-20%. Jangan memberi potongan lebih dari 20%, karena bisa memotong % laba kita. Jadi, misal kita membuat ketentuan, pembelian grosir minimal 1 lusin, harganya Rp.5.900/pc. Nah, kalau pelanggan membeli 5 lusin, masih bisa kita beri diskon lagi, 10% misalnya, jadi per pc harganya Rp.5.238. Ada lagi, yang berniat membeli 20 lusin, dan minta diskon khusus. Kita masih bisa memberikan diskon dengan senyum...20%. Jadi, pelanggan tersebut mendapatkan harga Rp.4.830 per pc. Pelanggan senang dengan range diskon yang kita berikan, harga kita pun "selamat" dari pemotongan/diskon yang itungannya ngawur/asal ^^ (harga silakan dibulatkan, supaya lebih mudah)
Jadi kita tidak hanya “asal pantas /mengira-ira” ketika memberikan potongan harga, sudah ada perhitungan dan datanya.

Tabel di atas adalah simulasi sangat sederhana dalam menentukan harga. silakan teman-teman kembangkan sesuai kebutuhan.

Ini adalah cara saya dalam menentukan harga. Saya sekedar share. Jadi, misal ada cara lain yang digunakan teman-teman…itu sah-sah saja.

Kesimpulannya, saya tidak sedang mendorong teman-teman untuk membuat harga tinggi. Tapi buatlah harga sesuai dengan apa yang kita keluarkan. Jika harga sudah sesuai dengan apa yang kita keluarkan, tidak ada lagi istilah kemahalan. Boleh kita intip-intip harga “lapak tetangga”, jadikan sebagai referensi,  jangan dijadikan sebagai patokan. Karena, ingat..yang kita jual adalah barang seni, bukan sembako. Hal yang wajar jika produknya sama tapi harganya beda. Semoga bermanfaat ^^,


Lampiran Cerita 

Sejak kuliah, saya sudah terjun di dunia “perflanelan”…belajar otodidak. Saya membuat OS untuk menawarkan produk saya. Waktu itu yang saya jual adalah boneka wisuda, karena belum ada yang membuat. Ada 1 calon pelanggan yang menelfon saya, menanyakan tentang kreasi-kreasi saya. Dia minta sampel dan saya mengirimkan sampel yang sudah buluk, sebab hanya itu satu-satunya yang tersisa. Ternyata dia sangat suka dengan kreasi handmade saya. Berikutnya, dia mengirimkan gambar-gambar untuk saya buatkan sampel. Saya menolak, karena bentuknya boneka-boneka 3D...waktu itu saya belum bisa, dan buku-buku flanel masih sangat minim (jamannya Eka Yunita). Beberapa lama kemudian, orang itu telpon lagi, mau order. Tapi kembali saya tolak, saat itu saya sedang ribet dengan skripsi. Saya mengatakan ke orang itu, bahwa nanti setelah selesai skripsi…baru buka orderan lagi. Kenyataannya, saya lulus, kerja… dan lupa!
Suatu malam, tepatnya malam sebelum pernikahan saya…orang itu telpon lagi (dalam hati heran, ternyata dia masih ingat saya). Seperti yang telah lalu, dia menanyakan,apakah saya sudah bisa menerima orderan darinya. Saya katakan “iya”… Sebelum menikah saya sudah resign dari pekerjaan saya dan niat untuk kembali terjun ke dunia flanel. Kemudian dia kirimkan gambar-gambar untuk saya buatkan sampel. Sampel masing-masing kreasi saya kirim kembali dan di approve. Selanjutnya orang itu memesan dalam jumlah besar. Karena ternyata orang itu mempunyai toko mainan…dan saya dipercaya untuk menyuplai semua produk dari bahan flanel. Apa yang terjadi?... orang itu sangat puas dengan kreasi saya dan barang-barang saya laris manis. Padahal dia menjualnya dengan harga premium (di sisi lain, saya memberi harga amat sangat murah, karena tidak PD…apakah barang saya akan disukai atau laku…). Dia ingin memesan lagi…dan meminta saya untuk membelikan bahan baku yang kualitasnya paling bagus, mahal tidak apa-apa. Karena dia mau membayar berapapun harganya…. Hal ini membuat saya sangat penasaran dengan pelanggan yang satu ini (belum pernah bertemu dan hanya ngobrol by sms/telpon). Saya belum pernah punya pelanggan-yang malah minta bahan baku mahal dan harga berapapun dia bayar… Yang ada, pelanggan-pelanggan saya lainnya mintanya harga murah, masalah bahan baku kw 5, tak peduli. Yang penting MURAH (maaf bila ada yang tersinggung, karena ini adalah realita yang sering saya temui). Keanehan itu terjawab ketika saya berkunjung ke rumahnya untuk mengantar barang-barang pesanannya sekaligus silaturahmi (masak sudah sangat akrab tapi belum pernah melihat wajah satu sama lain). Subhanallah, ternyata orang bule (New Zealand), ikut suaminya tinggal di Yogyakarta. Dan yang lebih menggelikan lagi…dia bisa berbahasa jawa halus. Saya selama ini ngobrol ya pakai bahasa campuran, jawa indonesia. Jadi wajar dong kalau saya mengira pelanggan saya ini orang Indonesia, Jawa.  Pantesaann…dia bisa menjual barang-barang saya dengan harga premium dan mau membayar berapapun harga yang saya tetapkan, asal kualitas oke. Suatu saat, karena sebab tertentu, saya berhenti menyuplai kreasi-kreasi saya ke tokonya. Saya pikir, dia bisa mencari crafter lain, karena sekarang banyak sekali pemain di bidang felt craft yang lebih bagus dari saya. Tapi ternyata sampai beberapa lama dia tidak mencari pengganti saya. Dia tidak mau selain saya. Bahkan dia menjanjikan bonus kalau saya mau kembali menyuplai kreasi-kreasi flanel ke tokonya… Kebalik kan?! Di mana-mana yang memberi bonus itu produsen ke pelanggan, tapi ini malah pelanggan ke produsen. hehehe. Cerita ini bukan bermaksud sombong atau riya’… tapi saya ingin menyuport dan menunjukkan ke teman-teman, bahwa kalau orang sudah cocok, maka berapapun dia mau bayar. Kerjakan secara total dan percaya dirilah dengan hasil kreasi sendiri  ^^d

73 komentar:

  1. sip bener deh nupi.. :) salam kenal ya.
    jadi senang datang kesini. ^^d

    BalasHapus
  2. bunda zahraa : makasih bunda atas apresiasi dan kunjungannya... salam kenal kembali :D

    BalasHapus
  3. mantaaapppp...
    salam kenal
    tips dan ceritanya akan sangat berguna bagi saya ...

    BalasHapus
  4. okeee.... salam kenal kembali megumi :D tq sudah mampir...

    BalasHapus
  5. pas banget sy lg bingung nentuin harga nih...udh lm sy sk sm kreasi flanel tp sebatas konsumsi pribadi/keluarga/sodara aja...mereka trs suport sy bwt mlpar kpasaran tp sy blm PD,dan skrng PDnya mulai muncul tp sy bingung begitu nentuin harganya..ga biasa si biasanya sy cm ngasih cuma-cm aja....
    makasih bwt tipsnya...

    BalasHapus
  6. wah ini sip nih artikelnya.. sana sendiri bingung banget nentuin harga... kadang saya pikir mahal ehhh temen2 bilang terlalu murah.. pusing deh.. Thanks ya share artikelnya ^^

    BalasHapus
  7. lia & amel : semoga bermanfaat dan membawa berkah... :)

    BalasHapus
  8. mantaappppp..critanya bgitu menginspirasi..n tipsnya thks sis..

    BalasHapus
  9. siip lah,, makasih jd PD sekarang hehe

    BalasHapus
  10. hobi&purple : alhamdulillah, semoga bermanfaat. Trimakasih kunjungannya :D

    BalasHapus
  11. mba makasih artikelnya.. :D

    BalasHapus
  12. waaaah mkciiiih buanget mbak,infonya sngt membantu sy.aq lg cb2 bwt kreasi assesoris nih.tp bngung nentuin hrgnya.kpn2 kl kbngungan lg boleh nanya kn mbk?????????salam kenal dr sy

    BalasHapus
  13. Atoet&tya : salam kenal kembali... :))
    Silakan inbox di Paket Belajar Flanel jika butuh bantuan/sms langsung ^^

    BalasHapus
  14. Wah TQ ya mbak share pengalamannya....q udah lama bikin felt tapi tetep aja selalu bingung kalo soal ngitung-ngitung harga, kadang juga rada males ngitungnya. cuma asal seneng bikinnya aja :)

    BalasHapus
  15. waah.. mantaap Mba, sharing yang sangat berguna, tapi memang kenyaatnnya di lingkungan kita ini, masih banyak yg belum mengapresiasi barang2 craft/seni, jad suka maksa dihargain murah.. :)

    BalasHapus
  16. may : kalo bisa ngitung2 harga yg pas kan bisa dpt dua kesenangan mb may. Hobi tersalurkan, bisnis berkembang :) Sangat mudah kok mb... Cuma harus mau nyoba praktekin 2-3x aja.. :D Atau main ke rmh, ntr saya ajarin.. tp bawa snack sendiri ya ^^
    Vita : iya mb vita, benar sekali. Mmg penghargaan masyarakat qta terhadap craft masih minim.. tapi percayalah, skr sudah mendingan kok..plgi via online, skr lbh mudah lagi :D

    BalasHapus
  17. sipp..seneng deh baca artikel mbak..slama ini masih suka kebingungan klo itung2an harga jual :D. makasih mba buat sharenya.:)

    BalasHapus
  18. Makasih mba, artikelnya membangun bgt, slama ini, masalah harga ini yg buat sy bingung, sering sy udah ngitung bgt biaya produksi sampai sedetil-detilnya dan menetapkan harga yg menurut sy pantas, tapi seringkali sy bingung ngeliat kreasi sejenis yg dijual jauh dibawah harga sy, padahal sy dah ngambil untung sedikit aja, sy bingung gimana bisa menekan biaya produksi sampai segitunya?, gimana sy bisa bersaing?, kalo bikin barang yg asal-asalan aja sy malah gak puas dan ada rasa bersalah menjualnya, mana kabanyakan orang minta harga semurah-murahnyalagi T_T. Mudah-mudahan apresiasi masyarakat pada karya kita dan teman2 makin baik ya mba, seperti orang-orang luar yg begitu menghargai kreatifitas seseorang dan nilai seni barang^^

    BalasHapus
  19. penjelasan mengenai cara penentuan harganya sangat mendetail dan applicable sekali. Sharing yang sangat berguna.

    jika diperbolehkan saya inging menambahkan dan melengkapi dengan memasukkan perhitungan margin yang di hubungkan dengan kemampuan balik modal, dari dana yang di putar di pembuatan flanel. sehingga kita bisa tahu di stok keberapa sudah balik modal. detail penjelasannya dapat di baca di http://finplanner-jauhari.blogspot.com/2011/11/cerdas-kelola-income-freelancer-yang.html

    salam

    BalasHapus
  20. lngsung menuju TKp mas hari.. cocok sekali, terimakasih :)

    BalasHapus
  21. salut mbak dapat customer yang loyal :), sampai sekarang masih berjalan menyuplainya? bacaan mbak nupi membangunkan semangat berkarya ^^

    BalasHapus
  22. lem sama benangnya diitung gak trus klo ngitung manik2nya gimana

    BalasHapus
  23. Reny : dihitung dong mb...kita kan juga mengeluarkan uang untuk membelinya. kalo itu dikira-kira saja... misal 1 pc manik kita hargai 10 rupiah...

    BalasHapus
  24. salam kenal mbak nupi,,
    senang berkunjung di blog nya mbk

    BalasHapus
  25. salam kenal mb ninis.... terimakasih mb...saya tunggu kunjungannya kembali :)

    BalasHapus
  26. terima kasih atas postingnya.. terbantu sekali nie jadinya :)

    BalasHapus
  27. Beydha Flanelidha15 Juli 2012 23.46

    okeh bgt deh...kata2 mba nupi-nupi.....100 jempol...bikin semangaaaaddd...thanks ilmunya....^_^

    BalasHapus
  28. wah full tanklgnih smngate abs bc artikelny...
    met weekend mb

    BalasHapus
  29. :) jadi ada sedikit pencerahan deh :)

    BalasHapus
  30. Tulisan2 mbk sgt mmbangun..dsaat drop ga smngt cari peruntungan di dunia perflanelan bgtu buka nupi nupi lngsung trisi lg smngt brjuang..kdg ad rasa tkt kalah saing ma crafter yg lain gt mbk..tkt kemahalan dsb gt..tp skg jd lbh mngrti bhw hrga sbuah krya seni jauh brbeda dg sembako..thanks bgt deh mbk..lg memulai peruntungan dr flanel ni mbk..bs krja drmh tnp hrs kehilangan moment brharga tmbuh kmbang anak..

    BalasHapus
  31. Wahhh..hebat..
    ceritanya mengispirasi banget..
    thanks mba,,salam kenal..:)

    BalasHapus
  32. Ika nurma : iya mb, krn yg utama kan profesi kita sbg "ibu"... Sll semangat ya mb ^^
    Ruberry : salam kenaal.. terimakasih sdh mampir ^^

    BalasHapus
  33. Wah artikel2 mb nupi sll jd panduan n obat mujarab dlm memulai menjamah perflanelan..suka bgt ma pemikiran mbk yg legowo ga ngoyo tp ttp serius n profesional..sukses sll deh mbk..

    BalasHapus
  34. Ika : Jiaaaa... wlpn sy blm spnuhnya spt yg mb ika bilang, sy amini dg khusuk. Smoga itu mjd doa mujarab jg untuk saya, bsa menjadi 100% pribadi spt yg mb ika bilang ^^

    BalasHapus
  35. Subhanallah, membantu sekali postingnya mba.. Terimakasih ya sharingnya :)

    BalasHapus
  36. yutaya hijab : sama2 ^^ ditunggu kembali mainnya ke blog nupinupi

    BalasHapus
  37. Mbak, salam kenal. Saya Wena, baru dibidang flanel craft. Pengalaman mbak, sangat memotivasi saya untuk tetap bertahan di dunia craft khususnya flanel. Terima kasih mbak, Tuhan memberkati mbak, keluarga dan usaha.

    BalasHapus
  38. Salam kenal mb wena.... aaamiiin. Terimakasih kunjungan dan doanya :D

    BalasHapus
  39. artikel pembelajaran buat saya

    BalasHapus
  40. terima kasih mbak sudah memberikan informasi yang sungguh luar biasa ..,.,.

    BalasHapus
  41. Waaaaahhhh, seneng saya baca artikel ini ^^
    Makasih mbak, membantu banget buat saya yg baru mulai dunia crafting n menjual hasilnya.

    BalasHapus
  42. Trims mba infonya .. jadi ada pencerahan.. ^^

    BalasHapus
  43. amanda baby's shop : siip... sukses ya sis ;)

    BalasHapus
  44. waaah berguna sekali,,, kebetulan saya juga kurang PD menentukan harga hasil crafting saya... terima kasih mba

    BalasHapus
  45. Putri : smoga sekarang sudah PD ^^v

    BalasHapus
  46. bikin semangat blognya kak ;D
    THANKS bangeett

    BalasHapus
  47. Mbak...thanx ya sharingnya. Pas bgt sy bgg tentuin hrga eee pas nemu tulisan ini ;p
    Btw mbak prapti berkreasi sendiri atau dbantu pegawai? Kalau ada pegawai,boleh ga dibagi tips merekrut pegawai? Sy berkreasi sendiri tp mulai keteteran. Mau cari pegawai tp ga tau trik2nya.

    Thx y mba sebelumnya, بَارَكَ اللّهُ فِيْك

    BalasHapus
  48. Hai sis, blog dan karya nya bagus ni..
    Kunjungi kembali blog ku ya http://aksesorisflanelku.blogspot.com/
    ありがとう-terima kasih ☺

    BalasHapus
  49. Rura : Hi rura.. kunjungannya juga menyemangati ^^d terimakasih

    ciciriwis : Sy punya pegawai, 2 pegawai tetap, 2 pegawai borongan. Tapi bukan untuk membantu berkreasi, tapi mengelola OS/menjual bahan2 craft. dan sy kan tidak menerima pesanan kreasi jadi. Cuma fokus ke pembuatan paket belajar dan penjualan bahan2... :) Dulu sy mengalami hal sama waktu masih menerima orderan barang jadi..susah cari asisten crafter yg sesuai standar saya.. Saya rasa triknya ya hanya dengan di TES jahit :)

    Sakura : terimakasih kunjungannya :)

    BalasHapus
  50. alhamdulilllah, artikel ukhti sangat bermanfaat
    jazaakillaahi khoiron katsiro

    BalasHapus
  51. mba saya suka bgt baca blog km..
    dapat banyak ilmu baru (krn saya suka baca blog2 crafter). dan yang 1 ini yang adalah ilmu yg saya cari2 tapi belum ktemu. Makasi bnyk y mba da sharing ilmu dan pengalamannya.. Sukses trz bwt shop nya :*

    BalasHapus
  52. Maaf Mb prapti ini temanya mb roisah laila wardani bukan ya?

    BalasHapus
  53. Helmi : jazaakallahu khair :)
    Fanny : alhamdulillah ^^ aamiin, Jazaakillahu khairan :)

    Feltro funtastic : iya, SMP 1 Wng kan? Ini siapanya roisah?

    BalasHapus
  54. mba aku izin share artikelnya boleh ya... (link sumber ttp dicantumkan)

    BalasHapus
  55. Wow, mbak Prapti rajin sekali, ini artikelnya panjang banget. Hehehe...
    Baca sampai 5 menit lebih, salam kenal mbak. :)

    Rahmat

    BalasHapus
  56. mantapppsss..q sk bacany.mnginspirasi bgt pkkny..mksh y mba...:-)

    BalasHapus
  57. subhanallah,, inspiratif sekali...

    BalasHapus
  58. Maaf numpang copas ya makasih
    sanghyangnurasa@gmail.com

    BalasHapus
  59. Alhamdulillah ketemu webnya mba Prapti....terima kasih ya mba ilmunya....salam kenal

    BalasHapus
  60. Makasih infonya ya nupi...info untuk "menentukan harga" sangat membantu sekali saya dalam untuk memulai usaha flanel...:)

    BalasHapus
  61. SAYA JUGA jual usaha BROSS dan FLANEL Gantungan Berbentuk makanan...
    Produk saya alhamdulillah bisa sambai ke berbagai kota besar di pulau jawa.

    kalo ada yang minat beli / belajar bisa sms saya di : 085853978426

    BalasHapus
  62. Wahh, keren nich artikel nya... Sangat membantu, sy jg bikin kreasi dr flanel, kebetulan baru cb gantungan hp, gantungan kunci, bros, dompet pensil, iket rambut, tp bingung masarin nya biar dpt byk orderan. Kmern sy br cb tawarin ke toko, eh dia mau beli. Alhamdulilah, meskipun cm sedikit tp udah ada penyemangat, buat temen" yang butuh orderan, sy siap bantu dg harga murah lho....boleh hub sy ke 0813 1544 2205

    BalasHapus
  63. Yuda : senang mendengarnya ^^, telaten dan fokus kuncinya ^^d

    Mami Axel : siip! terus semangat yaa mami axel ^^d

    BalasHapus
  64. baca postingan ini jadi kaya ada yang nyentil. tapi apa daya, yang sudah biarlah sudah :'(
    semoga lebih bisa berkembang lagi, dan ngga bingung soal urusan harga ^^
    terima kasih mba ilmunya.

    BalasHapus
  65. Thanks a lot for ur info sis......manfaat bngt ni....moga bisa lebih bnyak lg yg di sharing ya....

    BalasHapus

 

nupi-nupi Copyright © 2012 Design by cutelittleowl.com