Jumat, 30 September 2011

How To Make Shaun The Sheep

Posted by Nupinupi at 10.10
Reactions: 
72 comments Links to this post
Sahabat Nupi yang berstatus 'bunda' pasti sudah mengenal Shaun The Sheep.Belum?? Ini dia si Shaun...


Kocak banget film-filmnya.. Walaupun bukan anak-anak, tapi saya sering nonton...hehehe. Dan saat ini Shaun sedang naik daun. Produk yang bergambar Shaun, banyak di buru anak-anak. Nah...bagaimana kalau  kita mencoba membuat sendiri boneka mungil Shaun.
Jiplak dulu polanya
Jiplak pola di atas kain flanel hitam menggunakan pensil kapur atau bolpen silver

Tidak punya pensil kapur/bolpen silver? Don't worry, jika polanya kecil, tempelkan pada kain flanel hitam, pegang erat, gunting langsung. Kalau ukurannya besar? Dengan bantuan jarum pentul, gunting perlahan. Make it easy beb, jangan mempersulit diri. Tidak ada ini, ganti dengan itu :)


Untuk kakinya, warnanya hitam juga seperti wajah Shaun... Jiplak saja pola kakinya seperti foto di bawah ini...

 Naah, ini dia pola-polanya.....

Lem bagian kaki Shaun, tempelkan potongan flanel hitam hasil jiplakan  pola kaki Shaun. Jadi, yang hitam hanya bagian kaki saja ^^


Jadinya seperti ini... Tapi lihat...tidak rapi kan bagian atasnya (flanel hitam)... Gunting untuk meratakannya (lihat foto bawah)

Kakinya sudah rapi. Jangan lupa ekornya... Buat potongan ekor sesuai selera, tempelkan di pola badan bagian belakang. (setelah jadi, baru sadar kalau ekor Shaun warnanya putih... )


 Beri lem bagian tengah bawah kuping Shaun. Tekan ujungnya....

Tempelkan kedua kuping Shaun di lembaran pola kepala belakang...
                  
Jahit feston badan dan kepala Shaun, sisakaan sedikit lubang untuk memasukkan dakron.

Kepala dan badan telah di isi dakron

Ambil tali kur warna putih, tarik ujungnya...teruuuss tarik hingga terurai panjang.
Uraian tali kur ini akan digunakan untuk aksen bulu domba.

Jika sudah cukup panjang, mulai tempelkan uraian tali kur dengan bantuan lem... Butuh kesabaran, karena nempelinnya harus sedikit-sedikit, satu baris-satu baris...

 Tempelkan secara melingkar di seluruh badan / sesuai selera (tampak depan)

 Tampak belakang



Tempel terus hingga penuh seperti foto di atas...

Jangan lupa, tempelkan juga di bagian atas kepala...

Jadinya seperti ini...

 Tempelkan mata kocak.... Lem kepala dan badan.

This is it....! Shaun The Sheep ala Nupinupi... 

Masih belum mirip, tapi lumayan laah... Bisa untuk gantungan kunci atau magnet kulkas ^^d

Senin, 26 September 2011

Perpaduan Inspirasi

Posted by Nupinupi at 06.34
Reactions: 
18 comments Links to this post
Sahabat Nupi (panggilan baru nih...^^) pasti sudah tahu kan kreasi Fairy Girl? Tersedia paket belajarnya di sini. Yang ini lhooo...







Kreasi ini saya buat karena terinspirasi oleh kreasi seorang crafter dari luar negeri (sayang sekali, dulu saya tidak mencatat nama dan alamat websitenya).
Kemarin-kemarin...saya melihat kreasi Tiny Doll, karya Mb. PratiwiSusanthy yang ceking-ceking tapi cantik. Langsung deh ingat Fairy Girl, dan terlintas ide...pasti unyu kalau dikombinasikan. Setelah corat-coret desain...bikin pola...jadilah... Taraaaaa........




Seperti biasa, setiap kreasi saya beri nama supaya mudah mengidentifikasi kalau ada yang tanya-tanya. Namanya Femy. Singkatan dari feminin... ^^v  Ukuran Femy lebih besar dari Fairy. Prinsip membuatnya seperti tutorial Tiny Doll mb Tiwi.
Simpel lho sahabat...hemat dakron. Karena emang gak pake dakron...hihihi.
Materialnya :
- Flanel polos dan flanel motif (tidak mutlak, bisa dikombinasikan dengan perca atau 
  spunbond motif)
- Aneka pita
- Tali (kalau saya menggunakan tali kepang)
- Aneka parel untuk hiasan
- Lem uhu
- Benang jahit
Sudah...hanya itu... Yang penting adalah permainan warna ^^. Silakan di coba...



Jumat, 23 September 2011

Paket Belajar Flanel "Tirai... Kids Climbing"

Posted by Nupinupi at 07.49
Reactions: 
34 comments Links to this post
Senangnyaaa... Desain yang tadinya hanya coretan berhasil saya wujudkan dalam bentuk nyata. Butuh waktu satu bulan untuk merealisasikannya. Dimulai dari mencari ide...corat-coret. Lalu menentukan tema, membuat pola, dan terakhir..mencoba. 

Tema tirai ini memang saya tujukan untuk anak-anak, tapi unisex...jadi bisa untuk anak laki-laki maupun perempuan. Selama 4 hari penuh saya mengerjakannya... Yang sulit adalah mengatur angle si kids agar benar-benar tampak seperti sedang memanjat tali dan bergelantungan. Bagaimana supaya baju, rambut, tangan, kaki, bahkan syalnya...mirip anak-anak 'sungguhan' yang sedang memanjat. Hasilnya....silakan dinilai... ^^








Favorit saya, si cewek berkuncir dua tuuh..yang pakai syal... :D
Spesifikasi : Tinggi Boneka = 12 cm
Lebar Tirai = 84,5 cm
Panjang ke bawah = 87 cm

Paket lengkap = Rp.175.000 (Bahan,Tutorial,Pola)
Paket hemat = Rp.86.000 (Tutorial,Pola)

Tutorial = 24 lembar full color
Pola = 3 lembar + pola huruf

Bahan paket lengkap :
1. Flanel polos uk 94 x 48 cm = 1 lb
2. Flanel motif polkadot uk 22 x 33 cm = 2 lb
3. Flanel motif garis uk 22 x 33 cm = 2 lb
4. Flanel polos 23 x 23 cm = 8 lb
5. Tali kur = 5 m
6. Pita beludru
7. Parel-parel
8. Pita/bis pelangi = 1,5 m
9. Benang
10. Dakron
Baru kali ini saya membutuhkan waktu lama untuk membuat perhitungan harga jual produk saya. Sampai dua hari..baru saya sah-kan (sendiri,hehehe). Kenapa? Karena menurut saya harganya 'kurang bersahabat'.. Sudah saya korting sana-sini, pepet sana-sini, hapus sana-sini...tetap saja masih tinggi. Lalu saya tidur, siapa tahu besok pagi berubah sendiri.. Ternyata, esoknya...masih tetap sama, hahahaha. Tapi setidaknya otak sudah fresh dan bisa  berpikir jernih untuk menganalisis..kenapa biayanya setinggi ini. Sebelumnya, saya minta maaf jika membuat  'penonton' kecewa dengan harga 'tiket' yang tidak disangka-sangka. 
Jadi begini, berdasarkan pengalaman yang telah lalu dan masukan dari Sahabat-sahabat Nupi...bahan-bahan paket belajar baru saya berikan secara maksimal. Jika kemarin-kemarin harga paket lengkap tidak begitu tinggi, itu karena jika seharusnya memakai gantungan kunci ring (misalnya), saya berikan gantungan kunci ulir yang harganya jauh lebih murah. Yang semestinya memakai flanel motif, saya berikan flanel polos, dan lain-lain. Saya melakukan hal itu untuk menekan biaya produksi, bukan melakukan penipuan. Karena biaya produksinya saya sesuaikan dengan harga bahan baku, tidak ada mark up.  Jadi, jika paket belajar baru ini harga paket lengkapnya (banyak yang menilai) tinggi...ada jawaban yang reasonable. Ono rego, ono rupo. Ada harga, ada rupa. Apa yang anda dapatkan, sepadan dengan harga yang anda bayarkan ^^v 

Info order 089636906864 (sms only) atau kunjungi FB Paket Belajar Flanel :)

Bahan-bahan
Paket lengkap diy Kids Climbing



Jumat, 09 September 2011

YUK... MERUMUSKAN VISI MISI.

Posted by Nupinupi at 22.28
Reactions: 
6 comments Links to this post
Apa itu visi misi?
Seberapa pentingkah visi misi dalam memulai  sebuah usaha (skala kecil sekalipun)?
Sepertinya ini bahasan yang berat ya... ^^v

"Ah, usaha saya kan cuma jahit flanel, kecil-kecilan. Pake visi misi segala. Kaya perusahaan besar saja." (Tidakkah teman2 ingin suatu saat usahanya menjadi besar? Kecuali teman2 ingin perkembangan usahanya begitu-begitu saja)

"Usaha saya mah ngalir aja...gak perlu pake visi misi. Ada orderan sukuurr, kagak ada juga kagak apa-apa. Namanya juga sambilan." (no comment kalo yang ini,hehehe)

"Visi misi?? ini mau dagang apa bikin partai??" (hahahhahahaha....)

Kalau di minta menjelaskan secara ilmiah, apa itu visi misi...saya tidak bisa menjawab. Tapi kalau sesuai daya tangkap saya, secara sederhana, visi adalah tujuan jangka pendek. Sedangkan misi adalah tujuan jangka panjang/keseluruhan. 

Menurut saya, visi misi sangat penting. Visi misi ibarat peta penunjuk arah. Tanpa penunjuk arah juga bisa sampai ke tempat tujuan, tapi lama (nyasar-nyasar dulu). Kita akan ketinggalan teman-teman lain yang punya  penunjuk arah , atau bahkan berhenti di tengah jalan karena bosan/gagal/putus asa (nggak sampai-sampai sih).

Bagi pengusaha kecil seperti saya, justru saya merasa sangat membutuhkan rumusan visi misi, kenapa?
  1. Saya menjadi tahu, produk apa yang akan saya jual. Semakin fokus semakin baik. Memang, kadang-kadang saya ingin menjual semua produk (karena kepengen melihat teman-teman bikin ini...itu...). Tapi...banyak produk akan menjadikan semua produk itu biasa-biasa saja. Karena pikiran kita bercabang-cabang. Jika kita fokus produk, tentu pikiran kita sepenuhnya tercurah pada explorasi produk tersebut. Sehingga hasilnya pun maksimal. (Kecuali toko yang menjual kebutuhan sehari-hari. Makin komplit, makin disukai pelanggan).
  2. Karena modal saya kecil, saya harus tahu fokus belanja saya. Sehingga bahan-bahan modal yang saya beli tepat sasaran. Jika saya tidak punya visi misi, kemungkinan besar modal kecil saya berhamburan kemana-mana. Karena kecenderungan saya kalap kalau sedang belanja bahan. Inginnya semua di beli. Padahal belum tentu saya butuhkan (saat itu).
  3. Saya jadi tahu step-step pengembangan usaha yang harus saya tempuh. Setelah A..B. Setelah B..C...dst. Perkembangan usaha menjadi mudah dikontrol.
  4. Dengan adanya visi misi, saya sudah bisa membayangkan seperti apa usaha saya di masa yang akan datang (terwujud/tidaknya..urusan belakangan). Itu menjadi pemacu semangat saya. Ketika saya mulai bosan, jenuh atau bermalas-malasan...saya akan mengingatkan diri sendiri, bahwa jika saya berhenti sekarang/menunda-menunda, bayangan indah masa depan itu tidak akan terwujud/lama tercapainya. Itu adalah support ampuh yang membuat saya wake up kembali
  5. Pikiran saya jadi fokus, sehingga mampu menghasilkan ide-ide cemerlang.

Dan masih banyak lagi manfaat yang saya rasakan dengan memiliki visi misi. 
Ok, agar lebih mudah memahami, saya berikan contoh visi misi usaha saya.
Visi : 
  • Menyalurkan hobi (membuat apa saja yang berhubungan dengan kain flanel)
  • Senang dan ingin selalu membuat desain-desain baru
  • Ingin punya penghasilan sendiri.
  • Sangat menyukai hal-hal yang berbau enterpreneur.
  • Ingin berbisnis sekaligus berbagi (ilmu maupun harta)
Misi :
  • Menciptakan lapangan kerja seluas-luasnya. Sehingga bisa membantu banyak orang.
  • Mengumpulkan amal jariyah sebanyak-banyaknya melalui bisnis (=ibadah) yang saya lakukan.
  • Saya ingin kaya. Karena suatu saat nanti ingin membangun pondok pesantren/asrama yang bisa menampung minimal 100 anak yatim dan biaya hidup/sekolah mereka saya yang menanggung/gratis.
  • Membahagiakan orang tua dan keluarga.
Bagaimana? Sudah punya gambaran? Masih menganggap visi misi tidak penting? :)

Di bawah ini ada beberapa pertanyaan yang mungkin bisa membantu teman-teman untuk mengetahui seberapa besar keseriusan teman-teman memulai usaha flanel dan merumuskan visi-misi.
  1. Bagaimana awal perkenalan teman-teman dengan kain flanel?
  2. Apa yang teman-teman pikirkan pada saat itu (tentang kain flanel?)
  3. Apa yang membuat teman-teman jatuh cinta pada kain flanel/kerajinan flanel?
  4. Apa yang membuat teman-teman mantap memulai usaha di bidang ini (flanel)?
  5. Saat ini, apa yang paling teman-teman inginkan (seputar kerajinan flanel)? (boleh berupa barang, keahlian,atau sesuatu yang abstrak. Mis : ingin punya gunting zigzag,ingin bisa membuat toples kue, ingin menemukan toko bahan kerajinan yang super lengkap lagi murah)
  6. Di masa yang akan datang, ingin seperti apa perkembangan usaha flanel teman-teman? Gambarkan secara detail dan yakinkan diri bahwa yang teman-teman tuliskan itu akan menjadi kenyataan, meskipun untuk saat ini terlihat konyol/muluk-muluk. 
Jangan malu-malu untuk menjawab jujur semua pertanyaan di atas. Toh jawaban itu hanya teman-teman sendiri yang tahu :)


Selamat merumuskan :)

Minggu, 04 September 2011

100% Handmade.. Kelebihan, kekurangan dan upah asisten

Posted by Nupinupi at 23.29
Reactions: 
23 comments
Sebelumnya...tidak pernah saya membayangkan bisa membuat sesuatu, laku di jual, mendapat respon bagus dari pasar lagi. Pertama kali saya berhasil membuat sebuah kreasi dari kain flanel, senangnya bukan main. Bagaimana perasaan anda saat itu? Dan lebih senang lagi, ketika ada teman yang berminat. Saya ingat sekali siapa konsumen pertama saya (lebih tepatnya 'korban'),hehee.... Dia adalah teman kost, yang di beli pencil case warna hijau muda dengan aplikasi bunga dan lebah. Harganya...kalau tidak salah Rp.3.000. Setelah itu, pesanan mulai berdatangan. Awalnya senang, tidak merasa capek apalagi bosan. Tapi lama-lama...mulai merasakan butuh sesuatu untuk meningkatkan produktifitas sekaligus menghemat tenaga. Yang ada di benak saya adalah :
1. Ada nggak sih alat untuk memotong pola dalam jumlah banyak dan rapi hasilnya?
2. Ada nggak sih mesin jahit feston?
3. Ada nggak sih alat untuk membuat aneka aplikasi dari kain flanel, jadi kita tinggal nempel-nempelin aja?
4. Ada nggak sih orang yang mau membantu kita, dengan kualitas jahitan yang sama dengan kita?
Dan masih banyak lagi pertanyaan yang intinya saya ingin suatu percepatan produksi. 

Saya pikir...hanya saya yang berpikiran seperti itu. Tapi setelah memiliki banyak teman di FB, bergabung dalam sebuah grup pecinta flanel...sering membaca status atau diskusi mengenai kendala-kendala (seputar  produksi) menjadi crafter 100% handmade, saya baru menyadari...ternyata permasalahan ini tidak hanya saya sendiri yang merasakan.
Jika hal ini ternyata adalah permasalahan umum...pasti ada banyak model solusi yang bisa kita dapatkan. Karena masing-masing crafter akan mencari dan menerapkan solusi yang paling relevan dengan kondisi mereka.

100% handmade mempunyai kelebihan dan kekurangan. 
Kelebihan :
a. Khas. 
Tangan setiap orang di dunia ini akan menghasilkan barang yang berbeda satu sama lain. Meskipun kita berusaha meniru semirip mungkin,pasti hasilnya berbeda.
b. Unik
Tidak ada yang lebih unik dari handmade. Karena barang handmade di buat dari mesin 'hidup' yang dilengkapi dengan sparepart enam indera perasa (+ indera ketujuh bagi yang memiliki), emosi, dan akal pikiran (kecerdasan). Sparepart tersebut asli ciptaan Tuhan, bersifat fleksibel dan potensinya tak terbatas (selama kita mau meng-explore-nya). Adakah mesin pabrik yang bisa menandingi? :)
c. Detail
Hanya dalam kreasi handmade-lah detail itu ada. Tapi, tidak semua crafter mau/bisa membuat detail dalam setiap kreasinya. Maka..inilah yang dinamakan unik dan khas dalam kreasi handmade.
d. Susah ditiru
Desain kreasi handmade berpotensi besar untuk ditiru. Anda khawatir jika ide-ide kreatif anda di jiplak? Seharusnya anda senang, karena itu mengindikasikan ide kreatif anda sukses menarik minat orang lain :D
Anda tentu sudah tahu, saya menjual paket belajar flanel/diy kit. Apa yang saya kirimkan ke pelanggan semua sama (tutorial, pola, dan bahan). Tapi begitu melihat hasilnya...tidak ada satupun yang sama. 100% berbeda. Hal ini terjadi karena : a) Daya tangkap masing-masing orang berbeda. Persepsi masing-masing pelanggan terhadap tutorial yang saya berikan beda-beda. b) Kreatifitas masing-masing orang berbeda. Makin kreatif orang tersebut, jarang sekali yang patuh mengikuti tutorial saya. Dia akan membuat modifikasi-modifikasi yang mengakibatkan hasil akhir berbeda. Tapi itulah yang saya harapkan...dia tidak terpaku dengan tutorial/pola yang saya berikan. Kadang-kadang hasil modifan pelanggan ini malah saya contek balik,hehehe. c) Sentuhan tangan masing-masing orang berbeda. Ada yang bawaannya grabag-grubug...jadi mulai dari menggunting pola-jahit,kurang rapi. Tapi ada juga yang memiliki tangan super, hasil kreasinya selalu rapi tingkat tinggi ^^v Jadi, itulah kenapa handmade susah ditiru.
Tapi...bagi teman-teman yang merasa tangannya tidak memiliki sentuhan super, sentuhannya malah destroyer...jangan jadikan itu sebagai hambatan ya.. Orang yang berbakat/pintar hanya bisa dikalahkan oleh orang yang rajin dan tekun ^^d
Waah..waahh.. Pembahasan mulai melebar! Oke, lanjut!

Kekurangan :
1. Proses pembuatan lama
Jelass...semua serba manual.Gambar pola satu-satu. Gunting pola satu-satu. Jahit tangan satu-satu. Pasang manik-manik satu-satu...
2. Produktifitas kecil
Tentu...karena proses pembuatannya lama, otomatis produktifitasnya kecil (jika dikerjakan sendiri)
3. Pemasukan lambat
Pasti... Harus selesai dulu baru ditarnsfer :D


Lalu, adakah solusi untuk mempercepat produksi?
Kalau ada alatnya, beli alat tersebut. Kalau belum ada alat yang sesuai dengan kebutuhan kita, rekrut asisten. "Tapi nanti hasil jahitannya beda-beda dong..." Benar sekali, tingkat kerapihannya tidak bisa seragam. Dan secara perasaan pun, kita sendiri tidak puas kalau kreasi tersebut sampai ke tangan pelanggan dengan kondisi yang tidak sesuai dengan standar kita. Batin rasanya sakiitt... (duh..lebay). Karena kita tidak sekedar berbisnis, tapi menyalurkan hobi, passion kita di situ. Jadi wajar, jika kita sering tidak rela kalau kreasi kita dikerjakan 'asal-asalan' oleh asisten yang kita rekrut.
Hal ini mengharuskan kita untuk 'tidak patah semangat' mencari kandidat asisten yang sesuai standar kita. Kalaupun kurang-kurang sedikit..kan bisa kita training. Awalnya memang sedikit repot..tapi selanjutnya, kita akan menuai buah manisnya. Jujur, saya sendiri sampai sekarang belum mendapatkan si asisten berbakat tersebut. Bukan karena malas mencari/men-training, tapi tidak ada yang mau/tidak tertarik. Jadi, sementara ini...saya lebih sering melempar order ke crafter lain yang saya 'cocoki'  :)

Lalu...jika kita sudah berhasil merekrut asisten , berapa upahnya?
Masalah ini berkaitan erat dengan penentuan harga pokok produk yang kita jual. Dalam setiap biaya produksi, kita sertakan ongkos pembuatan/jasa jahit. Silakan lihat simulasinya di postingan cara menentukan harga. Misal, satu pc ganci aisyah saya tentukan jasa jahit/pembuatannya Rp.500. Kalau yang menjahit asisten kita/lempar order ke crafter lain, kisaran upahnya maksimal Rp.500. Tapi misal si asisten hanya tinggal menjahit, sementara yang menggambar pola hingga merakitnya itu kita lakukan sendiri, kita bagi dua upahnya. Prosentasenya disesuaikan dengan tingkat kesulitan. Kalau si asisten dapat tugas yang lebih berat, jangan segan-segan untuk memberi bagian prosentase lebih besar ya...selain adil, dia juga akan betah menjadi 'partner' kita ^^,

Selamat berkreasi....





 

nupi-nupi Copyright © 2012 Design by cutelittleowl.com