Kamis, 22 Desember 2011

KREATIF DAN TIDAK KREATIF

Posted by Nupinupi at 16.44
Reactions: 
5 comments Links to this post
Mengutip dari buku Michael Michalko, bertahun-tahun yang lalu, sekelompok ilmuwan mengunjungi sebuah suku di Papua Nugini yang percaya bahwa dunia mereka berakhir di sebuah sungai yang letaknya tidak jauh dari situ. Beberapa bulan kemudian, salah seorang ilmuwan harus pergi, dan harus menyeberangi sungai tersebut. Setelah sampai di seberang, ilmuwan berbalik dan melambai. Orang-orang suku itu tdak membalas karena, kata mereka, mereka tidak melihat si ilmuwan. Keteguhan keyakinan mereka tentang dunia telah merusak persepsi mereka tentang kenyataan.

Ada lagi, seorang CEO penerbit terkenal merisaukan kurangnya kreativitas  staf editor dan pemasarannya. Dia menyewa sejumlah psikolog mahal untuk menemukan apa yang membedakan  pegawai yang kreatif dan yang tidak.
Setelah meneliti para staf tersebut selama setahun, para psikolog menemukan bahwa hanya ada satu perbedaan di antara kedua kelompok tersebut. Orang kreatif percaya bahwa mereka kreatif, dan orang yang kurang kreatif percaya bahwa mereka tidak kreatif. Seperti suku di Papua Nugini. Siapapun yang merasa dirinya tidak kreatif, sesungguhnya mereka memiliki gangguan persepsi tentang kenyataan.

Ada dua program sederhana yang dirancang untuk mengubah sistem kepercayaan oarang-orang yang merasa dirinya tidak kreatif, yaitu :

1. PENEGASAN DIRI
Untuk lebih mengukuhkan kepribadian anda, biasakanlah mengingat keberhasilan-keberhasilan anda, sifat dan watak positif anda, serta melupakan kegagalan-kegagalan anda. Berapakalipun anda gagal sebelumnya, yang penting adalah adanya usaha untuk berhasil. Keberhasilan melahirkan keberhasilan. Keberhasilan kecil merupakan batu pijakan menuju keberhasilan yang lebih besar. Latihan pertama adalah dengan menuliskan daftar penegasan diri. Catat semua hal yang anda suka dari diri anda : sifat, karakter dan watak positif anda. Tuliskan juga keberhasilan yang pernah anda capai, di berbagai bidang.
Analoginya, seseorang yang sedang berlatih menendang bola ke gawang. Pada mulanya, dia akan lebih sering gagal memasukkan bola ke gawang daripada berhasil memasukkannya.
Melalui latihan, kegagalan memasukkan bola ke gawang akan berkurang dan keberhasilannya akan meningkat. Seandainya kunci untuk meningkatkan ketrampilan cuma pengulangan, latihan yang dia lakukan tentu akan membuat tendangannya lebih sering meleset. Namun sebenarnya, walaupun jumlah tendangan meleset lebih banyak daripada tendangan yang berhasil, sesungguhnya dia sedang berlatih tendangan masuk, bukan tendangan meleset.

2. PENEGASAN KREATIF
Teknik ini sederhana, tapi sangat ampuh. Yaitu menggunakan penegasan tertulis untuk mengukuhkan keyakinan anda adalah orang kreatif. Apa yang anda yakini benar, akan sungguh-sungguh  menjadi kenyataan. Bayangkan diri anda sebagai orang yang kalah. Itu saja sudah cukup untuk membuat kemenangan menjadi mustahil.
Untuk menggambarkan diri anda kreatif, pastikan bahwa anda percaya hal itu benar. Penegasan adalah pernyataan positif bahwa sesuatu telah demikian adanya.
Luangkan waktu beberapa menit dan catat beberapa penegasan tentang kreatifitas anda. Tulislah 20 variasinya. Contoh :
- Saya, Nupi, adalah orang yang kreatif
- Saya benar-benar kreatif
- Nupi paling kreatif di grup fQ
- Anugrah terbesar yang telah Alloh SWT berikan kepada saya adalah kreativitas
- Anda, Nupi, adalah orang terkreatif di bidang felt craft. dst
Selama menulis, luangkan waktu dan renungkan baik-baik setiap kata yang anda tuliskan. Setiap kali anda mendapat pikiran negatif, tuliskan di balik kertas tersebut atau kertas lain. Contoh :
- Nupi akhir-akhir ini tidak punya ide, blognya juga garing
- Orang lain menganggap  karya Nupi biasa-biasa saja
- Saya orangnya tidak telaten dan tidak kreatif
- Saya pemalas dan suka menunda-nunda pekerjaan
- Kreasi-kreasi saya membosankan dan enggak banget
Lalu...kembalilah menulis penegasan positif anda. Setelah selesai, bacalah pernyataan-pernyataan negatif tersebut. Itulah hambatan anda untuk menjadi kreatif. Hilangkan setiap pernyataan negatif dan ganti dengan penegasan positif yang baru. 
Contoh :
- Nupi mendapat ide cemerlang setiap hari
- Blog nupi semakin luar biasa, tulisannya semakin berbobot dan tutorial-tutorialnya menarik
- Saya selalu bersemangat dan disiplin menyelesaikan pekerjaan, dst
Pada tahap ini, pemikiran negatif otomatis terhenti. Pada titik ini, tetaplah menuliskan penegasan positif , sampai anda tidak memerlukannya lagi.
*teknik ini bisa kita terapkan untuk masalah lain

Kita masing-masing harus menegaskan kreativitas pribadi kita sendiri. Walaupun banyak aspek kreativitas manusia yang serupa (saling menginspirasi), tidak pernah ada yang identik. Semua pohon pinus tampak serupa, tetapi tidak satupun yang benar-benar sama.
Tiap orang pasti melakukan hal yang berbeda dan unik. Seorang crafter sebenarnya bukanlah pribadi yang istimewa, masing-masing pribadilah yang merupakan crafter istimewa.

Saya kreatif, anda kreatif =)

Salam, 

Rabu, 14 Desember 2011

AKU BOSAN....

Posted by Nupinupi at 22.23
Reactions: 
9 comments Links to this post
Sebagai pengrajin dan pecinta kain flanel, saya juga sering merasa bosan. Sesering apa? Hmm..mungkin 2 bulan sekali, hehehehe.... Wajarlah kalau bosan, setiap hari bergelut dengan barang itu terus. Apalagi dulu, waktu masih menerima orderan souvenir dan topping. Kalau sedang kumat bosannya...rasanya mual, putus asa melihat jadwal deadline, ingin melarikan diri ke planet lain... Itu kategori kumat berat. Kalau kategori kumat ringan, melihat flanel blank, tidak ada nafsu (jadi main game mulu), ingin ganti menekuni craft lain...atau migren.

Mungkin Sahabat Nupi mengalami gejala yang berbeda, tapi inti sebabnya sama...J.E.N.U.H. Kalau jenuh/bosan (terhadap flanel) pada saat tidak ada orderan sih tidak masalah (tapi logikanya..kalau tidak ada orderan tidak mungkin jenuh, yang ada malah 'ngarep'...). Dan, kalau kejenuhan itu diterus-terusin, bisa bener-bener 'Lo Gue End' sama flanel..hahahahaha. Yang menjadi masalah kan kalau si bad mood datang pada saat orderan numpuk-numpuk... What should I do? Tentu si mood harus segera dinaikkan levelnya, atau paling tidak distabilkan.

Ada cara ampuh murah meriah yang sering saya praktekkan untuk mengusir jenuh, bosan, bad mood.

1. Blog Walking. 
Jalan-jalan ke blog yang menurut kita bagus dan isnpiratif, ternyata bisa mendongkrak semangat kita kembali lho.... Jalan-jalan ke Facebook teman juga bisa, tapi saya lebih suka jalan-jalan ke blog, karena kalau di blog..biasanya si penulis juga menceritakan proses kerja kerasnya. Jadi, ada cerita menarik yang bisa kita jadikan cermin/pembelajaran :)
2. Baca-baca artikel atau buku yang berisi success stories.  
Ini juga cukup ampuh untuk membuat saya wake up. Meskipun...kita menganggap, bisnis kita masih sekecil upil. Sudah kecil, seperti upil lagi (tidak ada harganya) *ini hanya perumpamaan yang saya 'lebay'kan saja*. Tapi, kita kan punya mimpi...ingin suatu saat bisnis kecil kita menjadi besar, tidak senilai upil lagi ^^v
3. Buka kembali "Buku Mimpi/Dream Book". 
Ini seperti pengingat, bahwa kita sedang mengejar cita-cita. Kalau jenuh dan berhenti...bisa lebih lama lagi cita-cita tersebut terwujud :)
4. Jalan-jalan. 
Tidak harus ke tempat yang jauh, mahal atau belanja. Kita bisa jalan-jalan keliling desa tempat tinggal, ke rumah teman masa kecil, ke tetangga depan rumah, window shopping ke toserba dekat rumah... (jangan ke In**maret...apanya yang mau di-window'in, yang ada malah jajan,hahahaha).
Pernah... suatu saat, saya migren. Tapi tidak tahu sebabnya. Makan teratur, tidur cukup, tidak sedang memikirkan masalah berat, juga tidak capek... Tapi kok migren? Memang, pada saat itu saya sedang jenuh level 5 (dari 10 level) dengan orderan-orderan paket belajar. Bosan sekali, sampai tidur dan main game pun tidak mood (padahal itu hobi no.1 dan no.2...no.3 flanel.. Penting nggak sih saya beritahukan ini?! hihihihi). Lalu saya memutuskan untuk mengunjungi teman saya yang mempunyai kios di Pusat Grosir Solo. Nongkrong saja...tidak belanja apa-apa. Sesiang itu, saya lupa kalau sedang migren. Sorenya, pulang dengan kepala enteng dan bersemangat lagi  =)

Semangat!! \\^0^//

Jumat, 11 November 2011

KEBANJIRAN ORDER..... ANTARA BERKAH DAN MUSIBAH

Posted by Nupinupi at 08.11
Reactions: 
10 comments Links to this post

Banjir order  tentu hal yang menjadi impian pebisnis/crafter pemula. Dari yang tadinya hanya satu-dua orderan, lama-lama  meningkat...puluhan, ratusan, bahkan ribuan. Yang tadinya bisa mengerjakan dengan santai, sekarang…untuk makan pun seperti tidak ada waktu.

Pengalaman saya menjadi single fighter menjalankan usaha flanel, yang sampai sekarang menjadi catatan penting dalam perjalanan “karir” saya adalah ketika membuka orderan Aneka Topping (P : “Kok yang diceritain pengalaman diri sendiri terus sih? Narsis!” N : “Lhah..kalo bukan pengalaman sendiri, pengalaman siapa? Ngarang? Daripada susah-susah mikir, mending cerita tentang pengalaman sendiri”).

Tentu sebagian dari teman-teman tahu, awal usaha PBF, selain menjual diy kit juga menerima pesanan aneka topping flanel. Waktu itu, saya melihat peluangnya sangat bagus. Felt cake/towel cake sedang booming. Sementara, banyak crafter yang tidak sempat/malas membuat topping-toppingnya. Karena, walaupun kecil-kecil, tapi cukup ribet.

Dari situ, orderan mengalir deras. Waitinglist-nya panjang, sampai Desember tahun depan. Siapa yang tidak bergairah melihat daftar antrian ‘uang’ yang siap mengalir ke rekening kita. Ini adalah berkah untuk saya. Tapi, beberapa waktu kemudian…ini adalah musibah bagi saya, dan secara tidak langsung bagi keluarga saya. Suami mulai sering ‘protes’, karena saya dianggap mengabaikannya. Flanel menjadi nomor satu, dua, dan tiga bagi saya. Suami menjadi nomor empat atau nomor lima. Bahkan kadang-kadang tidak kebagian nomor karena saya sibuk lembur di kejar deadline… Ditambah lagi, saya jatuh sakit. Tipus. Kata pak dokter, karena capek dan kebanyakan makan mie instan. Jelas, makan saja tidak sempat, apalagi masak. Jadi, hanya ketika lapar sudah menggigit, saya bangkit dan membuat mie instan. Uang telah menjadi cobaan bagi saya. Saya merasa, ada yang salah dengan cara pengelolaan usaha saya. Terutama masalah waktu.

Apa indikasi kita salah mengelola waktu/butuh asisten?
  •  Kewajiban utama mulai terbengkelai
  •  Pikiran anda mulai capek. Entah capek ingin istirahat sesaat atau capek melihat daftar orderan yang seolah tidak berujung.
  • Jadwal kacau balau, dan anda tidak punya waktu untuk diri sendiri.
Jika sudah seperti itu kejadiannya, anda harus ‘berhenti’ sejenak untuk mengevaluasi semuanya. Jangan ditunda-tunda, atau akan berlarut-larut. Evaluasi kembali :
  • Apa kewajiban utama anda 
  • Apa kebutuhan pribadi anda 
  • Jam kerja bisnis anda 
  • Kebijakan bisnis anda (dalam menerima orderan dan cara menyelesaikannya)
Apa kewajiban utama anda? Sebagai istri? Ibu? Mahasiswa? Pegawai? Alokasi waktu untuk kewajiban utama ini tentu tidak bisa diganggu gugat bukan?! Atau anda akan mengacaukan stabilitas kewajiban utama anda. 

Selanjutnya, menentukan alokasi waktu untuk diri sendiri. Kalau yang ini, bisa di diskon. Tapi jangan terlalu banyak. Ingat! Modal utama anda adalah kesehatan, kebugaran dan kejernihan pikiran. Bagaimana anda bisa sehat dan bugar, jika anda terlalu banyak ‘mendiskon’ waktu istirahat badan,misalnya. Bagaimana anda bisa mewujudkan  ide kreatif, jika pikiran anda selalu sibuk dengan deadline. Setiap orang lain-lain kebutuhannya. Mulai dari jam tidur sampai jam makan. Ada yang betah melek, sehari tidur hanya satu jam pun tak masalah. Tapi ada juga, yang kalau kurang tidur…pusing/migrain. Seperti saya, darah rendah, gampang migrain kalau kurang tidur/capek, maag…. Bagi saya, sangat penting alokasi waktu yang pas untuk diri sendiri, karena kalau tidak..kesehatan taruhannya. Bagi anda yang mempunyai kualitas fisik lebih tangguh…selamat! Silakan maksimalkan waktu anda :)

Alokasi waktu terakhir adalah untuk jam kerja bisnis kita (selanjutnya, kalau saya mengatakan jam kerja, berarti itu jam kerja bisnis kita. Bukan jam kerja utama/kantor).
“Yaaah…jatah untuk jam kerja tinggal sedikit tuh, bagaimana?! Padahal saya sudah mendiskon 50% waktu pribadi saya lho..” Well… Ingat! Ini adalah bisnis sampingan. Bagi seorang ibu/pelajar/pegawai harus selalu fit  untuk menjalankan kewajiban utamanya. Saya pernah  membaca sebuah kutipan, “menjadi pengusaha itu memang bukan sambilan, tapi sebuah pilihan”. Artinya…jika anda adalah pegawai, dan ingin mempunyai jam kerja panjang untuk bisnis anda, anda harus resign. Jika anda adalah pelajar/mahasiswa, ingin mempunyai jam kerja panjang untuk bisnis anda…anda harus keluar sekolah/nunggu lulus. Tapi, jika anda ingin menjalani keduanya…itu tadi konsekuensinya, jam kerja anda singkat. Jadi, anda harus pandai membagi waktu. Khusus ibu rumah tangga, pilihannya lebih spesial lagi, menjalani keduanya atau berhenti berbisnis :)

Lalu, jika jam kerja saja singkat…bagaimana bisa professional? Sejak kapan profesionalitas di nilai dari panjang-pendeknya jam kerja? Profesionalitas justru di nilai dari kemampuan kita mengelola waktu yang sedikit itu dan komitmen terhadap aturan yang kita buat sendiri. Profesionalitas di nilai dari cara kita melayani pelanggan, menepati janji, menindaklanjuti komplain, dan tentu saja..memberikan kepuasan kepada pelanggan. Meskipun jam kerja kita pendek, tidak masalah. Kita ukur dulu kemampuan produksi kita, setelah itu…kita buat kebijakan untuk para calon pelanggan yang akan order (Kalau bisa, jangan dikira-kira. Karena, jika tidak sesuai dengan kenyataan/lebih lambat dari yang diperkirakan, anda akan repot sendiri). Pelanggan pasti mau memahami dan menunggu kok, jika memang hasil karya anda bagus dan bisa memberikan kepastian tenggat waktu. Kalau ternyata ada pelanggan yang butuh cepat, dan anda tidak bisa memenuhi…ikhlaskan dia mencari crafter lain. Akan ada calon pelanggan lain yang siap menunggu ‘giliran’ pesanannya dikerjakan oleh anda. Hal ini berlaku untuk pebisnis/crafter pemula, yang semua masih harus dikerjakan sendiri.

Lain lagi jika anda adalah pebisnis/crafter yang keuangan ‘perusahaan’ sudah cukup mapan, mampu menggaji orang. Rekrut pegawai, dan delegasikan tugas-tugas yang bisa mereka kerjakan. Belajarlah mempercayai orang lain untuk meng-handle tugas-tugas anda. Awal-awal mungkin tidak sesuai keinginan anda (pegawai membuat kesalahan), tapi itu wajar..dia sedang belajar. Ketika pegawai sudah pandai, anda akan lebih santai menjalankan bisnis anda :) Ini baru namanya banjir order membawa berkah. Berkah untuk keluarga anda, dan untuk orang lain ^^v

Salam,
Nupi-nupi

Sabtu, 15 Oktober 2011

Persiapan Berbisnis Online - Revisi

Posted by Nupinupi at 05.43
Reactions: 
18 comments Links to this post

Sangat senang dan terharu ya...kalau tahu tenyata kita bisa menghasilkan sesuatu, kerajinan flanel misalnya... Apalagi jika hasil karya kita laku di jual.. :D Masalahnya, bagaimana cara mulai memasarkannya? Apa saja yang perlu disiapkan? 

Sebenarnya, tanpa persiapan apapun...hanya menyiapkan barang yang akan kita jual, kita sudah bisa mulai berdagang. Tapi hanya sekedar berdagang, bukan berbisnis. Memang beda ya? tentu saja beda.... Berdagang belum tentu berbisnis, sedangkan berbisnis pasti berdagang ^^

Bingung?  Kalau berdagang, sekedar menjual barang, laku, mendapat uang. Mau untung, mau rugi...itu namanya berdagang. Tapi kalau berbisnis, lebih dari sekedar menjual. Harus mempunyai konsep, mempunyai strategi, menjalin relationship sebanyak-banyaknya dengan calon pelanggan, dan lain-lain. Maka banyak orang bilang, bisnis itu ada seninya... ;)

Kita sebagai pemula, bisa membuat persiapan sederhana sebelum memulai bisnis kecil kita. Pada saat saya ingin memulai bisnis, hal pertama yang saya lakukan adalah mengamati teman-teman/orang-orang yang menurut saya berhasil dalam menjalankan bisnisnya. Saya pelajari website/blog-nya, konsep dan sistem bisnisnya, cara dia melayani konsumen, dan lain-lain. Pokoknya saya pelajari kelebihan dan kekurangannya. Setelah itu, kita akan mempunyai gambaran, seperti apa bisnis kita nanti dan bagaimana menjalannya. 

Hal-hal mendasar yang perlu kita persiapkan sebelum memulai bisnis online adalah sebagai berikut :

1. Nama/Merek
Nama/merek adalah hal yang sangat penting. Karena itu adalah identitas kita. Buatlah nama/merek yang bagus. Bagus tidak harus aneh atau berbahasa asing. Bisa nama yang sederhana, tapi mudah diingat. Kalau bisa membuat nama yang unik, lebih bagus lagi. Nama unik biasanya mudah menarik perhatian dan tidak pasaran. Jadi mudah bagi pelanggan untuk mengasosiasikan nama/merek tersebut dengan kita. Misalnya, Nupi-nupi. Jarang yang memakai nama itu, atau anggap saja hanya saya yang memakai nama/merek itu. Sehingga, ketika pelanggan mendengar/membaca kata Nupi-nupi, otomatis dia akan ingat Paket Belajar Flanel. Usahakan Sahabat Nupi mantap menggunakan nama/merek yang  telah di buat, sehingga kelak tidak gonta-ganti. Gonta-ganti nama/merek sangat tidak bagus untuk perkembangan bisnis kita. Bagaimana pelanggan akan mengenal apalagi mengingat kita jika setiap waktu kita ganti nama?! Ya kan? ^^

2. Membuat logo
Hal ini tidak mutlak, tapi akan lebih bagus jika kita mempunyai logo, karena logo juga bisa menjadi identitas kita. Apa yang anda pikirkan ketika melihat huruf M besar berwarna  kuning? McDonals. Atau, gambar genteng rumah berwarna merah? Pizza Hut. Logo bisa kita buat sekaligus dengan mereknya. Tapi jika kita hanya ingin membuat merek saja, tanpa logo..tidak jadi soal. Yang penting merek tersebut mempunyai 'ciri khas', dari jenis font misalnya :)

3. Visi misi
Mengenai visi misi, sudah pernah saya share. Silakan baca di sini.

4. Konsep
Konsep sangat diperlukan dalam bisnis agar langkah kita terarah. Contohnya adalah konsep bisnis Nupi-nupi, berbisnis sekaligus berbagi. Berdasarkan konsep tersebut, saya membuka onlineshop di Facebook dan membuat blog untuk share/berbagi. Konsep tersebut juga menjadi kontrol bagi saya, ketika jiwa rakus mulai menguasai...terutama ketika sedang membuat perhitungan harga suatu produk, kadang-kadang saya ingin meraup keuntungan sebanyak-banyaknya, toh pelanggan tidak tahu dan ada saja yang mau membeli. Pada saat itulah 'si konsep' mulai mengingatkan, bahwa hal itu sudah melenceng dari konsep bisnis Nupi-nupi dan secara moral pun saya akan merasa mengkhianati komitmen yang saya buat sendiri. 

5. Membuat rekening bank
Hal ini mutlak, tidak perlu penjelasan lagi :) Rekening bank yang sering di pakai adalah Mandiri dan BCA.

6. Membuat akun e-mail

7. Membuat website atau blog atau akun jejaring sosial yang bisa kita manfaatkan sebagai 'lapak'

8. Menyiapkan nomor hotline.
Awalnya saya menggunakan nomor hp pribadi untuk menerima orderan. Tapi, ketika orderan semakin meningkat, saya merasa "lelah". Untuk tidur siang 1 jam saja, saya tidak bisa...karena hp selalu bunyi. Kalau tidak saya buka, khawatir itu dari teman/keluarga yang sifatnya penting. Bahkan, sampai larut malam pun saya masih belum bisa melepaskan diri dari dering hp. Mau saya matikan, tapi nanti kalau ada kabar darurat  dari keluarga bagaimana?! Memang, kita harus siap dengan konsekuensi onlineshop "buka 24 jam". Tapi, kita juga butuh istirahat dan berbagi waktu dengan keluarga. Maka, akan lebih baik jika kita bisa me-menej waktu kita...untuk diri sendiri, untuk keluarga, dan untuk pelanggan :)
Akhirnya, saya memutuskan membeli satu nomor lagi, khusus untuk bisnis. Sekarang saya bisa mengatur, kapan hp perlu saya matikan, tanpa khawatir jika keluarga akan menghubungi ^^

9. Menentukan media komunikasi dengan pelanggan
Maksudnya adalah media apa yang kita sediakan untuk berkomunikasi dengan calon pelanggan, terutama dalam hal transaksi. Apakah via e-mail, sms, inbox FB, bbm, komentar di FB, twitter?? Kenapa hal seperti ini 'dibikin' ribet? Sahabat Nupi akan ribet sendiri nantinya jika hal 'sepele' ini diabaikan. Berdasarkan pengalaman saya, saya menetukan media transaksi/komunikasi via sms, e-mail dan inbox. Si A memulai komunikasi dengan saya melalui e-mail, kemudian lewat sms, lain waktu melalui inbox. Antara nama e-mail, sms, dan FB beda-beda. Saya sering bingung. Apalagi jika terjadi kesalahpahaman, tentu saya harus menelusur riwayat percakapan kami. Sangat repot jika komunikasi itu terjadi di 3 tempat sekaligus. Semakin sedikit media komunikasi yang Sahabat Nupi tentukan, semakin bagus dan efektif. Kalau bisa, buatlah terpusat dalam satu media, e-mail saja, inbox saja, atau sms saja. Jika lewat e-mail/inbox, kita harus disiplin mengalokasikan waktu khusus untuk mengeceknya, dan beritahukan kebijakan tersebut kepada calon pelanggan agar mereka merasa tidak diabaikan karena tidak langsung di respon. Kalau saya, mau tidak mau harus menggunakan banyak media komunikasi, karena ada service after sales-nya, yaitu menerima konsultasi jika ada pelanggan yang mengalami kesulitan pada saat mempraktekkan paket belajar.

10. Mencari info, jasa kurir terdekat dan terbaik di sekitar tempat tinggal
Masalah ongkos kirim, sering menjadi penentu jadi tidaknya pelanggan berbelanja di onlineshop kita. Maka, pertimbangkan secara bijak...jasa kurir apa yang akan anda jadikan langganan. Mintalah  pricelist kepada pengelolanya, dan tanyakan...adakah diskon yang bisa anda peroleh jika berlangganan di jasa kurir tersebut,sehingga ongkos kirim bisa lebih murah lagi :)

11. Inventarisasi

Inventaris adalah suatu daftar semua fasilitas yang ada di seluruh bagian. Di sebuah perusahaan besar, gedung dan isinya juga termasuk dalam daftar inventaris. Tapi, untuk usaha skala kecil kita...cukup peralatan dan perlengkapan yang kita gunakan dalam proses produksi.  Inventarisasi bertujuan untuk memberi tanda pengenal bagi semua fasilitas produksi. Inventarisasi sangat terasa manfaatnya ketika peralatan kita bertambah banyak. Kita tahu barang apa saja yang kita miliki, dan proses perawatannya pun lebih mudah. Apalagi ketika kita mempunyai banyak tenaga kerja, inventarisasi bisa menjadi alat kontrol  keberadaan peralatan produksi.  Atau, ketika suami mengambil gunting inventaris kita untuk menggunting kabel- atau kawat jemuran, tentu kita akan langsung menyelamatkannya, dan menggantinya dengan gunting 'pribadi'.  Intinya, anda tidak dapat menjalankan bisnis dengan baik tanpa mengetahui apa yang anda miliki di daftar inventaris Anda.

12. Selalu abadikan hasil kreasi anda
Foto-foto ini kelak menjadi sangat penting ketika jenis kreasi anda semakin banyak. Kadang-kadang saya lupa pernah membuat produk A, tapi ketika membuka-buka album dokumentasi..baru deh ingat, bahwa saya pernah membuat kreasi tersebut dan ternyata sangat menarik untuk dikembangkan. 

13. Siapkan buku kas
Buku kas adalah hal terpenting dalam setiap usaha. Tanpa catatan ini, anda tidak akan tahu bagaimana perkembangan usaha anda, apakah anda untung atau rugi. Dan yang paling penting dan klasik adalah disiplin dalam menggunakan uang usaha. Jangan dicampur dengan uang pribadi..atau ketika harus belanja bahan baku, anda kehabisan uang... Karena uangnya anda belikan Blackberry misalnya ^^v Hal ini bukan berarti anda tidak boleh menikmati keuntungan usaha anda. Boleh kok, silakan. Tapi anda harus tahu porsinya :)

14. Mengumpulkan teman sebanyak-banyaknya.
Banyak teman banyak rejeki, sangat berlaku di dunia bisnis, baik offline maupun online. Semakin banyak teman kita, semakin besar peluang kita menjaring pelanggan :)

15. Sabar menanti
Selama dua bulan saya menunggu orderan dari pelanggan. Setiap hari membuka Facebook, tapi sepi. Jangankan order, komentar pun tak ada... Rasanya seperti mau saya 'gulung saja tikarnya'. Tapi saya selalu menghibur diri.."mungkin besok ada"...dan esoknya masih tidak ada apa2. Begitu terus setiap hari.  Awal bulan ketiga adalah transaksi pertama saya. Setelah itu mulai terjadi peningkatan transaksi. Hal itu logis, karena pada awal kita buka toko online, masih sedikit orang yang mengetahui, apalagi mengenal kita. Kalau pun mereka sudah tahu, mereka tidak akan berbelanja sampai mereka yakin dengan keamanan dan kejujuran onlineshop kita. Apa yang membuat calon pelanggan yakin dan mantap berbelanja di suatu onlineshop? tentu saja track record transaksi onlineshop tersebut dengan pelanggan lain. Kata-kata yang disampaikan pelanggan ke wall, "mba...paketnya sudah sampai, terimakasih ya" itu sudah cukup membuat calon pelanggan lain percaya, apalagi jika pelanggan memberikan testimoni positif. Calon pelanggan lain akan semakin tertarik untuk berbelanja. Benar tidak? Maka, saya membiasakan untuk memberi kabar terbuka di wall onlineshop tempat saya belanja. Kalau perlu, saya selipkan testimoni positif...agar calon pelanggan lain tertarik belanja di tempat itu. Kok begitu?! Itu kan namanya 'ngramein' lapak orang lain.... Saya percaya, alam itu punya sistem...jika kita menebarkan hal positif, maka hal-hal positif pula yang akan mengelilingi kita. Apa yang kita tabur, itulah yang kita tuai :)

Ada tambahan lagi (maaf, kemarin lupa,hehehe). Dua hal yang menurut saya penting...
16. Nota
Siapkan nota. Baik nota yang beli jadi (kalau bisa yang rangkap dua) maupun pesan secara khusus. Untuk apa? Saya berusaha tertib administrasi. Segala pengeluaran dan pemasukan saya catat. untuk pengeluaran, biasanya saya minta nota dan saya simpan untuk arsip. Hal ini sangat memudahkan saya, terutama setelah berbelanja bahan-bahan. Harga di nota-nota tersebut sebagai acuan saya menentukan harga jual. Begitu juga ketika berbelanja online, meskipun sepele...saya agak susah juga kalau dari pihak toko online tersebut tidak menyertakan nota. Karena saya harus mengingat-ingat..."yang ini harganya berapa ya?"... bayangkan jika jumlah itemnya banyak... Kalau ada nota kan praktis, bisa jadi arsip lagi.. Dan satu lagi manfaat nota. Saya menyarankan nota rangkap dua, yang asli untuk pembeli, rangkapannya untuk kita simpan. Di akhir bulan, saya bisa dengan mudah menghitung...berapa banyak paket yang saya kirim, berapa omset penjualan bulan ini, mudah mengecek ketika ada komplain dari pelanggan jika ada yang kurang, dan lebih penting lagi..memastikan, apakah paket sudah di kirim atau belum. Jadi, meskipun pelanggan membeli pensil kapur satu biji pun, saya beri nota. Perkara nota tersebut berakhir di tempat sampah (di buang oleh pelanggan), tapi setidaknya dia sudah tahu harganya dan saya punya arsip :)


17. Kartu nama bisnis
Ini bisa penting, bisa tidak. Tergantung kebutuhan dan penilaian individu masing-masing. Awal saya memulai usaha secara profesional, saya melihat teman-teman lain mempunyai kartu nama bisnis. Saya berpikir, "untuk apa? untuk siapa? ini hanya kecil-kecilan, dan saya baru mulai." Dalam pikiran saya, kartu bisnis identik dengan usaha yang sudah besar, pengusaha yang sudah sukses. Jadi, jika saya membuat dan membagikan kartu nama itu malah memalukan. Karena saya baru mulai, dan bisnis saya masih kecil (sekali). Tapi... Ketika bertemu dengan teman-teman, saudara, atau kenalan baru...dan rumpiannya sampai ke bisnis kecil-kecilan saya, mereka pasti akan bertanya..."seperti apa sih? alamat websitenya? nama facebooknya?" akhirnya saya harus mencari secarik kertas dan menuliskannya (dan saat ini saya yakin, secarik kertas itu tidak menarik untuk ditindaklanjuti apalagi di simpan lebih lama. Karena, ketika kami berpisah..tentu ketertarikan mereka akan berganti dengan hal lain yang akan mereka temui setelahnya). Atau...pengalaman saya ketika berbelanja. Saya sedang belanja kain flanel, ada seorang perempuan (sepertinya mahasiswa), dia "kagum" melihat bermeter-meter kain flanel belanjaan saya (sementara dia hanya membeli yang lembaran), dan bertanya..."mbak membuat kreasi flanel ya?" saya jawab "iya", lalu dia bertanya lagi, "kreasinya apa mbak?"... Duh, bingung juga saya menjawabnya. Saya jawab diy felt/paket belajar, dia tampak kurang paham. Lalu saya ngaduk-aduk isi tas, mencari kertas dan bolpoin. Tapi ternyata tidak ada, meskipun sesobek. Lalu saya bilang, "Agar lebih jelas, kunjungi saja Facebook dan blog saya (sambil menyebutkan alamat blog saya)". Dia masih terbengong-bengong.. Karena sudah selesai belanja, saya meninggalkan toko tersebut. Tapi disepanjang jalan saya terus berpikir, coba saya punya kartu nama bisnis. Dan masih banyak pengalaman yang saya selali, kenapa tidak punya kartu nama bisnis. Sekarang baru saya sadari, meskipun sepele, kartu nama bisnis bisa membuka peluang-peluang baru tanpa kita sadari dan mendongkrak popularitas kita. Menurut Sahabat Nupi bagaimana? :)

Semoga tips sederhana ini bermanfaat. Selamat memulai berbisnis online ^^

Jumat, 14 Oktober 2011

Review Paket Belajar Flanel "Boneka Femmy"

Posted by Nupinupi at 11.22
Reactions: 
2 comments Links to this post
Kali ini Nupi-nupi meluncurkan dua paket belajar sekaligus. Tirai Kids Climbing (review-nya sudah saya posting) dan Boneka Femmy. Sewaktu membuat kreasi ini, niatnya hanya 'ikut-ikutan' Tiny Doll mb.Pratiwi Susanti dan memajang hasilnya di grup flanelQta. Tidak berpikir untuk membuat paket belajarnya, karena prinsip membuatnya hampir sama dengan kreasi Fairy Girl. Ternyata respon Sahabat Nupi bagus, dan banyak yang menanyakan paket belajarnya. Hohohoho, jika ini jalan untuk berbagi sekaligus salah satu pintu rejeki...kenapa tidak. Kejar-kejaran deadline dengan tutorial paket belajar tirai, saya selesaikan tutorial Femmy. Alhamdulillah...bisa selesai tepat waktu. Dan, inilah yang akan Sahabat Nupi dapatkan jika membeli paket belajarnya.....

Spesifikasi :
Tinggi boneka = 10,5 cm

Tutorial 14 halaman full color
Pola 2 lembar
Bahan-bahan :
1. Flanel polos uk 23 x 23 cm = 8 lb
2. Flanel motif polkadot uk 16 x 22 cm = 4 lb
3. Tali kepang (3 warna) = 1,5 m
4. Aneka parel = total 30 pc (parel bulat warna diganti dengan puyuson karena sudah tidak keluar lagi serinya)
5. Pita/bis pelangi = 1 m
6. Gantungan kunci ring = 6 pc
7. Renda polimelati
8. Pita beludru bintik
9. Benang

Harga paket lengkap Rp. 98.000 (tutorial, pola, bahan)
Harga paket hemat Rp.55.000 (tutorial, pola)

Info order 089636906864 (sms only) atau kunjungi FB Paket Belajar Flanel :)



Bahan
ganci ring dan parel
pita beludru, tali kepang, pita pelangi
paket lengkap boneka femmy

Jumat, 30 September 2011

How To Make Shaun The Sheep

Posted by Nupinupi at 10.10
Reactions: 
72 comments Links to this post
Sahabat Nupi yang berstatus 'bunda' pasti sudah mengenal Shaun The Sheep.Belum?? Ini dia si Shaun...


Kocak banget film-filmnya.. Walaupun bukan anak-anak, tapi saya sering nonton...hehehe. Dan saat ini Shaun sedang naik daun. Produk yang bergambar Shaun, banyak di buru anak-anak. Nah...bagaimana kalau  kita mencoba membuat sendiri boneka mungil Shaun.
Jiplak dulu polanya
Jiplak pola di atas kain flanel hitam menggunakan pensil kapur atau bolpen silver

Tidak punya pensil kapur/bolpen silver? Don't worry, jika polanya kecil, tempelkan pada kain flanel hitam, pegang erat, gunting langsung. Kalau ukurannya besar? Dengan bantuan jarum pentul, gunting perlahan. Make it easy beb, jangan mempersulit diri. Tidak ada ini, ganti dengan itu :)


Untuk kakinya, warnanya hitam juga seperti wajah Shaun... Jiplak saja pola kakinya seperti foto di bawah ini...

 Naah, ini dia pola-polanya.....

Lem bagian kaki Shaun, tempelkan potongan flanel hitam hasil jiplakan  pola kaki Shaun. Jadi, yang hitam hanya bagian kaki saja ^^


Jadinya seperti ini... Tapi lihat...tidak rapi kan bagian atasnya (flanel hitam)... Gunting untuk meratakannya (lihat foto bawah)

Kakinya sudah rapi. Jangan lupa ekornya... Buat potongan ekor sesuai selera, tempelkan di pola badan bagian belakang. (setelah jadi, baru sadar kalau ekor Shaun warnanya putih... )


 Beri lem bagian tengah bawah kuping Shaun. Tekan ujungnya....

Tempelkan kedua kuping Shaun di lembaran pola kepala belakang...
                  
Jahit feston badan dan kepala Shaun, sisakaan sedikit lubang untuk memasukkan dakron.

Kepala dan badan telah di isi dakron

Ambil tali kur warna putih, tarik ujungnya...teruuuss tarik hingga terurai panjang.
Uraian tali kur ini akan digunakan untuk aksen bulu domba.

Jika sudah cukup panjang, mulai tempelkan uraian tali kur dengan bantuan lem... Butuh kesabaran, karena nempelinnya harus sedikit-sedikit, satu baris-satu baris...

 Tempelkan secara melingkar di seluruh badan / sesuai selera (tampak depan)

 Tampak belakang



Tempel terus hingga penuh seperti foto di atas...

Jangan lupa, tempelkan juga di bagian atas kepala...

Jadinya seperti ini...

 Tempelkan mata kocak.... Lem kepala dan badan.

This is it....! Shaun The Sheep ala Nupinupi... 

Masih belum mirip, tapi lumayan laah... Bisa untuk gantungan kunci atau magnet kulkas ^^d

Senin, 26 September 2011

Perpaduan Inspirasi

Posted by Nupinupi at 06.34
Reactions: 
18 comments Links to this post
Sahabat Nupi (panggilan baru nih...^^) pasti sudah tahu kan kreasi Fairy Girl? Tersedia paket belajarnya di sini. Yang ini lhooo...







Kreasi ini saya buat karena terinspirasi oleh kreasi seorang crafter dari luar negeri (sayang sekali, dulu saya tidak mencatat nama dan alamat websitenya).
Kemarin-kemarin...saya melihat kreasi Tiny Doll, karya Mb. PratiwiSusanthy yang ceking-ceking tapi cantik. Langsung deh ingat Fairy Girl, dan terlintas ide...pasti unyu kalau dikombinasikan. Setelah corat-coret desain...bikin pola...jadilah... Taraaaaa........




Seperti biasa, setiap kreasi saya beri nama supaya mudah mengidentifikasi kalau ada yang tanya-tanya. Namanya Femy. Singkatan dari feminin... ^^v  Ukuran Femy lebih besar dari Fairy. Prinsip membuatnya seperti tutorial Tiny Doll mb Tiwi.
Simpel lho sahabat...hemat dakron. Karena emang gak pake dakron...hihihi.
Materialnya :
- Flanel polos dan flanel motif (tidak mutlak, bisa dikombinasikan dengan perca atau 
  spunbond motif)
- Aneka pita
- Tali (kalau saya menggunakan tali kepang)
- Aneka parel untuk hiasan
- Lem uhu
- Benang jahit
Sudah...hanya itu... Yang penting adalah permainan warna ^^. Silakan di coba...



Jumat, 23 September 2011

Paket Belajar Flanel "Tirai... Kids Climbing"

Posted by Nupinupi at 07.49
Reactions: 
34 comments Links to this post
Senangnyaaa... Desain yang tadinya hanya coretan berhasil saya wujudkan dalam bentuk nyata. Butuh waktu satu bulan untuk merealisasikannya. Dimulai dari mencari ide...corat-coret. Lalu menentukan tema, membuat pola, dan terakhir..mencoba. 

Tema tirai ini memang saya tujukan untuk anak-anak, tapi unisex...jadi bisa untuk anak laki-laki maupun perempuan. Selama 4 hari penuh saya mengerjakannya... Yang sulit adalah mengatur angle si kids agar benar-benar tampak seperti sedang memanjat tali dan bergelantungan. Bagaimana supaya baju, rambut, tangan, kaki, bahkan syalnya...mirip anak-anak 'sungguhan' yang sedang memanjat. Hasilnya....silakan dinilai... ^^








Favorit saya, si cewek berkuncir dua tuuh..yang pakai syal... :D
Spesifikasi : Tinggi Boneka = 12 cm
Lebar Tirai = 84,5 cm
Panjang ke bawah = 87 cm

Paket lengkap = Rp.175.000 (Bahan,Tutorial,Pola)
Paket hemat = Rp.86.000 (Tutorial,Pola)

Tutorial = 24 lembar full color
Pola = 3 lembar + pola huruf

Bahan paket lengkap :
1. Flanel polos uk 94 x 48 cm = 1 lb
2. Flanel motif polkadot uk 22 x 33 cm = 2 lb
3. Flanel motif garis uk 22 x 33 cm = 2 lb
4. Flanel polos 23 x 23 cm = 8 lb
5. Tali kur = 5 m
6. Pita beludru
7. Parel-parel
8. Pita/bis pelangi = 1,5 m
9. Benang
10. Dakron
Baru kali ini saya membutuhkan waktu lama untuk membuat perhitungan harga jual produk saya. Sampai dua hari..baru saya sah-kan (sendiri,hehehe). Kenapa? Karena menurut saya harganya 'kurang bersahabat'.. Sudah saya korting sana-sini, pepet sana-sini, hapus sana-sini...tetap saja masih tinggi. Lalu saya tidur, siapa tahu besok pagi berubah sendiri.. Ternyata, esoknya...masih tetap sama, hahahaha. Tapi setidaknya otak sudah fresh dan bisa  berpikir jernih untuk menganalisis..kenapa biayanya setinggi ini. Sebelumnya, saya minta maaf jika membuat  'penonton' kecewa dengan harga 'tiket' yang tidak disangka-sangka. 
Jadi begini, berdasarkan pengalaman yang telah lalu dan masukan dari Sahabat-sahabat Nupi...bahan-bahan paket belajar baru saya berikan secara maksimal. Jika kemarin-kemarin harga paket lengkap tidak begitu tinggi, itu karena jika seharusnya memakai gantungan kunci ring (misalnya), saya berikan gantungan kunci ulir yang harganya jauh lebih murah. Yang semestinya memakai flanel motif, saya berikan flanel polos, dan lain-lain. Saya melakukan hal itu untuk menekan biaya produksi, bukan melakukan penipuan. Karena biaya produksinya saya sesuaikan dengan harga bahan baku, tidak ada mark up.  Jadi, jika paket belajar baru ini harga paket lengkapnya (banyak yang menilai) tinggi...ada jawaban yang reasonable. Ono rego, ono rupo. Ada harga, ada rupa. Apa yang anda dapatkan, sepadan dengan harga yang anda bayarkan ^^v 

Info order 089636906864 (sms only) atau kunjungi FB Paket Belajar Flanel :)

Bahan-bahan
Paket lengkap diy Kids Climbing



Jumat, 09 September 2011

YUK... MERUMUSKAN VISI MISI.

Posted by Nupinupi at 22.28
Reactions: 
6 comments Links to this post
Apa itu visi misi?
Seberapa pentingkah visi misi dalam memulai  sebuah usaha (skala kecil sekalipun)?
Sepertinya ini bahasan yang berat ya... ^^v

"Ah, usaha saya kan cuma jahit flanel, kecil-kecilan. Pake visi misi segala. Kaya perusahaan besar saja." (Tidakkah teman2 ingin suatu saat usahanya menjadi besar? Kecuali teman2 ingin perkembangan usahanya begitu-begitu saja)

"Usaha saya mah ngalir aja...gak perlu pake visi misi. Ada orderan sukuurr, kagak ada juga kagak apa-apa. Namanya juga sambilan." (no comment kalo yang ini,hehehe)

"Visi misi?? ini mau dagang apa bikin partai??" (hahahhahahaha....)

Kalau di minta menjelaskan secara ilmiah, apa itu visi misi...saya tidak bisa menjawab. Tapi kalau sesuai daya tangkap saya, secara sederhana, visi adalah tujuan jangka pendek. Sedangkan misi adalah tujuan jangka panjang/keseluruhan. 

Menurut saya, visi misi sangat penting. Visi misi ibarat peta penunjuk arah. Tanpa penunjuk arah juga bisa sampai ke tempat tujuan, tapi lama (nyasar-nyasar dulu). Kita akan ketinggalan teman-teman lain yang punya  penunjuk arah , atau bahkan berhenti di tengah jalan karena bosan/gagal/putus asa (nggak sampai-sampai sih).

Bagi pengusaha kecil seperti saya, justru saya merasa sangat membutuhkan rumusan visi misi, kenapa?
  1. Saya menjadi tahu, produk apa yang akan saya jual. Semakin fokus semakin baik. Memang, kadang-kadang saya ingin menjual semua produk (karena kepengen melihat teman-teman bikin ini...itu...). Tapi...banyak produk akan menjadikan semua produk itu biasa-biasa saja. Karena pikiran kita bercabang-cabang. Jika kita fokus produk, tentu pikiran kita sepenuhnya tercurah pada explorasi produk tersebut. Sehingga hasilnya pun maksimal. (Kecuali toko yang menjual kebutuhan sehari-hari. Makin komplit, makin disukai pelanggan).
  2. Karena modal saya kecil, saya harus tahu fokus belanja saya. Sehingga bahan-bahan modal yang saya beli tepat sasaran. Jika saya tidak punya visi misi, kemungkinan besar modal kecil saya berhamburan kemana-mana. Karena kecenderungan saya kalap kalau sedang belanja bahan. Inginnya semua di beli. Padahal belum tentu saya butuhkan (saat itu).
  3. Saya jadi tahu step-step pengembangan usaha yang harus saya tempuh. Setelah A..B. Setelah B..C...dst. Perkembangan usaha menjadi mudah dikontrol.
  4. Dengan adanya visi misi, saya sudah bisa membayangkan seperti apa usaha saya di masa yang akan datang (terwujud/tidaknya..urusan belakangan). Itu menjadi pemacu semangat saya. Ketika saya mulai bosan, jenuh atau bermalas-malasan...saya akan mengingatkan diri sendiri, bahwa jika saya berhenti sekarang/menunda-menunda, bayangan indah masa depan itu tidak akan terwujud/lama tercapainya. Itu adalah support ampuh yang membuat saya wake up kembali
  5. Pikiran saya jadi fokus, sehingga mampu menghasilkan ide-ide cemerlang.

Dan masih banyak lagi manfaat yang saya rasakan dengan memiliki visi misi. 
Ok, agar lebih mudah memahami, saya berikan contoh visi misi usaha saya.
Visi : 
  • Menyalurkan hobi (membuat apa saja yang berhubungan dengan kain flanel)
  • Senang dan ingin selalu membuat desain-desain baru
  • Ingin punya penghasilan sendiri.
  • Sangat menyukai hal-hal yang berbau enterpreneur.
  • Ingin berbisnis sekaligus berbagi (ilmu maupun harta)
Misi :
  • Menciptakan lapangan kerja seluas-luasnya. Sehingga bisa membantu banyak orang.
  • Mengumpulkan amal jariyah sebanyak-banyaknya melalui bisnis (=ibadah) yang saya lakukan.
  • Saya ingin kaya. Karena suatu saat nanti ingin membangun pondok pesantren/asrama yang bisa menampung minimal 100 anak yatim dan biaya hidup/sekolah mereka saya yang menanggung/gratis.
  • Membahagiakan orang tua dan keluarga.
Bagaimana? Sudah punya gambaran? Masih menganggap visi misi tidak penting? :)

Di bawah ini ada beberapa pertanyaan yang mungkin bisa membantu teman-teman untuk mengetahui seberapa besar keseriusan teman-teman memulai usaha flanel dan merumuskan visi-misi.
  1. Bagaimana awal perkenalan teman-teman dengan kain flanel?
  2. Apa yang teman-teman pikirkan pada saat itu (tentang kain flanel?)
  3. Apa yang membuat teman-teman jatuh cinta pada kain flanel/kerajinan flanel?
  4. Apa yang membuat teman-teman mantap memulai usaha di bidang ini (flanel)?
  5. Saat ini, apa yang paling teman-teman inginkan (seputar kerajinan flanel)? (boleh berupa barang, keahlian,atau sesuatu yang abstrak. Mis : ingin punya gunting zigzag,ingin bisa membuat toples kue, ingin menemukan toko bahan kerajinan yang super lengkap lagi murah)
  6. Di masa yang akan datang, ingin seperti apa perkembangan usaha flanel teman-teman? Gambarkan secara detail dan yakinkan diri bahwa yang teman-teman tuliskan itu akan menjadi kenyataan, meskipun untuk saat ini terlihat konyol/muluk-muluk. 
Jangan malu-malu untuk menjawab jujur semua pertanyaan di atas. Toh jawaban itu hanya teman-teman sendiri yang tahu :)


Selamat merumuskan :)

Minggu, 04 September 2011

100% Handmade.. Kelebihan, kekurangan dan upah asisten

Posted by Nupinupi at 23.29
Reactions: 
23 comments
Sebelumnya...tidak pernah saya membayangkan bisa membuat sesuatu, laku di jual, mendapat respon bagus dari pasar lagi. Pertama kali saya berhasil membuat sebuah kreasi dari kain flanel, senangnya bukan main. Bagaimana perasaan anda saat itu? Dan lebih senang lagi, ketika ada teman yang berminat. Saya ingat sekali siapa konsumen pertama saya (lebih tepatnya 'korban'),hehee.... Dia adalah teman kost, yang di beli pencil case warna hijau muda dengan aplikasi bunga dan lebah. Harganya...kalau tidak salah Rp.3.000. Setelah itu, pesanan mulai berdatangan. Awalnya senang, tidak merasa capek apalagi bosan. Tapi lama-lama...mulai merasakan butuh sesuatu untuk meningkatkan produktifitas sekaligus menghemat tenaga. Yang ada di benak saya adalah :
1. Ada nggak sih alat untuk memotong pola dalam jumlah banyak dan rapi hasilnya?
2. Ada nggak sih mesin jahit feston?
3. Ada nggak sih alat untuk membuat aneka aplikasi dari kain flanel, jadi kita tinggal nempel-nempelin aja?
4. Ada nggak sih orang yang mau membantu kita, dengan kualitas jahitan yang sama dengan kita?
Dan masih banyak lagi pertanyaan yang intinya saya ingin suatu percepatan produksi. 

Saya pikir...hanya saya yang berpikiran seperti itu. Tapi setelah memiliki banyak teman di FB, bergabung dalam sebuah grup pecinta flanel...sering membaca status atau diskusi mengenai kendala-kendala (seputar  produksi) menjadi crafter 100% handmade, saya baru menyadari...ternyata permasalahan ini tidak hanya saya sendiri yang merasakan.
Jika hal ini ternyata adalah permasalahan umum...pasti ada banyak model solusi yang bisa kita dapatkan. Karena masing-masing crafter akan mencari dan menerapkan solusi yang paling relevan dengan kondisi mereka.

100% handmade mempunyai kelebihan dan kekurangan. 
Kelebihan :
a. Khas. 
Tangan setiap orang di dunia ini akan menghasilkan barang yang berbeda satu sama lain. Meskipun kita berusaha meniru semirip mungkin,pasti hasilnya berbeda.
b. Unik
Tidak ada yang lebih unik dari handmade. Karena barang handmade di buat dari mesin 'hidup' yang dilengkapi dengan sparepart enam indera perasa (+ indera ketujuh bagi yang memiliki), emosi, dan akal pikiran (kecerdasan). Sparepart tersebut asli ciptaan Tuhan, bersifat fleksibel dan potensinya tak terbatas (selama kita mau meng-explore-nya). Adakah mesin pabrik yang bisa menandingi? :)
c. Detail
Hanya dalam kreasi handmade-lah detail itu ada. Tapi, tidak semua crafter mau/bisa membuat detail dalam setiap kreasinya. Maka..inilah yang dinamakan unik dan khas dalam kreasi handmade.
d. Susah ditiru
Desain kreasi handmade berpotensi besar untuk ditiru. Anda khawatir jika ide-ide kreatif anda di jiplak? Seharusnya anda senang, karena itu mengindikasikan ide kreatif anda sukses menarik minat orang lain :D
Anda tentu sudah tahu, saya menjual paket belajar flanel/diy kit. Apa yang saya kirimkan ke pelanggan semua sama (tutorial, pola, dan bahan). Tapi begitu melihat hasilnya...tidak ada satupun yang sama. 100% berbeda. Hal ini terjadi karena : a) Daya tangkap masing-masing orang berbeda. Persepsi masing-masing pelanggan terhadap tutorial yang saya berikan beda-beda. b) Kreatifitas masing-masing orang berbeda. Makin kreatif orang tersebut, jarang sekali yang patuh mengikuti tutorial saya. Dia akan membuat modifikasi-modifikasi yang mengakibatkan hasil akhir berbeda. Tapi itulah yang saya harapkan...dia tidak terpaku dengan tutorial/pola yang saya berikan. Kadang-kadang hasil modifan pelanggan ini malah saya contek balik,hehehe. c) Sentuhan tangan masing-masing orang berbeda. Ada yang bawaannya grabag-grubug...jadi mulai dari menggunting pola-jahit,kurang rapi. Tapi ada juga yang memiliki tangan super, hasil kreasinya selalu rapi tingkat tinggi ^^v Jadi, itulah kenapa handmade susah ditiru.
Tapi...bagi teman-teman yang merasa tangannya tidak memiliki sentuhan super, sentuhannya malah destroyer...jangan jadikan itu sebagai hambatan ya.. Orang yang berbakat/pintar hanya bisa dikalahkan oleh orang yang rajin dan tekun ^^d
Waah..waahh.. Pembahasan mulai melebar! Oke, lanjut!

Kekurangan :
1. Proses pembuatan lama
Jelass...semua serba manual.Gambar pola satu-satu. Gunting pola satu-satu. Jahit tangan satu-satu. Pasang manik-manik satu-satu...
2. Produktifitas kecil
Tentu...karena proses pembuatannya lama, otomatis produktifitasnya kecil (jika dikerjakan sendiri)
3. Pemasukan lambat
Pasti... Harus selesai dulu baru ditarnsfer :D


Lalu, adakah solusi untuk mempercepat produksi?
Kalau ada alatnya, beli alat tersebut. Kalau belum ada alat yang sesuai dengan kebutuhan kita, rekrut asisten. "Tapi nanti hasil jahitannya beda-beda dong..." Benar sekali, tingkat kerapihannya tidak bisa seragam. Dan secara perasaan pun, kita sendiri tidak puas kalau kreasi tersebut sampai ke tangan pelanggan dengan kondisi yang tidak sesuai dengan standar kita. Batin rasanya sakiitt... (duh..lebay). Karena kita tidak sekedar berbisnis, tapi menyalurkan hobi, passion kita di situ. Jadi wajar, jika kita sering tidak rela kalau kreasi kita dikerjakan 'asal-asalan' oleh asisten yang kita rekrut.
Hal ini mengharuskan kita untuk 'tidak patah semangat' mencari kandidat asisten yang sesuai standar kita. Kalaupun kurang-kurang sedikit..kan bisa kita training. Awalnya memang sedikit repot..tapi selanjutnya, kita akan menuai buah manisnya. Jujur, saya sendiri sampai sekarang belum mendapatkan si asisten berbakat tersebut. Bukan karena malas mencari/men-training, tapi tidak ada yang mau/tidak tertarik. Jadi, sementara ini...saya lebih sering melempar order ke crafter lain yang saya 'cocoki'  :)

Lalu...jika kita sudah berhasil merekrut asisten , berapa upahnya?
Masalah ini berkaitan erat dengan penentuan harga pokok produk yang kita jual. Dalam setiap biaya produksi, kita sertakan ongkos pembuatan/jasa jahit. Silakan lihat simulasinya di postingan cara menentukan harga. Misal, satu pc ganci aisyah saya tentukan jasa jahit/pembuatannya Rp.500. Kalau yang menjahit asisten kita/lempar order ke crafter lain, kisaran upahnya maksimal Rp.500. Tapi misal si asisten hanya tinggal menjahit, sementara yang menggambar pola hingga merakitnya itu kita lakukan sendiri, kita bagi dua upahnya. Prosentasenya disesuaikan dengan tingkat kesulitan. Kalau si asisten dapat tugas yang lebih berat, jangan segan-segan untuk memberi bagian prosentase lebih besar ya...selain adil, dia juga akan betah menjadi 'partner' kita ^^,

Selamat berkreasi....





Jumat, 12 Agustus 2011

Kreasi Jadul

Posted by Nupinupi at 09.39
Reactions: 
3 comments Links to this post
Waaa... Nemu kontainer di gudang yang tidak asing. Setelah di buka...isinya bahan-bahan sisa dan beberapa produk flanel yang saya buat pertama kali (tahun 2004-an). Sebagian masih lengkap dengan kemasan plastik, label dan harga.. Hahaha, berarti ini barang gak laku. Nostalgia ke masa lalu dulu aaahh... :)
 
Katalog warna
Katalog warna sederhana ini saya buat untuk memudahkan pada waktu akan memadumadankan warna kain flanel. Pekerjaan padu-padan warna jadi lebih ringan dan cepat. Coba saja... :)

Sumber inspirasi
Ganci "balung iwak" yang sudah buluk-kukuk ini saya beli di pasar malam dekat rumah. Dari sinilah awal menekuni felt craft. Tertarik dengan kain flanel sudah lama, sejak SMP. Tapi baru disalurkan setelah mendapatkan ganci "balung iwak" ini (kuliah)

Add caption
 Kreasi-kreasi saya sewaktu masih pemula. Modelnya mencontek dari internet.
 Labelnya saya buat dari kertas HVS warna dan di fotocopy. Sederhana sekali kan?! :)


Ini adalah aplikasi untuk hiasan dompet HP. Tapi tidak pernah saya tempelkan di dompet HP manapun yang saya buat, karena sayang...jahit manik-maniknya tuh...lama! Dan untuk saya pribadi di masa itu, kreasi saya ini udah te o pe be ge te dah. Jadi cuma di simpan. Hahaha...

dompet hp dari spunbond
Waktu itu kain spunbond belum ada yang bermotif, polosan semua.... Tapi, karena murah..saya beli. Saya pikir saya bisa mengkombinasikannya dengan kain flanel. Jadinya seperti itu... ^^ Itu ada tali pendeknya, tapi dilipat ke belakang dompet, nggak kelihatan.

dompet koin

Dompet koin ini lumayan laris manis. Banyak temen kuliah dan temen kost yang membeli. Dompet ini saya jahit tangan semua. 

dompet pensil




Dompet pensil ini 90% nya jahit mesin. Hanya aplikasinya yang jahit tangan. Kebanyakan malah hanya saya lem. Dompet pensil ini, barang readystok-nya kurang laku, eh..gak laku sama sekali malah. Tapi...yang pesan customize banyak coy...hehehe. Yah, biasalah...jaman dulu juga orang-orang sudah pada suka narsis. Pesan dengan nama, minta di kasih gambar kartun idolanya. Mahasiswa itu...bukan anak SD. ck..ck...ck...

Tidak penting, tapi semoga menginspirasi :)
 

nupi-nupi Copyright © 2012 Design by cutelittleowl.com