Senin, 21 Februari 2011

LET’S GO GREEN

Posted by Nupinupi at 20.34
Reactions: 
5 comments Links to this post
Teman-teman yang sudah pernah berbelanja di Griya Kreasi Nupi tentu sudah tau…bagaimana packaging paketnya. Pakai kertas Koran! 


Mungkin ada beberapa yang ‘tidak masalah,hanya kemasan’, tapi ada juga yang berpikiran ‘nggak modal banget…mbungkus pake Koran. Biar untungnya makin gede nih’. Hahaha, yang terakhir ini hanyalah prasangka buruk saya. Tidak bermaksud menuduh. Semoga saja tidak ada yang benar-benar berpikiran seperti itu.

Sebenarnya, tidak ada maksud hati untuk memberikan servis yang asal-asalan atau niat nyari untung lebih besar. Tidak ada maksud untuk tidak menghargai konsumen. Saya hanya ingin memanfaatkan limbah rumahtangga yang masih bisa digunakan. Terutama kertas. Kertas merupakan barang konsumsi yang sangat dibutuhkan, tapi juga mudah untuk disia-siakan. Padahal, untuk membuat kertas…berapa banyak batang pohon yang ditebang, sehingga bumi kita akhir-akhir ini makin panas saja.

Berdasarkan pemikiran tersebut, saya hobi mengumpulkan barang-barang bekas pakai yang masih bisa digunakan lagi. Seperti ;
- Plastik belanjaan --------- untuk tempat sampah, terutama plastik yang degradable
- Koran/tabloid ----------- artikel-artikel yang menarik/bermanfaat saya gunting dulu (menjadi kliping), lalu yang lainnya untuk kemasan.



- Kardus susu/makanan ----------- untuk membuat pola atau lainnya sebagai pengganti kertas duplex
kardus susu dari tetangga
- Katalog Hypermart/Carrefour ----------- katalognya kan bagus-bagus tuh, kertasnya halus dan lebar. Saya gunakan untuk bungkus kado (hahaha, bener-bener ya… secara, kertasnya berwarna dan halus, tidak jauh beda kan dengan kertas kado?! Tapi ya lihat-lihat event dan orang yang mau diberi kado. Tidak semua orang beruntung dapat kado berbungkus katalog dari saya ^^v) atau saya gunakan untuk alas di rak.



- Kalender dinding bekas --------------- kertasnya lebaaarr….asik untuk menggambar-gambar sketsa.
- Kertas-kertas reject/salah print -------------- menjadi label alamat dan nota.


- Dan lain-lain yang kurang pantas untuk disebutkan :D
 
Kembali ke masalah kemasan paket…kenapa pakai koran? Pertama, di rumah…koran-koran itu makin menumpuk. Tadinya hanya saya ‘kilo-in’ ke tukang loak. Tapi , ketika ada ide menjadikannya kemasan paket, dan oleh JNE diperbolehkan….bye-bye tukang loak ^^,
Kedua, barang (koran) itu masih bisa digunakan….jadi kenapa tidak dimanfaatkan semaksimal mungkin hingga tidak bisa digunakan lagi.
Ketiga, kemasan biasanya hanya akan di robek dan di buang. Jadi…misal saya menggunakan kemasan yang bagus (beli), toh nasibnya akan sama…di buang. Karena sangat langka orang yang membuka kemasan paket dengan hati-hati, di jaga jangan sampai robek, kemudian di simpan kemasannya.

Kalau ada yang mengatakan,’dikiloin juga akhirnya di daur ulang dan jadi kertas lagi, sama-sama bermanfaatkan?!’ Iya, tapi secara penggunaan…koran itu baru terpakai 1x, sewaktu menjadi koran. Setelah itu, di daur ulang. Coba kalau setelah menjadi koran, kita gunakan untuk kemasan, kemudian si penerima paket juga menggunakannya untuk kemasan lagi…begitu seterusnya, sampai koran itu benar-benar tidak bisa lagi digunakan. Berapa berapa biaya produksi yang bisa di hemat dan berapa batang pohon yang kita selamatkan?!
Untuk menyelamatkan bumi kita yang mulai rusak ini, kita bisa memulainya dari hal-hal yang kecil, yang dianggap sepele. Padahal dari hal kecil itulah,jika semua orang atau sebagian saja mau melakukan, bumi kita tentu akan lebih baik, lebih awet, dan nyaman untuk kita tinggali. 

Mulai dari diri sendiri, mulai dari hal yang kecil, dan mulai dari sekarang……
Let’s Go Green, Save the World  \\(^^)//

Jumat, 18 Februari 2011

Griya Kreasi Nupi BAGI-BAGI hadiah

Posted by Nupinupi at 16.33
Reactions: 
6 comments Links to this post
Alhamdulillah.... Akhirnya tiba juga saat ini. Sebagai wujud rasa terimakasih kepada teman-teman...yang  telah mendukung dan menyukai kreasi-kreasi Paket Belajar Flanel, Griya Kreasi Nupi akan membagi-bagikan hadiah kecil kepada teman-teman :)

Hadiah-hadiah kecil itu berupa JAM DINDING IMUT dan PAKET TUTORIAL. Semuanya gratis, tanpa ongkos kirim. Teman-teman hanya tinggal menuliskan TESTIMONI (bagi yang sudah pernah belanja paket DIY di Griya Kreasi Nupi) atau REQUEST (bagi yang belum/sudah pernah belanja paket DIY di Griya Kreasi Nupi). So simple kan... ^^,

Penyelenggaraan acara ini di http://www.facebook.com/paketbelajarflanel. Jadi jangan memberikan testimoni/request di sini ya. Langsung saja menuju TKP, yaitu Album TESTIMONI dan Album REQUEST.

Siapa saja boleh ikut, tapi harus sudah berteman dengan Griya Kreasi Nupi/Paket Belajar Flanel. Syarat dan ketentuan lengkap, silakan baca sendiri di bawah masing-masing foto. Oh ya...sekedar info, hadiah paket tutorialnya belum pernah dipublikasikan. Jadi nanti pemenangnya akan menjadi orang pertama yang mengetahui paket tutorial 'secret' tersebut, gratis pula. Hohohoho...

Tunggu apa lagi...?! Ikut dan tunggu hadiahnya di kirim ke alamatmu! $))



Kamis, 17 Februari 2011

KURANG JELAS ATAU MALAS BACA??

Posted by Nupinupi at 00.41
Reactions: 
0 comments Links to this post
Sebelumnya saya mohon maaf kepada teman-teman kalau artikel ini kurang berkenan. Dulu…ketika saya belum membuka online shop (OS), dulu..ketika saya belum mempunyai blog, saya sering membaca pertanyaan-pertanyaan dari calon konsumen kepada si pemilik OS atau blog…yang jawabannya sebenarnya sudah ada di depan mata atau setidaknya ada album/link tersendiri yang berisi tata cara, keterangan harga atau keterangan-keterangan lain yang berkaitan dengan pertanyaan tersebut. Saya sering heran…’lhah…di atas tadi sudah ada keterangan lengkap, kok di bawah masih ada yang tanya?’… padahal kalau si calon pembeli OS tersebut mau menggerakkan jarinya sedikit saja untuk memindahkan kursor…jawabannya sudah ada sebelum ditanyakan :)

Kasus nyata, ada sebuah OS yang ramai pengunjung. Menurut saya, OS tersebut sudah sangat jelas memberikan keterangan harga, tata cara pemesanan, packing dan lain-lain. Bahkan ada FAQ yang sudah mencakup semua jawaban yang sering ditanyakan calon pelanggan. Itu juga…………di bawah keterangan yang super jelas tersebut ada yang menanyakan hal yang semestinya tidak perlu ditanyakan lagi kalau dia mau sedikit melirik ke atas.
 Dan ternyata….sekarang saya mengalami sendiri hal seperti itu. Contoh yang paling sederhana adalah keterangan harga. Di bawah masing-masing foto produk sudah diberikan keterangan lengkap, harga, ukuran dan fasilitas yang di dapatkan.. Tapi di kotak komentar bawahnya, masih saja ada yang bertanya “harganya berapa?” Subhanallah…. Budaya instan dan tidak mau repot baca ini melekat di sebagian besar calon pelanggan.

Pertanyaan-pertanyaan yang sudah ada jawabannya seperti itu, apalagi tercantum jelas di bawah foto produk, jujur…kadang-kadang membuat saya ‘cape deee’. Percaya tidak percaya, bisa habis waktu sehari  untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan ‘klasik’ tersebut. Padahal masih banyak ‘PR’ yang harus diselesaikan (Itulah kenapa beberapa OS menetapkan kebijakan orderan hanya lewat e-mail/online di waktu-waktu tertentu saja, supaya jadwal produksi tidak terganggu dan  tugas pokok lainnya juga bisa di handle. Bisa dikatakan…OS kan buka 24 jam,  jadi si pemilik OS harus pintar-pintar bagi waktu). Tapi, saya lebih sering heran daripada ‘cape deee’-nya… Apa kurang jelas keterangan produk yang saya berikan?! Berawal dari keheranan itulah, saya menangkap sebuah pesan positif. Saya mulai instropeksi.
1.       1. Mungkin keterangan yang saya berikan memang kurang jelas bagi para calon pelanggan. Meskipun menurut saya sudah sangat jelas. Hal ini mendorong saya untuk mengadakan perbaikan. Memperjelas keterangan, tata cara/prosedur dan manfaat yang akan diperoleh pelanggan. Mengingat yang sedang saya jalankan adalah OS, ada banyak keterbatasan. Transaksi dan komunikasi jarak jauh, serta barang tidak bisa di lihat secara langsung.
2.       2. Setiap manusia dikaruniai daya berpikir dan pengalaman berbeda-beda. Ada yang cepat menangkap/mengerti, ada yang harus dijelaskan berulang-ulang, ada yang sudah khatam belanja lewat internet, ada juga yang sama sekali belum pernah belanja di internet, bahkan mengenal internet saja baru kemarin sore… ;)
3.       3. Mengakses internetnya lewat HP, jadi kecil-kecil gambarnya. Keterangan juga kurang jelas terbaca. Untuk yang satu ini saya bisa memaklumi.

Setelah memahami hal-hal tersebut, saya mulai bisa slow down ketika menanggapi pertanyaan ‘klasik’. Dari hati yang terdalam, saya mengakui dan berterimakasih….berkat pertanyaan-pertanyaan ‘klasik’ tersebut, OS saya mengalami peningkatan dan perkembangan (di berbagai bidang, tidak harus secara materi/omset ), ilmu saya juga bertambah. Karena dituntut untuk memikirkan sebuah jalan keluar.

Sekarang masalahnya….keterangan sudah jelas, tata cara sudah ada, FAQ juga isinya lengkap.  Tapi calon pelanggan tetap mengajukan pertanyaan ‘klasik’. Kalau seperti itu, dia yang kebangetan karena malas baca atau saya yang masih kurang dalam memberi keterangan?! Mari budayakan membaca ‘aturan pakai’ terlebih dahulu sebelum bertanya. Selain ‘membantu’ pemilik OS, juga demi meningkatkan kualitas diri anda sendiri… Sekali lagi, dengan penuh kerendahan hati…saya minta maaf jika ada pihak yang merasa tersinggung, dan tetaplah bertanya jika memang benar-benar belum mengerti :) 


Salam,
Griya Kreasi Nupi

Senin, 07 Februari 2011

Project House Griya Kreasi Nupi

Posted by Nupinupi at 19.28
Reactions: 
22 comments Links to this post
Awalnya tidak berniat beres-beres, karena 2 hari itu sedang mengerjakan proyek paket DIY baru... Kali ini entah kenapa agak ribet, karena kehabisan ide untuk membuat model baju dan kerudung. Tapi alhamdulillah selesai juga (dipaksa), karena honey sudah ngomeel terus, berantakan semua...nggak bisa lewat, semua tempat sudah ketutup flanel. Hahahaha. Maklum, rumahnya sempit. Setelah beres-beres sedikit,eh..malah jadi ingin membereskan secara besar-besaran. Karena rumah makin lama lama terasa makin sempit. Setelah semua saya bongkar...beneerr kaaan....banyak barang percum tak bergun yang saya simpan (barang yang saya maksud di sini adalah semua keperluan untuk membuat kreasi flanel ya...). Tapi juga nemu barang-barang yang saya pikir sudah habis. Ternyata masih banyak....

Aneka renda, setelah dikumpulkan baru...tau banyak juga (untuk ukuran saya,hihihi)
Renda favorit nih... renda pelangi
Renda dan tali kur

Aduuh... ini barang salah beli....
Lusinan resleting dari tahun 2004, sudah tidak pernah dipakai

Siap di isi dakron

1 kardus produk gagal
1 kardus produk gagal (lagi)
Pita-pita
1 box kontainer pola siap jahit dan siap rangkai (sudah tidak terpakai T.T)
Jepit tiktok tak terpakai (salah beli... Pemesan maunya yang kualitas bagus, meskipun harga mahal)
Iseng-iseng beli dan belum terpakai
1 box kontainer lagi pola siap gunting (heddeeeh...)
BARANG PALING MENYEDIHKAN. Rottary cutter untuk memotong kain flanel. Harganya Rp.110.000 di gramedia. Di coba sekali oke...kedua kali, tumpul. Bahkan untuk motong kertas pun nggak bisa. Sediih dan merasa tak berdaya....)
Aneka kancing
Kancing dan gantungan kunci
Jepit rambut otomatis dan pin
Payet-payet aneka bentuk



Renda gamis, tak kusangka masih ada
Setelah ngumpul, baru tau kalau punya banyak (lagi-lagi untuk ukuran saya...)
Perforator
Kreasi-kreasi yang lulus uji. Sebagian lagi sudah laku terjual.
Semua yang di foto ini adalah versi sudah ngumpul sesuai kategori dan rapi. Tadinya bececer sendiri-sendiri.... Makanya makan tempat banyak banget. Sekarang rumah terasa lebih longgar dan mudah untuk ngecek persediaan. Hehehe.
Terimakasih sudah berkunjung ke project house Griya Kreasi Nupi ^^,
 

nupi-nupi Copyright © 2012 Design by cutelittleowl.com