Kamis, 21 Februari 2013

Photo Lightbox Murah Meriah, Hasil Jepretan Wah....

Posted by Nupinupi at 23.57
Reactions: 
32 comments Links to this post
Selama ini saya sering kesulitan ketika melakukan pemotretan. Kesulitan saya adalah cahaya. Rumah saya terlalu penuh dengan barang-barang, sehingga terasa "buram"...meskipun siang hari cerah. Sementara kalau di luar/halaman, terlalu menyilaukan dan susah mencari spot yang bagus... Apalagi kalau malam hari, pemotretan tidak maksimal. Jadi, saya sering menunda esok hari. Itupun hanya sampai pukul 5 sore (kalau cerah). Musim hujan seperti ini, pukul 1 siang sudah mendung, pukul 2 siang...mulai gelap, pukul 3 sore...ya sudah.
Lalu saya akali dengan lampu meja.... Lumayan terang, tapi bagi saya kurang memuaskan. Sampai akhirnya saya menemukan solusinya. Sebuah photo lightbox...seperti yang dipakai fotografer-fotografer pro. Atau dalam pembuatan film animasi. Tapi, kalau lightbox yang "beneran" kan mahal harganya. Setelah googling, dapat nih cara membuat lightbox yang murah, mudah, hasil jepretan jadi wah.

Apa fungsi lightbox? Dalam pemotretan, cahaya adalah hal yang sangat penting. Sehingga kita bisa menampakkan secara jelas, detail dan keindahan barang yang kita potret. Dan yang paling penting lagi, kita bisa menunjukkan warna yang sebenarnya. Kadang-kadang, karena faktor cahaya, warna bisa lain dengan kenyataan.

Lightbox yang beneran seperti ini..

 Di Google, akan kita dapatkan banyak sekali variasi home made light box, contohnya :

A home-made light box with a DSLR ready to shoot. Photo by Bill Ward's Brickpile/Flickr/CC




Nah.. saya memilih membuat sendiri dari kardus.
Bahan & alat :
1. Kardus (ukuran sesuai kebutuhan)
2. Cutter
3. Penggaris
4. Bolpen/spidol
5. Isolasi
6. Kain putih/kertas minyak putih
7. Kertas manila putih
8. Lampu meja (idealnya 2)

Bahan dan alat
Potong semua "sayap-sayap" kardus


Buat lubang di 3 sisi. Samping kanan, kiri, dan atas. Caranya, buat garis untuk mempermudah. ukuran sesuai selera. Potong menggunakan cutter (lebih mudah)

Hasilnya seperti ini...

Siapkan kain putih. Saya menggunakan kain viselin, karena adanya itu. Kalau di google, ada yang menggunakan kertas minyak putih. Silakan, gunakan apa saja..asal tidak terlalu tebal, dan berwarna putih. Tutup lubang-lubang tersebut menggunakan kain putih. Saya melekatnya hanya dengan isolasi.
Hasilnya seperti ini....
Untuk background, lapisi dengan kertas manila putih/hitam/kertas kado... 
Sudah selesai. Saya membutuhkan waktu 1 jam untuk menyelesaikannya....

Setelah saya coba (siang hari), di dalam rumah... Lumayaan. Tidak perlu lagi "bermain" dengan photoshop untuk mengakali ketajaman, kontras, maupun gelap-terang. Akan lebih memuaskan lagi kalau saya punya 2 lampu meja (nanti beli :P ). Karena kalau lampunya 2, atau malah 3 sekalian, atas, kanan, kiri...saya tidak perlu memakai blitz. Dan hasilnya akan lebih bagus. Soalnya, lampu blitz suka "meninggalkan" bayangan.

Kiri dengan cahaya lampu, kanan cahaya alami dari luar

tanpa lampu, tanpa blitz
tanpa lampu, dengan blitz
Dengan lampu dan blitz. Lumayan, tapi berbayang


Tanpa lampu, tanpa blitz
Dengan lampu, tanpa blitz




NB : mesin jahitnya itu miniatur, kotak musik... (banyak yang menanyakan... ^^ )

Selamat mencoba :)






Minggu, 10 Februari 2013

10 Kesalahpahaman Tentang Sukses

Posted by Nupinupi at 21.04
Reactions: 
3 comments Links to this post
1. Beberapa orang tidak bisa sukses karena latar belakang, pendidikan, keluarga, dll.
Pendidikan saya hanya tamatan SD, bagaimana bisa sukses?! Nenek moyang saya-orang tua saya PNS sejati,tidak ada bakat bisnis. Bagaimana bisa sukses?!

Pdahal setiap orang dapat meraih keberhasilan. Ini hanya bagaimana mereka menginginkannya, kemudian melakukan sesuatu untuk mencapainya.

2. Orang-orang sukses tidak melakukan kesalahan

Justru orang-orang sukses itu banyak sekali melakukan kesalahan/gagal. Tapi mereka mau terus bangkit, dan tidak melakukan kesalahan itu untuk kedua kalinya.
Jika anda takut salah/gagal, jangan melakukan apa-apa...cukup diam saja dan menjadi penonton.

3. Agar sukses, kita harus bekerja lebih dari 60 jam (70,80,90...) seminggu.

Padahal, persoalannya bukan terletak pada lamanya jam kerja, tetapi bagaimana anda melakukan sesuatu secara efektif dan benar.

4. Anda hanya bisa bisa sukses bila mengerjakan sesuatu dengan aturan.

Setiap situasi membutuhkan cara yang berbeda. Kadang-kadang kita memang harus mengikuti aturan, tetapi di saat lain....andalah yang membuat aturan itu(Itulah kenapa, setiap ada yang bertanya "harga produk A enaknya berapa ya mb?"...tidak akan saya saya jawab.. "sekian". Tapi akan saya arahkan untuk menghitung sendiri sesuai format yang sudah saya share)

5. Jika anda selalu minta bantuan, anda tidak sukses
(Ini bukan berarti kita lalu sedikit-sedikit minta tolong, sedikit-sedikit minta tutorial/pola gratis, sedikit-sedikit tanya...tanpa berusaha mencari sendiri dulu atau berusaha memecahkan persoalannya dahulu)

Dengan mengakui dan menghargai bantuan orang lain dapat membantu keberhasilan anda.

6. Diperlukan banyak keberuntungan untuk sukses.

Padahal, hanya dibutuhkan sedikit keberuntungan. Namun, diperlukan banyak kerja keras, kecerdasan, pengetahuan dan penerapan.

7. Sukses adalah bila anda mendapatkan banyak uang

Padahal, uang hanya 1 saja dari begitu banyak keuntungan yang diberikan oleh kesuksesan. Uang pun bukan jaminan kesuksesan, bisa menjadi sumber bencana.

8. Sukses adalah bila semua orang mengakuinya

Padahal, anda mungkin dapat meraih lebih banyak pengakuan dari orang lain atas apa yang anda lakukan. Tetapi, meskipun hanya anda sendiri yang mengetahuinya, anda tetap sukses! :)

9. Sukses adalah tujuan

Padahal, sukses lebih dari sekedar bisa meraih tujuan dan goal anda. Katakan anda menginginkan keberhasilan/kesuksesan, maka ajukan pertanyaa, "atas hal apa?"

10. Saya sukses bila kesulitan saya berakhir.

Padahal, anda mungkin telah sukses...tapi anda bukan Tuhan. Selama anda masih bernafas...kesulitan akan silih berganti menghampiri. Karena itu kesulitan itu untuk memuliakan kita (menjadikan kita semakin tangguh dan dewasa). Nikmati saja... :)

(coffe break-Robert Kwan)

I LOVE MY COMPETITOR

Posted by Nupinupi at 18.24
Reactions: 
9 comments Links to this post


Aku mencintai pesaingku...

Wooww... Judulnya agak-agak nih. Hahahahahaha... Ini bukan masalah percintaan beda kelamin lho yaa... Kaleeemm...
Kompetitor/pesaing yang saya maksud adalah saingan bisnis/usaha kita, yang menjual barang yang sama, di tempat yang sama/berdekatan, dan otomatis punya target market yang sama. “Kok pesaing malah dicintai? Harusnya disingkirkan, kalau perlu dimatikan sekalian...” Mungkin itu sebagian besar pikiran orang (dan saya, waktu belum tahu ilmunya). 



Karena dengan adanya pesaing, berarti kita harus :
  • BEREBUT MINAT
  •  BEREBUT PELANGGAN
  • Otomatis BEREBUT REJEKI pula
Akhirnya, kalau tahu ada pesaing bisnis...kita menjadi TAKUT. Takut pelanggan kita direbut, takut rejeki kita direbut. Ujung-ujungnya, menghalalkan berbagai cara untuk melemahkan, kalau perlu mematikan pesaing kita (dengan cara menjilat, saling serang, saling menjelekkan, perang harga)

Kita MENGIRA, kalau semua pesaing “TEWAS”, kita akan berjaya, karena akan menjadi satu-satunya. No..No...No... Anda salah! Persaingan dalam bisnis itu adalah hal ALAMI. Artinya, hal itu tidak bisa kita tolak...sudah aturan alam. Pesaing baru akan terus tumbuh. Dan jika kita tidak bisa berdamai dengan para pesaing, hal itu akan terus mengganggu usaha kita, menganggu hidup kita. Mengganggu dalam arti, kita yang merasa terganggu.
Pikiran kita bukan ke peningkatan kualitas/pengembangan produk, tapi malah sibuk berinovasi dengan cara menjatuhkan pesaing. Ckckckck... Yang ada, usaha kita makin jauh tertinggal/ambruk. Karena kita fokus ke hal yang malah merusak. Merusak diri sendiri, dan merusak orang lain.

Di mana ada bisnis, di situ pasti ada persaingan. Ibarat sandal jepit, harus sepasang. Sandal kanan, dan sandal kiri. Bisnis tanpa pesaing, seperti memakai sandal kanan saja/kiri saja. Nggak seru, nggak nyaman, jalan pincang, satu kaki mulus-satu kaki kapalan...
Jadi, kalau ada yang menganggap pesaing = musuh, katakan padanya..”Aduuh cyiiin...itu pemikiran jadul”. Kalau dia gaul dan smart (eeciee..), kompetitor berarti 4 hal baginya :
  1.  Mitra/sahabat, yang akan membuat kita maupun bisnis kita menjadi lebih berkembang. Bisnis menjadi ramai dan menantang.
  2. Guru, karena kita juga belajar darinya. Belajar dengan cara mengamati cara bisnisnya. Mempelajari kelemahan dan kekuatan bisnisnya.
  3. Pesaing akan memperbesar pasar. Tanpa kompetisi, industri/pasar tidak akan berkembang. Anda pilih pergi ke mall yang sepi, karena tenant-nya masih belum banyak (masih banyak toko-tokonya yang tutup)...atau ke mall yang tenant-nya sudah banyak, otomatis tokonya banyak yang buka dan variatif?
  4. Merangsang kita untuk selalu berpikir kreatif. Iya doong, dia bisa menciptakan produk A, dan laris manis...saya juga pasti bisa! Akhirnya, karena tertantang dan serius...bisa meluncurkan produk B, yang tidak kalah laris. Siapa yang untung? Ya diri kita sendiri. Sudah makin kreatif, dagangan makin laris lagi...
Nah...berdasarkan poin-poin di atas, sudah semestinya kita menggunakan cara baru melenyapkan kompetitor. Ini lebih revolusioner dan manjur... “Lhooo..katanya pesaing itu penting? Kok malah akan dilenyapkan?”
Caranya adalah dengan MENCINTAI kompetitor, berhenti memusuhinya. Yang kita lenyapkan adalah label musuh yang kita tempelkan pada pesaing kita.
Selain 4 alasan di atas, kenapa kita harus mencintai pesaing kita...ada beberapa manfaat persaingan yang harus kita ketahui, supaya bisa merubah mindset negatif kita.
  • Meningkatkan daya kreatifitas. Itu jelas, dengan persaingan yang sehat, masing-masing individu/usaha akan berlomba untuk menciptakan/mempersembahkan yang terbaik.
  • Memperlaris bisnis kita. Bagaimana mungkin?? Bukan mungkin lagi, tapi jelas terjadi. Contoh sederhana, saya menjual bahan-bahan kerajinan dan paket belajar. Sering sekali, di beberapa grup ada yang bertanya kepada anggota grup, membeli barang X di mana ya? Anggota lain menjawab, nupinupi jual. Si A juga, Si B menyediakan...dst. Dan saya pun, ketika ada calon pelanggan yang menanyakan barang X, ternyata saya tidak menjual. Saya tidak segan-segan untuk merekomendasikan OS lain yang saya ketahui menyediakan barang X tersebut. Contoh lainnya, Pusat Grosir Solo...itu terkenal pusat batik (selain Pasar Klewer). PGS isinya pedagang-pedagang pakaian batik, dan menjadi salah satu destinasi wisata kota Solo. Dari lantai basement sampai lantai 3 kan isinya pedagang batik yang bersaing. Tapi justru malah menjadi ramai pengunjung, karena cocok menjadi tempat belanja dan berburu oleh-oleh khas Solo yang komplit. Coba kalau isinya hanya 1 atau 2 kios batik? Apa mungkin, PGS menjadi ‘pusat’ perhatian dan kunjungan wisata?
  • Persaingan itu menjadi promosi gratis. Artinya...karena adanya persaingan, orang-orang malah jadi tahu keberadaan bisnis kita, siapa saja yang eksis di bidang tersebut. Seperti persaingan hebat antar operator di Indonesia. Karena mereka bersaing ketat, merek dan produk mereka di kenal banyak orang (lain pembahasan dengan masalah iklan). Atau, persaingan di AKF (Ajang Kreasi Flanel) Grup FlanelQta. Walaupun tanpa hadiah/just fun, tapi orang-orang yang mengikuti AKF bisa dikatakan sedang bersaing kan? Bersaing merebut perhatian anggota grup. Walaupun ada, yang niat ikut untuk meramaikan suasana saja. Tapi tetap ada energi persaingan (positif) di situ. Dari persaingan tersebut, orang-orang menjadi tahu... “Oooo..si A ternyata bagus juga ya hasil kreasinya”, “Kreasi si B kurang menarik warnanya, tapi idenya orisinal”... hal-hal seperti itu menjadikan seseorang yang sedang bersaing menjadi lebih/mudah dikenal.
Bukan menghilangkan pesaing yang kita pikirkan, tapi bagaimana menghadapii persaingan dengan cara lebih produktif. Tanpa persaingan, bisnis tidak akan maju. Karena tidak akan ada greget untuk memberikan yang terbaik kepada para pelanggan.
Semoga pembahasan ringan ini menginspirasi.


Salam,

 


Sumber : Rasulullah’s Business School

Minggu, 03 Februari 2013

MENJAHIT FESTON : SAMBUNGAN

Posted by Nupinupi at 19.43
Reactions: 
17 comments Links to this post
Saya agak bingung membuat judul/menyebut kasusnya... Tapi semoga bisa dipahami lewat foto-fotonya ya.
Memenuhi permintaan dan menjawab beberapa pertanyaan pelanggan Nupinupi, silakan di coba ^^
Kasusnya seperti ini dan sejenisnya....

Cara menjahit feston melewati kuping/sejenisnya, bagaimana caranya? Beri sedikit lem pada kupingnya, supaya letaknya permanen/tidak bergeser-geser ketika di jahit.
Jahit feston seperti biasa
Cara memulai menjahit feston, silakan lihat di sini

Nah...ketika mulai melewati kuping, caranya sama seperti menjahit feston biasa...cuma bedanya, benang kita lewatin kupingnya...
Foto 1 : tampak belakang, foto 2 : tampak depan, foto 3 : hasil jadi
Lanjutkan menjahit...

Tampak depan, tampak belakang...  Selesai.

Prinsipnya seperti menjahit feston biasa kok... "duuh, gimana sih mb, kok saya masih bingung?" Langsung di coba, jangan hanya dibayangkan. "Sudah di coba, tapi masih bingung..." diperhatikan lagi tutorialnya, dan di coba berulang-ulang. Pemahaman muncul dengan percobaan berulang-ulang. Karena, kalau dengan tutorial dengan gambar saja teman-teman masih bingung, bagaimana lagi saya harus menjelaskannya kan?! ^^

*watermark-nya kok "nampang" banget sih? di tengah-tengah... hehehehe, cuma penasaran...apa ya akan nekat ditutupin (yang pada copas tutorial untuk di klaim "karyanya" sendiri) kalau letaknya di situ ;)

Salam,

 


 

nupi-nupi Copyright © 2012 Design by cutelittleowl.com