Selasa, 29 Maret 2011

BLOG AWARD

Posted by Nupinupi at 06.19
Reactions: 
1 comments Links to this post
Dulu pernah dapat PR award ini dari mb.Pratiwi Istrigalak, tapi sampe saat ini belum kegarap (nanti-nanti trus lupa!), eee...sekarang dapat lagi dari Kak Dien Sweetbutterfly. Jadi malu, dah di kasih nggak di respon.. Oke deeh, sekarang juga akan saya selesaikan tugasnya!!

1. I have to thank those who awarded me.
2. I have to write 7 and few things about me.
3. I have to award it to others to keep the cycle going.
4. I have to inform those I awarded.

- I have to thank those who awarded me
  Terimakasih kepada Kak Dien dan Mb. Tiwi (dulu) yang sudah memberi award ini 
- I have to write 7 and few things about me
  @ Suka bisnis...bukan dagang (bisnis lain dengan dagang)
  @ Suka craft
  @ Suka baca
  @ Suka tidur
  @ Suka main game
  @ Suka bersih-bersih
  @ Tidak suka masak
  @ Tidak suka pergi-pergi
  @ Tidak suka pressure (mudah stres)
  @ Tidak suka diganggu waktu sedang menyelesaikan orderan
Haahaha, kebanyakaan! I dont care lah...

- I have to award it to others to keep the cycle going.
  • ririe rengganis
  • arina craft
  • bengbie
  • indah apsari
  • cumil felt
- I have to inform those I awarded
Okee.. hhh, ternyata mudah.. tapi kenapa dari dulu-dulu nggak dikerjakan ya?!... Biasaa..penyakit nanti-nanti...  :p


Minggu, 13 Maret 2011

BERKREASI TANPA BATAS

Posted by Nupinupi at 11.17
Reactions: 
8 comments Links to this post

Hai teman-teman crafter…..

Apa hambatan yang sering teman-teman hadapi ketika membuat kreasi flanel?
-          - Tidak punya alat ?
-          - Bahan-bahan terbatas ?
-          - Sama sekali tidak tahu harus mulai dari mana alias blank alias newbi di bidang ini…
-          - Bahan dan alat ada….tapi males ? inginnya ‘cliing…’ apa yang ada di pikiran kita langsung jadi… hahahaha, sekolah dulu ke Hogwarts…berteman dengan Harry Potter.

Dulu…saya memulai usaha ini hanya dengan modal Rp.12.000 dan nol ilmu. Saya beli 6 lembar kain flanel di Gramedia, @ Rp. 2.000 dan sebuah gantungan kunci dari flanel yang di belikan teman di pasar kaget Manahan (untuk di contek cara jahitnya). Waktu itu belum marak e-book flanel seperti sekarang,. Jangankan e-book, buku ketrampilan lokal juga baru ada satu, Eka Yunita… Otomatis, ide-ide juga masih jadul dan terbatas... Jadi, sumber ide saya cuma dari internet. Googling gambar-gambar kreasi flanel. Tapi tetap…jaman dulu kreasi flanel belum semenarik/seheboh sekarang. Ilmu nggak punya…duit juga terbatas. Maklum…mahasiswa. Suatu saat, saya lihat buku-buku import Ondori di Gramedia. Waaww…bagus-bagus banget kreasi flanelnya. Tapi langsung down….beli buku satu, bisa nggak makan satu bulan (harganya setara dengan uang saku saya sebulan).  Haduuuh….

Karena tidak mampu beli buku Ondori, terpaksa browsing lagi. Tapi, kreasinya itu-ituuu mulu, satu sama lain hampir mirip. Saya ingin yang lucu-lucu, imut-imut…dan beda dengan yang ada di pasaran (internet), seperti kreasi yang saya lihat di buku-buku Ondori itu.
Ya sudah, satu-satunya jalan supaya kreasinya lain dari yang lain…gambar sendiri! Ide gambar dari mana? Dari loose leaf yang bergambar kartun. Jadi kalau kuliah tuh setengahnya sambil hunting loose leaf teman-teman, di contek gambar-gambarnya…bikin pola sendiri (Jangan tanya hasilnya. Tapi hal itu ternyata menjadi modal dasar ‘kebisaan’ saya menciptakan kreasi flanel sendiri ----- keterbatasan membawa berkah)

Masalah ide kreasi sudah teratasi. Sekarang alat-alat. Modal alat yang mampu saya beli hanya benang, jarum, gunting dan lem. Ya sudah…itu yang saya gunakan secara maksimal. Ingin membeli alat-alat lain, misalnya gunting zig-zag. Tapi karena mahal, tahan dulu (Akhirnya saya mendapatkan gunting zig-zag tersebut gratis. Waktu ultah di kado gunting tersebut oleh calon suami,hehehe)

Di rumah, saya banyak menemukan bahan-bahan ketrampilan. Karena ibu saya sering mengisi acara ketrampilan PKK. Seperti renda, kancing, pita, benang wol. Setiap melihat bahan yang nganggur atau ada barang-barang bekas yang unik, menarik, dan sayang untuk di buang…., saya sering bertanya, ‘bagusnya untuk membuat apa ya bahan ini?’……

Pikiran saya, ‘ini barang harus kepake, apapun yang terjadi!’.  Begituu terus…setiap melihat bahan sepele yang menggeletak. Alhamdulillah, karena dorongan pikiran itulah, jadi muncul ide-ide yang relevan dengan bahan nganggur tersebut. Contohnya adalah renda katun. Barangnya sudah ada, tapi belum tau mau dimanfaatkan untuk apa. Akhirnya terciptalah boneka pengantin. Yang bahan utamanya adalah kain flanel dan renda katun. Lalu, kain flanel motif. Dulu saya kesulitan untuk mendapatkan kain flanel bermotif. Tapi ngebeet banget ingin punya, karena melihat kreasi-kreasi flanel orang luar di internet yang menggunakan flanel motif, terutama boneka. Bajunya menggunakan flanel motif. Tanya sana-sini sudah, googling sudah…… Tapi belum ada titik terang. Waktu itu saya punya kain spunbond aneka motif. Saya beli bukan karena butuh, tapi karena motifnya bagus, harganya sangat murah dan yakin, suatu saat pasti terpakai. Keyakinan saya terbukti…. Kain spunbond itu menjadi alternatif pengganti kain flanel motif. Meskipun tidak maksimal…karena tekstur kainnya beda. Jadi hanya bisa menggantikan fungsi flanel motif untuk kasus-kasus tertentu saja. Misalnya, untuk baju boneka. Ini contohnya

.
Nah, kebiasaan untuk ‘memaksakan kehendak’…bahwa bahan ini harus berguna, menjadikan saya lebih kritis untuk menciptakan kreasi baru tanpa terhambat oleh keterbatasan bahan. Adanya apa, itu yang saya jadikan! Orang lain memakai flanel motif, saya memakai kain spunbond. Orang lain memakai benang wool untuk rambut, saya pakai pita. Orang lain memakai kawat bulu, saya pakai kain flanel. Orang lain memakai gunting zigzag, saya pakai gunting biasa tapi di beri renda….. 

Nah, bagi teman-teman yang terbatas bahan-bahannya…entah karena tinggal di daerah pelosok atau dananya minim, jangan ‘berduka’ atau patah semangat karena bahan-bahan yang dimiliki tidak lengkap. Tidak punya bahan A…padahal ingin sekali membuat kreasi B yang idealnya/dicontohkan di tutorial memakai bahan A. Cobalah untuk selalu berpikir ‘saya tidak punya bahan A, tapi adanya bahan C, D….bagaimana caranya supaya saya bisa membuat kreasi B dengan bahan C dan D yang saya miliki ini?!’… Pikiran-pikiran seperti ini akan memicu kita menjadi semakin kreatif dan bebas. Bebas dari keterbatasan yang kita buat sendiri. Betul? 

Karena itu, bagi teman-teman yang sudah membeli paket DIY saya….jangan pernah ragu untuk mengganti material sesuai dengan yang anda miliki. Tutorial saya hanyalah pondasi dasar, selebihnya terserah anda. Tidak punya/sulit mendapatkan pita motif kotak seperti yang saya contohkan di tutorial, ganti dengan serbet makan…di potong panjang-panjang, boleh! Tidak punya tinta timbul warna putih, ganti dengan tipex, beres! Malas menjahit manik hitam di topping kiwi, gambari saja pakai spidol hitam/bolpen, selesai! Di dunia craft, tidak ada rumus baku seperti ilmu eksak. Semuanya sah! Semuanya boleh! So… jadikan keterbatasan itu untuk mengasah kreatifitas kita =))

Adanya apa, jadikan saja!
-Nupi Nupi-

BEHIND THE SCREEN ‘PAKET BELAJAR FLANEL’ Griya Kreasi Nupi

Posted by Nupinupi at 10.59
Reactions: 
0 comments Links to this post

Bulan ini, Griya Kreasi Nupi bagi-bagi jam dinding dan tutorial gratis. Tutorialnya saya janjikan yang belum pernah dipublikasikan. Oleh karena itu, mohon maaf…tutorial gratis bulanannya, untuk kali ini ditiadakan. Sebagai gantinya, saya akan share mengenai proses pembuatan ‘PAKET BELAJAR FLANEL’ atau sering di sebut paket DIY. Tiga poin penting dalam membuat paket DIY adalah imajinasi, menuangkan dalam gambar/sketsa, dan penyampaian yang mudah dimengerti oleh pembaca.

Mari kita mulai dari sebelum ide itu muncul
  • Dua hal yang selalu saya bawa kemanapun saya pergi, notes dan bolpen. Ide bisa muncul dimanapun dan kapanpun. Jadi saya harus selalu siap untuk ‘menangkapnya’, sebelum ide itu berlalu seperti angin. Karena, kadang-kadang ketika membuka-buka notes ‘IDE’, saya heran sendiri…kok bisa saya punya ide ini, atau kapan saya menuliskan ide ini ya…. 
  • Sampai di rumah, ketika ada waktu luang….saya akan menuangkan ide tersebut ke dalam gambar atau coretan sketsa yang masih kasar. Detailnya kadang-kadang saya tuliskan juga, supaya tidak lupa. Lalu coretan-coretan tersebut saya simpan dulu.

Selanjutnya, saat harus launching Paket DIY baru. Membuka kembali coretan-coretan yang pernah di buat sambil memikirkan cara merealisasikan coretan tersebut. Ada 3 poin yang harus diperhatikan untuk meloloskan coretan tersebut ke tahap realisasi, yaitu :
  1. Menjadi apa?
  2. Manfaatnya apa?
  3. Seberapa banyak orang yang membutuhkannya?
Setelah itu, coretan akan saya gambar lebih halus dan detail.


Gambar yang sudah ‘sempurna’…saya tempelkan di kertas yang agak tebal dan di gunting sebagai pola.


Sampai di situ, tentu saja saya harus mencobanya terlebih dahulu. Tahap ini paling banyak memakan waktu. Kadang-kadang langsung oke, tapi lebih sering harus diperbaiki lagi. Jadi….menggambar pola lagi, dan di coba lagi….sampai hasilnya sesuai bayangan/keinginan saya. Selanjutnya, pola di beri nama dan dimasukkan ke dalam plastik supaya mudah pada waktu akan menggunakan kembali.


Saatnya mengeluarkan senjata kedua (setelah notes dan bolpen), kamera digital. Menggunakan pola  yang sudah fix tadi, saya buat lagi kreasi baru tersebut untuk memotret langkah-langkah pembuatannya.

Tahap selanjutnya….meng-edit foto. Lumayan pegal dan membosankan…. Karena yang saya edit ratusan foto. Dalam pembuatan satu kreasi, ada banyak foto yang harus diambil, supaya bisa menunjukkan detail langkah-langkahnya kepada pembaca. 


Tahap terakhir, menyusun tutorial yang mudah dipahami pembaca. Selesai…sementara.
Masih ada  dua tahap lagi, menghitung harga dan mencetaknya. Baru setelah itu di publish =))


Barang-barang penting/vital dalam proses pembuatan Paket Belajar Flanel/DIY :
  1. Komputer/laptop. Tapi saya lebih nyaman menggunakan komputer
  2. Kamera digital (HP juga bisa, tapi gambarnya akan kurang memuaskan kalau pixel-nya kecil)
  3. Printer warna.Pernah printer saya rusak….haduuh, pusingnyaaaa. Akhirnya saya beli satu lagi, itung-itung sebagai cadangan kalau salah satu ngadat :) 

Nah,itulah tahap-tahap pembuatan Paket Belajar Flanel yang teman-teman pelajari. Saya berharap, paket belajar itu benar-benar mudah dipahami dan menjadi pembangkit kreatifitas teman-teman. Terimakasih ^^v

 

nupi-nupi Copyright © 2012 Design by cutelittleowl.com