Minggu, 30 Desember 2012

MENGORGANISIR PITA

Posted by Nupinupi at 21.42
Reactions: 
9 comments Links to this post
Teman-teman muslimah yang memakai kerudung biasanya mempunyai hanger jilbab. Saya memilikinya sejak kuliah, karena simpel dan ringkas untuk anak kost. Tinggal gantung di belakang pintu kamar, mudah untuk memilih dan mengambil pada saat akan bepergian/kuliah.
Tapi, setelah menjadi ibu rumah tangga, hanger tersebut jarang di pakai. Nganggur berdebu di belakang pintu. Nah..ada ide nih... Biasanya saya menyimpan rol-rol'an pita dengan menumpuknya di rak... Sekarang saya punya cara baru...
Hanger pita
Aslinya seperti ini... Susah untuk di lepas kan?!
Memakai tang, saya renggangkan kawatnya. Sehingga bisa di lepas ataupun dikaitkan kembali.
Di lepas...
Dikaitkan....
Cara memasukkan rol-rol pitanya...cukup melepas kaitan kawat. 

Mudah kan? ^^

NB : Paket Belajar Flanel/Nupinupi masih tutup ya...stock opname sampai tanggal 1 Januari 2013. Buka/aktif kembali Insyaallah tanggal 2 Januari 2013.


Salam,

Rabu, 26 Desember 2012

CLOSED ORDER, 27 DESEMBER 2012 - 1 JANUARI 2013, STOCK OPNAME

Posted by Nupinupi at 19.29
Reactions: 
1 comments Links to this post
Assalamu'alaikumwrwb...
Pengumuman penting. Sementara waktu, OS Nupinupi (FB Paket Belajar Flanel),tutup dulu, karena stock opname... Apa itu stock opname?

Stock opname  adalah istilah lain dari penghitungan fisik persediaan. Tujuan diadakan stock opname adalah untuk mengetahui kebenaran catatan dalam pembukuan, yang merupakan salah satu fungsi sistem pengendalian internal.

Nah, kurang lebih artinya seperti itu... Maka, kami harus libur/offline dulu. Bukan untuk liburan, tapi untuk menghitung stok semua bahan dan aset. Jadi, sementara waktu kami lambat respon... Orderan kami rekap malam hari, dan paket-paket baru bisa kami kirim setelah tanggal 1 Januari 2013, karena semua kru Nupinupi ikut membantu kegiatan ini, supaya bisa selesai tepat waktu :)

Terimakasih,

Kamis, 20 Desember 2012

TUTORIAL : Membuat gantungan HP MSM (Mudah,Simpel, Menarik)

Posted by Nupinupi at 00.53
Reactions: 
11 comments Links to this post
Bingung membuat nama, jadilah ganpe MSM. Meskipun namanya 'enggak banget', yang penting tutorialnya....Setujuu?

Bahan-bahannya mudah di dapat, cara membuatnya apalagi...super mudah. Sebagai catatan, tutorial ini tidak mengajarkan cara membuat aplikasi gantungannya. Hiasan gantungannya terserah teman-teman. Saya hanya menunjukkan cara membuat gantungan hp-nya secara umum. Jadi, jangan minta pola aplikasinya ya...^^

Penasaran dengan bentuknya?


Bahan-bahan yang disediakan :
1. Pita (apa saja, ukuran berapa saja). Saya menggunakan tali tas (pink garis), dan bis bintik. Tadinya mau memakai pita grossgrain, tapi tidak ada yang sesuai dengan aplikasi gantungannya.
2. Tali HP kait (sure....), tanpa kait juga boleh.
3. Ring
4. Stoper tembaga/nikel (yang biasanya untuk membuat gelang batu/mote)
5. Aplikasi flanel (selain flanel juga bisa)

Bahan-bahan
Bahan-bahan (stoper tembaga/nikel berbagai ukuran)

GANPE 1
Lipat pita/tali tas menjadi dua (panjang pita sesuai selera -- saya sendiri hanya asal potong, tidak tahu panjangnya), pasang stoper di ujung pita/tali, katupkan dengan bantuan tang. Pastikan stoper menjepit kuat...

Pasang kaitan tali hp pada stoper. Jika memakai tali hp tanpa kait/kokot, kaitkan saja ring-nya

Ambil aplikasi yang akan digunakan untuk hiasan tali hp, pasang ring.

Kaitkan ring pada tali hp... Selesai... ^^ Tapii..ternyata kalau mau di pasang ke hp, harus "di bongkar" dulu aplikasinya. Kebesaran, tidak muat melewati tali hp-nya ^^v

 GANPE 2

Caranya sama, seperti membuat ganpe 1. Bedanya, ganpe 1, ujung pita tidak saya lipat. Kali ini saya coba melipatnya,supaya lebih tebal, sehingga stoper tembaga bisa menjepit lebih kuat :) Kedua ujung pita di lipat ke arah dalam supaya ujung-ujungnya yang mudah berserabut tidak terlihat.
Pasang tali hp
Mendadak saya mendapat ide. Karena tidak punya rantai, saya buat rantai dari ring-ring. Sebenarnya, saya ingin membuat rantai yang lebih panjang, tapi baru 7 ring saja sudah membuat jari kapalan.. Ya sudah, pendek saja ^^

Tadinya kan mau 1 buah stroberi mini saja, tapi saya beri "rantai"........

Jadinya seperti iniiii...... ^^ Pasti ribet banget kalau ini dijadikan ganpe...hahahaha. #gimana sih...padahal ngajarin bikinnya.. ( -__-")

Mudah kaaan? ^^

Eh, ada satu lagi contoh ganpe. Tapi bukan buatan saya..nemu di Google.. Prinsip pembuatannya sama.

Bagus ya? :)

Coba buat dengan hiasan aplikasi lain... Pakai nama misalnya...
Tunjukkan ke abang yang punya konter, pasti minat... ^^

Selamat menuangkan ide..

Salam,
Prapti Kusumastuti



Kamis, 13 Desember 2012

ETIKA BELANJA ONLINE

Posted by Nupinupi at 05.18
Reactions: 
21 comments Links to this post
Bismillah...

Sering ya, kita membaca/mendengar kasus perseteruan antara penjual online dengan pembelinya. Entah itu karena pembelinya yang rese, atau sebaliknya, penjualnya yang abal-abal tidak profesional.
Menjalin hubungan di manapun, dengan siapapun, dan dalam urusan apapun kita harus memakai etika/tata krama/unggah-ungguh. Kenapa? Karena mengabaikan etika bisa menimbulkan perselisihan/ kesalahpahaman. Begitu pula ketika belanja di online shop. Banyak pelanggan yang tahu etika, tapi banyak juga yang tidak tahu etika. Pemikiran saya, seorang pelanggan melakukan hal yang tidak beretika karena :
  1. Berpikiran, "umumnya begitu". Padahal, yang dilakukan umum belum tentu benar. Lagipula, tidak semua online shop menerapkan aturan "umumnya".
  2. Tidak tahu atau belum paham kalau yang dilakukannya itu tidak beretika.
  3. Egois, memikirkan diri sendiri. Tidak peduli ada aturan. Yang penting keinginannya terpenuhi.
  4. Ada hal yang mendesak. Meskipun menerjang tata aturan, biasanya orang ini tetap sopan. Karena urgent dia terpaksa melakukan hal itu, dan kita bisa memaklumi.
  5. Murni tidak punya etika. Sejak kecil tidak diajari beretika, jadi dalam kehidupan sehari-hari dia tidak pernah memakai etika.
 "PENJUAL, BISA DIPASTIKAN SUDAH PERNAH MENJADI PEMBELI. SEDANGKAN PEMBELI, BELUM TENTU PERNAH MENJADI PENJUAL" -Nupinupi-
                                                                                        
Terlepas dari benar atau salah pernyataan saya di atas, hal ini menunjukkan bahwa penjual online (sudah) tahu "rasanya" menjadi pembeli. Karena pasti sudah pernah menjadi pembeli. Jadi, segala aturan yang di buat (diasumsikan) sudah berdasarkan aspirasi pembeli, yaitu dirinya sendiri.
Sebaliknya, pelanggan online shop belum tentu pernah menjadi penjual online. Jadi akan sulit membayangkan, apalagi memahami situasi kondisi penjual online.
Saya, secara pribadi, saat ini menjadi penjual online (paket belajar flanel) dan penjual toko offline (kerudung). Saya rasakan, menjadi penjual online, potensi stresnya lebih tinggi daripada menjadi penjual offline. Serius!

Secara garis besar, penyebabnya adalah :
1. Kalau toko offline, pembeli bisa tahu/melihat sendiri situasi toko dan kondisi pemilik toko. Sedangkan, kalau online shop, pembeli sama sekali tidak tahu situasi kondisi online shop tersebut.

Misal, anda ke toko kerudung saya. Situasinya sedang sangat ramai pengunjung. Pelayan toko sampai kewalahan melayani calon pembeli. Anda pasti bisa maklum dan sabar menunggu, atau, misal pergi dengan kesal, tetapi ada pengertian dalam hati..."tokonya ramai sekali, besok aja lah"

Sedangkan kalau online shop, mau pengunjungnya ribuan, masing-masing pengunjung tidak akan tahu. Tahunya cuma dia sendiri yang belanja di situ. Maka, tidak heran kalau ada pembeli yang emosi karena merasa lama menunggu dilayani/di respon.

2. Toko offline tutup ---> ya tutup
Tidak akan ada pembeli yang "maksa", menggedor pintu toko. Pemilik dan pelayan toko bisa benar-benar beristirahat.
Toko online tutup ---> ada yang tahu, ada yang tidak tahu, ada yang tidak mau tahu. Meskipun kita sudah menulis pengumuman di mana-mana, tetap saja banyak yang tidak tahu.
a. Karena tidak terbiasa membaca lebih dulu.
b. Karena tidak online, jadi tidak tahu kabar terbaru.

Itulah kenapa, banyak terjadi perselisihan/kesalahpahaman antara penjual dan pembeli online shop. Satu sama lain tidak (bisa) melihat kondisi nyata. Masing-masing membuat asumsi, yang pada kenyataannya belum tentu benar.


<---- Dan sebaliknya...
Tapi seringnya, tuntutan perfect hanya ditujukan kepada online shop. Kenapa? Karena pepatah yang mengakar kuat, PEMBELI ADALAH RAJA. Sementara, pepatah PENJUAL ADALAH RAJA, atau PENJUAL JUGA MANUSIA, tidak ada...



Beberapa fakta tentang online shop yang tidak diketahui/tidak disadari oleh pelanggan :

1. Online shop di kelola oleh manusia. Mereka punya kebutuhan/keperluan sama seperti manusia lain. Seperti istirahat, makan minum, beribadah, memperhatikan keluarga, refresing, tidur, keluar karena ada keperluan, capek, pusing, dan lain-lain.
Sms tidak segera di balas, protes..."kok smsku tidak di balas?", "kok orderan saya belum di rekap?"
Coba sekali-kali berpikir begini, "saya kalau di sms tidak segera di balas kenapa?" Pasti anda sedang dalam kondisi yang tidak memungkinkan untuk membalas sms. Bahkan ketika dalam kondisi tidak penting., "ketiduran". Tapi itu manusiawi kan?!

Numpang curcol nih... Di dalam menejemen Nupinupi, yang memegang hp adalah saya. Sedangkan yang online (menghandle Facebook, Fanspage, dan email) adalah asisten saya, Puput. Jadi sudah beda orang ya, dan seringnya juga beda tempat. Saya di luar sana, Puput ada di "kantor". Saya, bila lambat reply sms itu karena on the way, meeting, pekerjaan sangat banyak sampai tidak mendengar dering hp, atau tidur karena migrain. Tapi lebih sering karena on the way (keluar kota/belanja/keperluan keluarga). Makanya...attention please...order TIDAK BISA lewat sms. Sms hanya untuk informasi. Untuk order, sudah ada jalurnya sendiri. Yaitu lewat inbox Fb Paket Belajar Flanel, atau email nupi.felt@gmail.com, atau mengisi ORDER FORM di sidebar kanan blog www.nupinupi.com. "Kalau begitu, kenapa inbox/email saya tidak segera di respon?". Pertama, kapan anda inbox/email? Di jam kerja kah? Kalau malam, kami memang sudah offline. Atau hari sabtu dan minggu? Sudah kami tulis di mana-mana, sabtu-minggu kami offline, libur. Kedua, yang mengirim inbox atau email tidak hanya anda seorang. Tentu admin butuh waktu untuk membalas satu persatu. Apalagi merekap orderan. Butuh waktu dan ketelitian, supaya tidak terjadi kesalahan. Admin juga harus mengisi beberapa form untuk kontrol. Jadi, tidak secepat bayangan anda. Kalau siang, kami  butuh rehat, makan siang dan sholat.
Itu dasar dan pertimbangan saya. Dan pastinya, teman-teman penjual online juga punya dasar dan pertimbangan sendiri, yang sangat wajar jika berbeda satu sama lain, karena disesuaikan dengan situasi kondisi masing-masing online shop tersebut.
Apalagi kalau adminnya adalah pemilik online shop tersebut. Pemilik, merangkap admin, tukang packing, kurir, baby sitter, juru masak, juru cuci setrika, cleaning service... Bisa dibayangkan repotnya kan?

"Kalau repot, kenapa menjadi penjual online?"... Bagi saya, ini adalah pertanyaan tidak smart. Saya tanya anda, lebih memilih mana, bekerja atau jalan-jalan? Kalau anda lebih senang jalan-jalan, kenapa anda bekerja? Atau, pilih mana, banyak uang atau sedikit uang? Kalau jawabannya, banyak uang. Sementara uang anda sedikit.. Kenapa uang anda sedikit? Padahal anda pilih banyak uang.

Itu adalah keputusan hidup seseorang yang menyangkut kebutuhan hidup. Jika anda anda bisa memahami hal itu, silakan berbelanja di online shop tersebut. Tapi, kalau anda tidak bisa memahaminya...silakan cari online shop lain. Simpel kan?

2. Calon pelanggan tidak sadar/tidak tahu, bahwa yang dilayani tidak hanya dia sendiri. Ada banyak calon pelanggan lain yang juga minta dilayani, dengan satu keinginan yang sama --- cepat di respon. Mohon dipahami, meskipun sudah ada tenaga yang menghandle masing-masing "divisi", tetap saja harus diselesaikan satu persatu kan.
Sms... "mba...paket saya sudah di kirim?" "saya" ini siapa? Sekali lagi, yang order dan kami kirimi paket tidak hanya anda. Biasakan jika sms/email/inbox ke seseorang yang bukan teman anda, menyantumkan nama. Selain bagus secara etika, juga memperingkas komunikasi.

Atau sms terus-terusan, dan ketika lambat respon..."mba...kok tidak di balas?" Jujur, saya paling sedih dengan sms seperti itu. Apakah saya harus membatalkan urusan saya supaya bisa membalas terus sms-sms dia? Apakah dia pikir, saya tidak punya pekerjaan lain selain sms-an dengan dia? Maaf ya, saya tidak bermaksud sombong. Tapi itu adalah adalah pemikiran yang umum kan? Saya yakin, teman-teman penjual online lain juga merasakan dan memikirkan hal yang sama.

3. Sms tidak tahu waktu. Oke lah...kami online shop yang "terbuka" 24 jam. Tapi bukan berarti kami juga harus stand by 24 jam merespon calon pelanggan. Bagi saya, seorang ibu rumah tangga dan muslim, magrib adalah waktu mematikan komputer dan meletakkan hp. Peralihan profesi, sekaligus waktu rehat saya dari dunia maya. Jadi, kalau tidak sedang benar-benar menganggur, saya tidak memegang laptop atau hp sampai besok pagi di jam kerja. Sebab, kalau dituruti online-nya, tujuh hari tujuh malam juga tidak akan pernah selesai. Karena salah satu ciri pembeli online shop adalah "bisa berkunjung kapan saja". Benar?

Penjual online adalah manusia dua dunia, dunia nyata dan dunia maya. Adakalanya kami harus mundur dari dunia maya untuk menyelesaikan keperluan di dunia nyata. Tidak terpikirkan-kah hal itu?

4. Sudah ada peraturannya, tapi memaksa menyesuaikan dengan kondisi dia (calon pembeli) dan membandingkan dengan aturan online shop lain.

Kami, penjual online, tentu tidak asal-asalan ketika membuat peraturan. Semua aturan punya dasar, dipertimbangkan dan disesuaikan dengan situasi kondisi online shop kami, tanpa membuat susah pembeli. Maksud "pembeli" di sini tidak sekedar individu tertentu, tapi pembeli pada umumnya.

Saya membuat aturan cara order hanya lewat inbox Facebook/Pages, email, atau order form di blog www.nupinupi.com. Tidak bisa lewat sms, pertimbangannya adalah :
  • Berdasarkan pengalaman dan kesalahan di masa lalu, saya membuat aturan tersebut untuk meminimalisir kesalahan (meskipun sampai sekarang kadang masih salah, tapi setidaknya jauh berkurang), proses transaksi berjalan efektif, teratur, dan jika terjadi masalah...kroscek dan follow up nya mudah.
  • Admin tidak saya "pegangi" hp, karena...dia fokus di depan laptop saja keteteran, apalagi kalau juga memegang hp. Jika admin sampai salah merekap, sampai ke bagian-bagian lain juga otomatis akan salah. Kami rugi, pelanggan juga kecewa, meskipun kami berikan ganti. Jadi, sementara adminnya masih satu orang, belum bisa order lewat hp.

5. Hormatilah aturan yang di buat pemilik online shop
  • Ada online shop yang memberikan nomor hp, tapi sms only. Ya jangan di telepon.
  • Online shop tersebut hanya menyediakan email untuk komunikasi. Calon pembeli maksa minta no hp, katanya supaya ordernya cepat, dan dia jarang online atau tidak punya email. Sebenarnya dia sadar tidak sih, kalau dia itu akan berbelanja di online shop. Wajar kalau pemilik online shop menerapkan peraturan order hanya lewat email saja, misalnya. Itu kan memang jalur online. Kecuali, kalau pemilik online shop mensyaratkan order pakai kode morse. Silakan anda protes. Kalau memang tidak punya email...buat email, tidak punya akun Facebook, buat akun. Semua itu untuk piranti, sewaktu-waktu ingin belanja online, sudah punya akun. Jangan malah ngomel ke pemilik online shop. Sudah, cari saja online shop lain yang aturannya sesuai dengan kondisi anda, atau kalau mau yang lebih cepat, belanja ke warung terdekat. 
    Online shop tersebut hanya memiliki satu rekening. Sementara, calon pembeli rekeningnya berbeda dengan rekening online shop tersebut. Dia (sedikit) menyalahkan, karena pembeli harus jauh-jauh ke ATM yang sesuai rekening online shop tersebut. Duuh... Kalau kami katakan, "siapa juga yang nyuruh kamu belanja di sini?"...itu keterlaluan. Tapi, kalau pembeli tersebut lantas menyalahkan penjual karena hanya memiliki satu rekening, apa itu juga pantas? Kalau memang butuh, siapkan diri dengan konsekuensinya. Sebab, meskipun online shop, bukan berarti kami harus punya semua nomor rekening. Untuk penjual online skala kecil, belum efektif kalau punya banyak nomor rekening. Karena dananya juga masih kecil. Misal, omset masih Rp.500.000, kalau di bagi dalam 2 rekening, apa tidak repot waktu mau belanja. Harus menarik uang dari dua tempat. Mau debit, tidak cukup saldonya. Itulah kenapa, saya belum menambah rekening baru. Karena setiap belanja, kadang masih memakai dua kartu debit, karena dana masing-masing kartu kurang. Apalagi kalau saya membuka rekening baru, bisa memakai tiga kartu debit.






  • Pelanggan membanding-bandingkan aturan online shop satu dengan online shop lain. "Ribet banget sih, order tidak bisa lewat sms. Online shop lain bisa order lewat sms". Helloow...anda tidak tahu apa-apa dengan kondisi "dapur" kami. Jadi anda tidak berhak untuk membanding-bandingkan kami. Apakah anda mau saya bandingkan juga, "Pelanggan lain oke-oke saja dengan aturan kami, kenapa anda merasa ribet?" 
    Percuma ditanggapi, malah jadi debat kusir. Karena pada prinsipnya, membandingkan antara online shop satu dengan yang lain, seperti membandingkan watak manusia satu dan lainnya. Setiap online shop (pemilik OS), menghadapi situasi dan kondisi yang berbeda-beda. Jadi, jangan dipaksa sama. Coba saja anda membuka online shop sendiri...
Ilustrasi tersebut cukup jelas kan? win-win solution tidak sama dengan menuruti keinginan satu individu saja. Tapi agar nyaman kedua belah pihak.
Kami, penjual online membutuhkan pembeli, begitu pula sebaliknya. Jadi kita sama-sama butuh. So...aturan juga untuk kepentingan bersama. Setuju?

6. Penjual online tidak anti di tanya-tanya. Tapi, akan menyedihkan kalau ada calon pembeli tanya-tanya, padahal sudah ada jawabannya, sudah ada keterangannya, atau bahkan jawaban tersebut sudah ada di kolom komentar - tepat berada di atas komentar pertanyaannya tersebut (tidak di waktu yang sama). Pemilik online shop sering sekali di tanya pertanyaan yang sama oleh orang-orang yang berbeda. Dan, seringnya pertanyaan yang umum, atau pertanyaan berulang...akan dibuatkan FAQ.
Biasakan membaca-baca dahulu sebelum bertanya-tanya. Kalau memang merasa tidak ada/tidak menemukan, silakan bertanya. Karena memang kadang-kadang kita harus beradaptasi kalau "memasuki sebuah tempat baru". Hal pertama yang saya lakukan jika mengunjungi online shop adalah melihat-lihat produknya, jika tertarik...saya akan mencari FAQ atau semacamnya. Hal terakhir yang saya lakukan adalah mencatat nomor teleponnya. Bukan sebaliknya... Jadi, ketika saya order, saya sudah tahu tata caranya, sehingga prosesnya ringkas. Penjual juga senang bekerja sama dengan kita, karena kita meringankan tugas mereka dan hubungan akan terjalin baik ^^

7. Pemilik online shop harus belajar sabar karena menghadapi banyak karakter dan kemauan yang berbeda-beda dari setiap pembelinya, terutama ketika menghadapi pelanggan yang tidak beretika.
Ini adalah bagian yang paling banyak ceritanya dalam episode perjalanan online shop. Satu orang VS banyak orang, yang masing-masing orang itu punya keinginan berbeda, tapi tuntutannya sama --- kepuasan.
Padahal, masalah kepuasan itu relatif. Ada yang sangat puas dengan pelayanan Nupinupi, ada yang merasa biasa saja, dan ada yang amat sangat tidak puas. Meskipun, semua kami perlakukan sama. Itulah yang namanya relatif. Tapi...kita harus tetap memaksimalkan pelayanan, untuk mencapai kepuasan pelanggan secara obyektif. Benar?

8. Penjual online paling bingung kalau di tanya tentang "rahasia dapurnya". Maksudnya adalah, misal saya...menjual paket belajar boneka wisuda. Tapi di tanya pelanggan, "mbak..itu cara membuat kondenya bagaimana?" #jelas-jelas saya menjual tutorialnya. Atau, saya menjual bahan-bahan kerajinan flanel (domisili di Solo), dan di tanya oleh seorang crafter flanel yang berada di Solo juga, "mbak..kalau belanja bahan-bahan di mana?" #saya kan jual? Bingungnya adalah bingung harus menjawab apa, dan bingung..orang ini tahu etika tidak sih? Memang, secara formal tidak ada hukum yang melarang menanyakan hal-hal seperti itu. Tapi, duuh...gimana yaaa...??! #terserah kalau ada yang mengatakan pelit informasi. Jadilah penjual..supaya tahu rasanya ^^v

Serius sekali membacanya.... Sambil mikir ya.."aku kemarin juga melakukan hal itu... Waah, berarti dianggap tidak punya etika dong" #meriang.... Hehehehehe. Saya kira, pembeli yang "waras" jauh lebih banyak dari pada yang tidak. Dan, sebagian besar itu adalah Anda ^^d

Tulisan ini hanya fokus ke pembeli online shop, bukan penjual online shop yang tidak tahu etika dan sering mengecewakan pembeli. Karena itu sudah beda topik (lain waktu ganti mengulas penjual online yang tidak tahu etika - tapi tidak janji #eh)  . Pembeli yang saya maksud adalah pembeli online shop pada umumnya, dan penjual online shop yang saya maksud adalah penjual online yang "sehat", bukan yang bermasalah/tidak punya etika. Bisa dipahami? Dan berdasarkan tulisan ini, bukan berarti saya/penjual online mau menangnya sendiri, sombong, tidak butuh pembeli, tidak mau di protes, tidak bisa di beri masukan, tidak suka di tanya-tanya, atau di ganggu, dan maunya hanya terima uang. Bukan seperti itu.. Kami juga tidak ingin dikasihani kok, kami hanya ingin dipahami. Itu saja... Karena kalau kedua belah pihak saling memahami, insyaallah semua akan berjalan lancar, rejeki pun ikut lancar... Ya kan? ^^

Terimakasih kepada para pelanggan Nupinupi yang so sweet... "Separuh aku dirimu"

Salam,

Kamis, 06 Desember 2012

SEPATU BAYI DARI KAIN FLANEL

Posted by Nupinupi at 16.42
Reactions: 
14 comments Links to this post
Dear teman-teman Nupinupi...
Ada yang ingin belajar membuat babyshoes? Nupinupi belum mengeluarkan paket belajarnya. Tapi Nupinupi menyediakan bukunya, SEPATU BAYI DARI KAIN FLANEL, karya Fitri Gaity dari Dunia Kreasi Fiet.

Pembuatan babyshoes yang diajarkan di buku ini,100% dari kain flanel (polos dan motif) dan jahit tangan. Jadi, jangan khawatir bagi yang tidak memiliki mesin jahit ^^
Ada 30 kreasi babyshoes yang menginspirasi, sekaligus mudah di contoh/dipraktekkan. Dan, tentu saja...disertai pola dengan ukuran sebenarnya.

Harga buku Rp.43.000
Tebal halaman 80

Teman-teman bisa mendapatkannya di TB.Gramedia seluruh Indonesia, atau order via Nupinupi.
CARA ORDER : Inbox/email/isi order form (di sidebar kanan) NO SMS ya...
1. Nama
2. Alamat lengkap
3. No. HP
4. Daftar belanja

Jam kerja (online) SENIN-JUMAT : 08.00 - 16.00 WIB (Puput)
Informasi : 089 6369 0 6864 (bukan untuk order) (Prapti)
*Sabtu-minggu OFFLINE/LIBUR, familytime.


 Jumlah buku terbatas ya.... ^^
 

Senin, 03 Desember 2012

TRIK KHUSUS, GUNTING KHUSUS, BENANG KHUSUS, DAN JARUM KHUSUS

Posted by Nupinupi at 09.18
Reactions: 
13 comments Links to this post

Sebelumnya saya minta perhatian pengunjung blog Nupinupi. Kami, terutama onlineshop Paket Belajar Flanel Nupinupi, sabtu-minggu OFFLINE, LIBUR, HP OFF. Kami sudah mengumumkan dan menuliskannya di mana-mana, tapi entah karena tidak terbaca atau malas baca atau tidak tahu, hampir selalu ada yang 'protes' dan sebagian menyalahkan, (sabtu-minggu) tidak bisa sms/hp tidak aktif/orderan tidak di rekap.  Saya harap, "pengumuman" lewat artikel akan lebih terlihat dan di baca, sehingga tidak ada lagi yang "protes" tentang hal ini. Terimakasih :)



Sering saya mendapat pertanyaan, “jahitannya rapi sekali, adakah trik khusus atau alat khusus?”
“Hasil cutting polanya rapi sekali,apakah memakai gunting khusus atau khusus?”
Dan lain-lain yang khusus-khusus.

Sekarang saya akan buka rahasia. Tentu saja saya memakai bahan dan alat-alat khusus. Kalau tidak, selain dalam proses pembuatan kreasi flanel tidak nyaman, hasilnya juga kurang memuaskan menurut saya. Apa saja hal-hal khusus tersebut?
1. Bagaimana trik agar jahitan rapi?
Selalu membiasakan agar :
  • Jarak antar tusukan sama
  • Tinggi rendah tusukan sama
  • Ukuran jahitan menyesuaikan ukuran kreasi (kalau kreasi berukuran kecil = jahitan kecil-kecil, dan sebaliknya)
  • Bongkar dan ulangi lagi kalau melihat ada yang tidak rapi/tidak memuaskan.

2. Bagaimana trik agar hasil potongan pola rapi? Adakah gunting khusus?
Saya punya dua gunting khusus :
  • Gunting besar. Untuk memotong-motong pola yang di gambar pada lembaran kain flanel lebar, menjadi potongan tunggal, tapi masih berupa potongan kasar 
  • Gunting kecil. Atau sering saya sebut gunting pola. Untuk memotong flanel sesuai garis gambar pola dan menghaluskannya. Sehingga hasilnya seperti menggunakan alat pres.

Ada lagi, dua gunting khusus yang jarang saya gunakan, tapi sangat penting bagi saya :
  • Gunting zigzag
  • Gunting gelombang
(Keduanya tersedia di Fanspage Paket Belajar Flanel)

Supaya hasil guntingannya rapi, setiap potongan pola minimal melalui dua tahap pemotongan :
  • Memotong sesuai garis gambar
  • Memotong untuk menghaluskan pinggir-pinggirnya     
          
3. Benang khusus
Benang khusus yang saya gunakan adalah :
  • Benang jahit biasa
  • Benang sulam
benang jahit

benang sulam

Masalah penggunaan benang, sudah saya share di sini

4. Jarum khusus
  • Saya biasanya memakai jarum khusus no.12, atau yang sering di sebut jarum payet. Karena tajam, tipis, sekaligus bisa untuk menjahit payet-payet pasir tanpa perlu mengganti jarum.
  • Tapi kadang-kadang saya juga memakai jarum jahit ukuran biasa, asal tidak terlalu besar. Karena hasil jahitan saya tampak kurang rapi kalau memakai jarum besar.
kiri : jarum jahit biasa, kanan : jarum payet
Nah... sudah tahu kan rahasia Nupinupi... Tidak lain dan tidak bukan adalah alat dan bahan yang sama, seperti yang teman-teman gunakan ^^ Saya sebut khusus karena memang hanya saya gunakan ketika membuat kreasi flanel. Tidak saya gunakan untuk hal lain.

Alat dan bahan tersebut saya sediakan di OS Nupinupi (Fanspage Paket Belajar Flanel). Bukan bermaksud promo, tapi sangat sering saya mendapat pertanyaan yang menanyakan di mana mendapat alat/bahan yang saya gunakan pada kreasi tertentu. Jadi, supaya tidak perlu berulang kali menjawab pertanyaan yang sama, saya beri keterangan sekalian ^^v Ingat, sabtu-minggu/long week end Nupinupi selalu OFFLINE, HP off/mati ya.


 Salam, 


Minggu, 25 November 2012

STRATEGI SEDERHANA MENJUAL KREASI FLANEL SECARA ONLINE (FACEBOOK)

Posted by Nupinupi at 02.21
Reactions: 
20 comments Links to this post

Dulu saya pernah share tentang persiapan memulai bisnis online. Sekarang, saya akan share tentang cara memasarkannya. Kalau teman-teman Googling “strategi pemasaran online”, akan ada  kurang lebih 802,000 results/ hasil. Banyak sekali kan?! Tapi hampir semua berisi : afiliate marketing, email marketing, SEO marketing, viral marketing, blog marketing, network marketing... Bukannya tambah paham malah pusing,hahahaha. Ya sudah, saya coba-coba sendiri menggunakan cara yang saya pahami, dikombinasikan dengan pengalaman-pengalaman teman-teman lain. Jadi, ini cara sederhana saya untuk memasarkan secara online.

Alasan saya memilih pemasaran secara online karena :
  1. Sejak SMP (tahun 1998), saya sudah mengenal komputer dan internet. Saya sangat tertarik dan betah berlama-lama di depan komputer, coba-coba program dan main game. Betah surfing di dunia maya. Walaupun surfing hal yang tidak penting.
  2. Wilayah tempat tinggal saya hanyalah kota kecil, kerajinan flanel tidak populer. Daya beli sangat rendah, paling pol hanya apresiasi mereka berupa pujian. Jarang sekali saya bisa menjual. Tapi syukurlah saya kuliah di kota Solo, kota yang agak besar dan lumayan heterogen. Dan “warga” kampus adalah sasaran empuk saya. Sebenarnya sudah sangat lumayan hasilnya, tapi saya masih kurang puas dengan jangkauan marketnya. Akhirnya saya berpikir untuk online.
  3. Dengan online, potensi target market kita sangat luas. Tidak akan dibatasi oleh “keprimitifan” kampung kita. Karena kita akan tetap bisa menjual dan punya pelanggan dari wilayah lain.

Pada waktu memutuskan untuk memasarkan produk flanel saya secara online, hal-hal sederhana yang saya lakukan sebagai strategi pemasaran online adalah :
  1. Membuat akun di jejaring sosial (Facebook dan Twitter). Saya ingin membuat akun lain, tapi belum siap mengelolanya. Jadi nanti-nanti sajalah...hehehe. Dulu saya membuat akun pribadi di Facebook, tapi sekarang sudah full. Teman-teman lain melanjutkan dengan membuat akun kedua. Tapi saya lebih memilih membuat pages, karena sering sekali “dikejar-kejar” untuk segera meng-konfirmasi permintaan pertemanan mereka. Kadang-kadang, hal itu menjadi beban bagi saya. Misal sedang repot, tidak bisa online,sementara orang itu minta cepat-cepat di konfirmasi, bagaimana perasaan teman-teman? Jadi, saya buat pages saja, yang mau berteman...langsung LIKE, tidak perlu menunggu konfirmasi. lagipula jumlahnya tidak terbatas ^^
  2. Membuat blog. Selain untuk ajang pamer kreasi, blog saya jadikan “tempat untuk mendisplay” barang-barang dagangan saya. Blog juga untuk menjangkau calon pelanggan yang tidak “fesbukan”.
  3. Buat nama yang paten, tidak ganti-ganti. Mungkin sekarang orang belum tertarik, tapi suatu saat orang itu butuh, atau temannya yang butuh, dan dia masih ingat nama Facebook/onlineshop anda, akan di cari dan ketemu dengan mudah. Tapi kalau ternyata anda 1 bulan sekali ganti nama...akan susah sekali menanamkan “brand image” ke ingatan pelanggan. Otomatis, semakin jauhlah OS anda dari keramain pembeli. Ya kan?
  4. Buatlah foto-foto produk yang jelas dan bagus. Tidak harus dengan camera digital, memakai kamera HP juga oke kok, asal kita pintar mencari angel dan pas pencahayaan (dianjurkan memotret siang hari). Karena, meskipun memakai blitz, kalau malam hari tetap kurang memuaskan hasilnya (menurut saya). Perhatikan juga background-nya. Produknya warna-warni, background-nya karpet/kertas kado yang warna-warni pula. Meskipun pelanggan bisa membedakan mana background, mana barang dagangan anda...tetap saja membuat otak jenuh dengan “keramaian” itu, sehingga ujung-ujungnya malas untuk memperhatikan lebih lanjut, apalagi membelinya.
  5. Bergabung dengan grup-grup yang relevan dengan “bisnis” kita. Di situ kita bisa mendapat banyak manfaat. Bisa berpromosi, menambah ilmu, menambah teman, dan tentu saja...banyak calon pelanggan potensial yang bisa kita gaet.
  6. Menurut saya pribadi, jangan nge-TAG sembarangan atau memasukkan orang ke grup sembarangan.
  • Sekali nge-tag 5 foto, di hapus...di tag lagi.
  • Nge-tag foto random dan tidak tepat sasaran. Nge-tag “SARI RAPET” ke OS Nupinupi Paket Belajar Flanel. Hadeuuh... okelah “siapa tahu butuh”. Tapi menurut saya malah tidak efektif dan menganggu. Ibarat kita punya toko, tahu-tahu ada teman kita yang datang dan langsung menjejer barang  dagangannya di dalam toko kita. Bagaimana perasaan anda sebagai pemilik toko? Kecuali, kalau si pemilik toko sudah mengijinkan/anda biasa-biasa saja di tag apapun dan berapapun. Monggo...  
Nge-tag juga perlu strategi. Saya membuat aturan pribadi tentang tag-mengetag ini :
  1. Lihat produk kita, lihat target market kita/siapa yang kira-kira berminat dengan produk kita. Ketika saya mau promo paket belajar, yang saya tag bukan malah teman-teman penjual kreasi flanel. Tapi teman-teman yang nge-add PBF dan dia tidak menjual apapun. Lhah buat apa men-tag teman-teman penjual kreasi flanel, mereka sudah bisa membuat sendiri. Target saya kan orang-orang yang belum bisa membuat kreasi flanel. Meskipun seiring waktu berjalan, akhirnya pelanggan PBF juga banyak dari kalangan crafter,bahkan yang sudah mahir juga banyak. Tapi tetap, sasaran utama PBF orang-orang yang belum bisa membuat kreasi flanel dan ingin belajar. Karena, dari awal memang tujuannya adalah membantu teman-teman yang ingin “kursus flanel”, tapi dengan metode jarak jauh. Jadi, antara konsep awal kita berbisnis dan penetapan target market promosi itu sangat erat hubungannya. Contoh lagi, dulu saya menerima pesanan aneka topping jadi. Karena saat itu felt cake sedang booming. Banyak crafter yang membuat kreasi felt cake. Dan saya tahu, mereka pasti lama-lama “capek” kalau harus membuat topping sendiri. Ingin yang praktis dan menguntungkan. Maka, sasaran saya adalah teman-teman yang menjadi produsen souvenir, felt cake, atau pembuat kotak tisu. Kalau saya nge-tag mereka, kemungkinan besar mereka tertarik, dan tag saya itu tidak menjadi gangguan untuk mereka. Intinya, saya sebagai anggota masyarakat dunia maya, tidak keberatan di tag, asal relevan dengan usaha saya. Kadang-kadang saya, sebagai penjual bahan-bahan kerajinan juga butuh tag dari penjual bahan kerajinan lain untuk melengkapi barang dagangan yang susah di dapat di wilayah saya.
  2. Awal-awal saya usaha, saya nge-tag ke beberapa teman, tapi dengan penuh perhitungan dan hati-hati. Karena saya tidak mau, tag saya tersebut menjadi gangguan untuk orang tersebut. Tapi sekarang, karena alhamdulillah sudah di kenal, saya tidak pernah nge-tag lagi. Saya nge-tag hanya ketika di minta, atau saya tanyakan dulu lewat status.. “Hari senin, PBF baru akan diluncurkan. Yang ingin di tag, silakan LIKE status ini”.  Dan benar, teman-teman yang berminat pun me-LIKE status saya. Pada hari H, saya uplod fotonya, saya tag satu persatu orang-orang yang me-LIKE status saya. Ini jelas tepat sasaran dan tidak membuat orang risih/kesal dengan tag kita. Karena yang saya tag adalah orang-orang yang butuh/berminat.
  3. Saya lebih suka memberikan link-link di wall saya sendiri dari pada tag foto, karena bisa  tampak seperti display “toko” saya. Jika ada teman yang membuka profil saya, yang terlihat adalah barang-barang yang saya tawarkan, bukan sekedar status berisi kata-kata promosi apalagi  info kegalauan kita (karena akun tersebut adalah onlineshop/toko, kalau di akun pribadi..lain urusan) ^^v #be professional aja
Efek dari suka tag sana-sini (tanpa strategi) :
  • Tidak tepat sasaran
  • Membuat orang lain ilfil, yang bisa berujung di remove atau di blokir.
Rugi sendiri kan?
Jadi,silakan nge-tag, tapi be smart. Supaya tepat sasaran, dan bisa mendongkrak bisnis kita :)

Itu tadi beberapa poin sederhana yang saya lakukan selama ini. Tetap...dengan kesabaran, kefokusan, dan keistiqomahanlah semua strategi tersebut bisa memberi hasil positif. Semangat! ^^


 

nupi-nupi Copyright © 2012 Design by cutelittleowl.com