Selasa, 18 Januari 2011

Cara menjahit manik mata (Revisi)

Posted by Nupinupi at 00.55
Reactions: 
8 comments Links to this post
Hai teman-teman crafter.... Ini ada selipan tutorial yang akan saya bagi. Bahasan yang sepele, tapi membawa banyak pengaruh. Pengaruh untuk apa/siapa? Yuk disimak.... :)

Teman-teman pasti punya cara sendiri-sendiri ketika memasang mata di boneka kan? Ada yang di jahit, di lem, digambari,atau pakai mata kocak. Bentuk mata, besar kecilnya mata dan cara memasang mata membawa pengaruh besar pada 'kecantikan' boneka kreasi kita. Kalau kita hanya asal membuat mata/menaruh mata...wajah si boneka bisa menjadi tidak cantik/aneh. Padahal 'kecantikan' boneka memengaruhi daya tarik dan harga jual. Ya kan? hehehe. Yang akan saya share kali ini adalah cara memasang manik mata di boneka kreasi kita (terutama flanel) agar terlihat cantik (menurut saya...^^)

1. Ini adalah bulatan kepala boneka yang sudah di isi dakron.

2. Beri tanda untuk posisi mata dan mulut menggunakan bolpen. Samar-samar saja...supaya nanti tidak terlihat waktu di jahit.
3. Siapkan manik-manik mata yang akan dijahit.
 4. Tusukkan jarum dari belakang kepala, tembus ke depan...


4. Masukkan manik mata....
 5. Tusukkan jarum arah menyerong dengan jarak agak sedikit jauh dari manik mata. Tarik agak kencang benang di belakang kepala, sehingga manik mata sedikit tenggelam.

6. Hasilnya seperti ini. Mata boneka tampak memiliki bulu mata lentik.

 7. Tampak belakang
 8. Cantik bukan?? ^^,


Selamat mencoba....

Berdasarkan saran teman-teman..., "mulutnya sekalian dooong..."... Nih,saya tambahkan cara menjahit mulutnya... ^^, Tq untuk sarannya...

Gambar dulu lengkungan mulutnya dengan bolpen merah, samar-samar saja.. Lalu kita jahit mulut dengan benang merah. as simple as that.... =)

Rabu, 05 Januari 2011

TUTORIAL MEMBUAT JEPIT RAMBUT CANTIK

Posted by Nupinupi at 08.09
Reactions: 
27 comments Links to this post
Assalamu'alaikum...  Saatnya berbagi tutorial :)

Teman-teman pasti sudah pernah membeli jepit rambut kan? Jepit rambut di pasaran sangat banyak dan bervariasi, mulai harga seribuan sampai puluhan ribu. Tergantung kualitas tentunya. Naah...kali ini kita akan membuat jepit rambut murah meriah tapi mewah dan limited edition... ya iyalah...kan buatan sendiri. Yuk kita coba....
1. Pertama-tama, siapkan 2 macam warna kain flanel (terserah, yang penting harmoni warnanya cocok). Sebelumnya, buatlah dua ukuran pola kelopak bunga menyerupai tetes air tapi ujungnya datar. Ukuran satunya lebih kecil. Lalu jiplak pada kain flanel, masing-masing 6 buah. Warna tua digunakan untuk kelopak yang besar. Sedangkan warna muda untuk kelopak kecil. Jika terbalik, perpaduannya menjadi kurang menarik.

2. Beri sedikit lem pada kelopak yang besar, lalu tempelkan kelopak kecil ditengah atas kelopak besar. Lakukan hal yang sama pada kelopak lainnya.

3.Lipat kelopak menjadi dua, lakukan hal yang sama pada kelopak lainnya. Rangkai dengan benang jahit.


4. Setelah rangkaian kelopak disatukan, beri hiasan di tengahnya agar lebih menarik. Saya punya manik hijau besar, jadi saya jahit ditengahnya. Misal teman-teman punya barang/ide lain, pasang saja...jangan ragu-ragu. Buat dua buah kreasi seperti ini.


5. Siapkan jepit otomatis polos yang berukuran tanggung


6. Potong kain flanel warna senada kelopak besar sebagai penutup jepit. Lebarnya sama dengan jepit otomatis, tapi lebihkan panjangnya -/+ 1 cm dari panjang jepit.


7. Beri lem lilin pada batang besi jepit, tempelkan kain flanel penutup tersebut.


 8. Jepit rambut dan aplikasi bunganya sudah siap.

 9. Tempelkan aplikasi bunga flanel pada jepit rambut menggunakan glue gun.

 10. Cantik kan.. :) Thank's for my model, mbak nikita..... hehehehe.

Senin, 03 Januari 2011

OOh NO! FOTO KREASIKU DI COPAZ....

Posted by Nupinupi at 03.48
Reactions: 
21 comments Links to this post

Perkembangan jaman selalu memunculkan tren baru. Salah satunya adalah tren Online Shop (OS). Sekarang siapa saja bisa membangun OS (termasuk saya…hehehe). Berawal dari hobi membuat aneka kreasi dari kain flanel, saya belajar memasarkannya lewat internet. Karena ternyata lebih mudah, murah dan luas jangkauannya.
Tapi, tak ada usaha tanpa risiko. Kreasi-kreasi saya (maksudnya fotonya) dibajak orang yang tidak bertanggungjawab. Itulah tren tandingan online shop, budaya meng-copaz foto orang lain, kemudian di klaim sebagai karya sendiri. Kalau di copaz hanya untuk referensi pribadi sih saya pikir tidak masalah.

Sering saya baca keluhan teman-teman FB atau blog yang tahu foto kreasinya sudah menjadi “katalog produk” orang lain. Tanpa seijin sang pemilik tentunya. Kesal…itulah yang kita rasakan. Susah payah kita membuat, tau-tau diklaim orang lain.

Tapi tahukah teman-teman, bahwa itu adalah tanda… karya kita bagus dan punya pengagum/fans  ^^d  Sehingga orang lain berani mengambil risiko, mempertaruhkan reputasinya di dunia maya.

Lalu, apa yang sebaiknya kita lakukan? Kalau saya….
  1. Bersyukur… Alhamdulillah, karya saya banyak yang suka
  2. Memperbaiki logo yang mungkin terlalu kecil/mudah dihilangkan/ditutup oleh calon pembajak foto-foto kita.
  3. Mem-protect foto-foto kita (seperti di flickr.com atau web-web tertentu), sehingga tidak bisa dicopaz. Tapi saya belum tau caranya nih....
  4. Terus menciptakan kreasi-kreasi baru.
Lhoo?? Kok tidak ada poin M.E.L.A.B.R.A.K ?? Baik secara langsung maupun tidak langsung (lewat milis atau grup yang kita ikuti).

Ya, perbuatan orang itu memang tidak terpuji dan tidak bertanggungjawab. Karena telah mengklaim sesuatu yang bukan kreasinya sendiri. Dan secara tidak sadar, dia telah melakukan penipuan terhadap konsumen. Produk yang mereka tawarkan, tidak sama dengan yang di terima konsumen. Namanya handmade, tidak mungkin sama kan, meskipun dia berusaha membuat semirip mungkin. Akhirnya, antara foto dan produk yang dikirim…lain! Ya kalau lebih bagus, kalau lebih jelek?! Kan namanya menipu.

Mari kita tambahkan saja poin ke-4 dengan “berterimakasih kepada si pembajak”…. Lhah?? abnormal  nih! Mungkin seperti itu pikiran teman-teman.
  1. Terimakasih sudah menyukai kreasi saya
  2. Terimakasih sudah mempromosikan kreasi saya dengan suka rela
  3. Terimakasih sudah membuat saya terpacu untuk menciptakan kreasi-kreasi baru yang lebih menarik
  4. Terimakasih sudah “mematikan bisnis anda sendiri secara perlahan-lahan”.
Penjelasannya adalah sebagai berikut.
-       - Terimakasih sudah menyukai kreasi saya
Itu jelas,dia pasti suka dan mengagumi karya kita.
-       - Terimakasih sudah mempromosikan kreasi saya dengan suka rela
Di mana letak promosinya? Dia kan menghilangkan identitas creator asli?! Entah bagaimana caranya, hampir selalu ada petunjuk kalau foto kita diklaim tanpa ijin. Hukum alam ternyata juga bekerja di dunia maya. Nah…lama-lama orang juga akan tau,siapa creator aslinya. Ada hubungan sebab akibat di sini. Karena si A memajang kreasi kita…si B jadi tertarik dengan foto yang di pajang si A….dst. Lalu suatu saat si B jalan-jalan antar OS, nemu OS kita…ada kreasi yang sama persis dengan yang di pajang si A. Reaksi si B pasti lain…tidak hanya sekedar window shopping, tapi juga mampir trus ngajak ngobrol si pemilik OS. Bisa jadi berlanjut ke belanja atau si B jadi punya sugesti, bahwa kreasi kita keren, buktinya si A sampai mengklaimnya.hehehe… Trus, ada kemungkinan si B juga menginformasikan ke teman lain., sehingga banyak yang penasaran. Akhirnya popularitas kita jadi naik. Coba kalau si A tidak pernah memajang foto kita di albumnya…mungkin si B waktu lewat OS kita, hanya sambil lalu…karena (mungkin) tidak ada hal yang menarik perhatiannya. Hahaha, sepertinya terlalu lebay deh. Tapi logis kan?... hehehe.
-       - Terimakasih sudah membuat saya terpacu untuk menciptakan kreasi-kreasi baru yang lebih menarik
Ketika kreasi-kreasi kita di klaim, pikiran terbaik yang harus kita tanamkan adalah kreasi apa lagi yang bisa saya buat…lebih baik dari yang sudah-sudah. Buat se-orisinil dan seunik mungkin. Terus membuat…sehingga di pembajak keteteran sendiri.
-       - Terimakasih sudah “mematikan bisnis anda sendiri secara perlahan-lahan”.
Dunia maya tidak jauh beda dengan dunia nyata. Informasi atau gosip apapun cepat menyebar. Termasuk bila ada seseorang yang telah melakukan copaz untuk di klaim sendiri. Teman-teman di dunia maya juga akan saling memberitahu dan memperingatkan bila ada indikasi kecurangan/ketidakjujuran. Bila hal itu terjadi, si peng-copaz sudah menyandang citra buruk tanpa dia sadari, sehingga teman-teman lain akan berhati-hati terhadapnya. Meskipun dia mengganti nama identitas…tapi selalu saja ada yang tau dan menginformasikan ke khalayak, bahwa dia oknum yang sama ( saya sudah beberapa kali mengetahui seseorang yang sudah di “blacklist” karena suka ngopaz foto untuk di klaim kreasi sendiri, mengganti akunnya. Tapi entah bagaimana, saya/teman lain bisa secara tidak sengaja menemukan profil dia dengan nama baru. Hal ini membuktikan..bahwa sebenarnya dunia maya ini hanya seluas daun kelor.hahaha). Seperti itu kan mematikan langkahnya sendiri….mana ada yang mau membeli kreasinya, kecuali orang yang tidak tahu trackrecord-nya.  Jadi berkurang kan rival kita??

Di balik sebuah kasus yang tidak menyenangkan, kadang-kadang ada keuntungan immateriil yang tidak kita sadari. Dan di balik keuntungan instan, kadang-kadang ada kerugian jangka panjang yang harus di bayar. Kita secara nyata dirugikan oleh peng’klaim’ foto kita, tapi ada sisi positifnya, yaitu popularitas dan eksistensi. Semua itu tidak bisa kita beli dengan uang. Sebaliknya, si peng’klaim’ yang tidak mau repot, memajang foto kita sebagai kreasinya…hanya akan merasakan keuntungan sesaat. Setelah itu dia harus membayar kerugian-kerugian immateriil yang tidak dia pikirkan sebelumnya.

Mungkin pemikiran saya ini kurang nyambung dengan teman-teman. Tapi sekali lagi…itu sah-sah saja.  Yang pasti, semakin banyak yang mengklaim karya kita, semakin membuktikan eksistensi kita! Salam kreatif... :))
 

nupi-nupi Copyright © 2012 Design by cutelittleowl.com