Minggu, 19 Januari 2014

Recycled #6 : Pincushion Tutup Botol

Posted by Nupinupi at 04.43
Reactions: 
2 comments Links to this post
Sudah bisa menebak, tutup-tutup botol pengharum ruangan tersebut untuk apa?

Ini mungkin sudah umum, tapi setidaknya bisa memanfaatkan tutup botol yang ukurannya besar tersebut menjadi sesuatu yang berguna. Pincushion cupcake... Sudah bisa membayangkan ya ^^ 

Bahan utama adalah tutup botol besar (kecil juga boleh), atau kaleng susu kental manis, kain flanel/katun, dakron/perca. Sudah...hanya itu. Pita atau renda hanya sebagai bahan pendukung saja.

Tidak sampai setengah jam kita bisa menyelesaikan "proyek" ini.. ^^

1. Kumpulkan tutup-tutup botol pengharum ruangan

CARA 1
2. Lapisi dengan kain flane, lem dengan UHU atau lem lilin


3. Ambil segenggam dakron, isikan pada tutup tersebut..


4. Tutup permukaan dakron dengan kain flanel, gunakan karet gelang untuk membantu mengencangkan posisinya. Lalu atur pinggiran kain flanel yang berkerut agar rapi.


5. Lem sepanjang tepi kain flanel menggunakan lem lilin


6.  Setelah lem kering, lepas karetnya. Gunting lebih pendek bagian tepinya


7. Tempelkan topping di bagian atas. Bisa menggunakan topping buah, kancing, atau hiasan apa saja.
Sebagai tambahan, saya tempelkan parel di bagian atasnya..



8. Tambahkan pita untuk mempermanis penampilan di bagian bawah cupake...

Ini cupcake atau es krim..saya bingung..hahaha

CARA 2
1. Lapisi tutup botol dengan kain flanel, seperti cara 1 tadi. Ambil segenggam dakron, lalu buntal menggunakan kain flanel, ikat menggunakan karet gelang. Potong kain flanel sisanya.


2. Beri lem lilin pada bibir tutup botol.. Letakkan buntelan dakron tersebut..


3. Biarkan kering dulu...


4. Tempelkan topping di atasnya, dan beri tambahan pita.


Nah..pilih cara yang mana? ^^

Selamat mencoba.. ^^9


Salam,







Line sms sudah kami aktifkan kembali. Order bisa lewat sms 082 322 800 111 (sms only). Pin BBM 769BC26D. Order dalam jumlah banyak, kami sarankan lewat inbox FB Paket Belajar Flanel/email. Aktif hanya di jam kerja ya.. 08.00-16.00. Sabtu-minggu/tanggal merah hp off. Kalau tidak segera di balas...mohon bersabar. Yang sms/inbox/email tidak hanya anda... Kami balas satu persatu..antri. Oke? ^^ Terimakasih




Selasa, 14 Januari 2014

Mesin Jahit Mini Portabel

Posted by Nupinupi at 10.30
Reactions: 
49 comments Links to this post
Mini Portable Sewing Machine "KRIS", adalah mesin jahit mini yang bisa kita pindah kemana-mana dengan mudah. Kita bisa menjahit dimanapun, asal dekat dengan colokan listrik. "Tapi di tempat saya belum ada listrik PLN masuk..." Oh, tak masalah. Bisa memakai 4 baterai alkalin AA. Tampilannya seperti ini. Panjang 25 cm, tinggi 24 cm, lebar 8 cm.


 Apa saja fiturnya? Ada 8 fitur yang diunggulkan.

1. Lima pola jahitan. Lurus dan zigzag


2. Tiga jenis panjang jahitan
3. Memiliki 2 kecepatan, kecepatan tinggi dan kecepatan normal
4. Bisa menggulung benang sekoci
5. Pengoperasian bisa menggunakan tombol otomatis, bisa juga menggunakan pengendali/pedal kaki
6. Memiliki lampu kerja
7. Kita bisa mengoperasikan menggunakan baterai AA atau listrik
8. Ringan dan mudah dipindah

Fitur yang lumayan untuk level mesin jahit mini kan? ^^ Tapi, ini hanya bisa kita gunakan untuk menjahit barang-barang "kecil" saja. Terutama celana jeans, jelas tidak mungkin bisa dijahit menggunakan mesin jahit mini ini. Tidak harus kecil ukurannya, tapi penggunaan kain yang ketebalannya wajar. Seperti kain katun, kain flanel dan kain bulu, bisa menggunakan mesin jahit mini ini. Intinya, mesin jahit ini cocok untuk craft. Membuat baju-baju boneka, dompet, goodie bag, dan lain-lain yang tidak terlalu besar/tebal :)
Ada buku panduan berbahasa indonesia yang sangat jelas dan mudah dipahami. Jadi, jangan khawatir setelah membeli bingung penggunaanya ^^








 Cara memasang benang :






Berminat? Untuk pertanyaan, silakan inbox/email atau sms ke 082 322 800 111 (sms only). Tanya-tanya tapi tidak beli? Boleh. Tidak akan saya blokir/blacklist ^^ Tanya-tanya, lalu deal dan janji transfer tapi kemudian menghilang tanpa kabar? Blacklist!






Recycled #5 : Jam Botol

Posted by Nupinupi at 10.28
Reactions: 
12 comments Links to this post
Kreasi ini saya lihat di sini, www.tatagi.com. Lucu ya? Saya suka idenya. Sejak dulu saya memang tertarik dengan pemanfaatan barang-barang bekas. Dan sekarang ingin berkomitmen untuk lebih menggali pemanfaatan barang-barang bekas menjadi kreasi-kreasi bernilai guna :) 

Bahan yang diperlukan pada kreasi ini sangat mudah di dapat. Botol bekas dan CD bekas. Kalau buatan tatagi ini memakai botol kaca. Agak sulit mencari botol kaca yang bentuknya seperti tagiman original tersebut. Saya pernah lihat di supermarket, botol kaca yang bentuknya seperti itu adalah botol kemasan air mineral impor atau botol kemasan virgin olive oil (minyak zaitun). Harganya? Mihil, hahahaha. Saya mau beli untuk diambil botolnya saja, sayang. Oke...kita cari saja botol plastik yang lebih banyak bertebaran di sekitar rumah. Tapi jangan lupa, agar tidak mudah ambruk ketika tertiup angin (karena terlalu ringan), isi botol plastik dengan pasir atau kerikil kecil terlebih dahulu.

1. Alat, bahan


2. Siapkan kain flanel untuk membalut botol.


3. Beri lem seluruh permukaan botol. Tempelkan kain flanel

4. Di bagian atas agak susah, flanel berkerut. Maka kain flanel pada bagian leher botol saya potong, lalu di sambung supaya lebih rapi.


5. Untuk menutupi kerutan kain flanel pada leher botol dan bagian bawah botol, saya menggunakan pita.


6. Cara membuat pita sudah saya share di tutorial membuat cetakan pita


7. Tempelkan pita pada leher botol



8. Siapkan CD bekas, tutupi permukaannya dengan kain flanel, pasang mesin jam pada piringan CD.



9. Gunting jarum jam supaya ukurannya sesuai dengan lingkaran CD


10. Tempelkan CD pada tutup botol menggunakan lem tembak





11. Tambahkan potongan kain flanel untuk membuat tangan.





Yaa...tetap lebih bagus tagiman original buatan Tatagi. Tapi lumayan lah, semoga bisa memancing ide teman-teman untuk membuat modifikasinya. Selamat mencoba.



Salam,



Tema tutorial minggu depan, insyaallah... :)




Senin, 13 Januari 2014

Ujian Akhir

Posted by Nupinupi at 05.44
Reactions: 
5 comments Links to this post
Jari saya agak kaku waktu mengetik outline postingan ini. Kenapa? kok sepertinya akhir-akhir ini berbagi kesedihan terus. Hahahahaha... #malah tertawa -__-a

Sebelumnya saya ucapkan terimakasih untuk doa dan support dari teman-teman yang mengalir kepada saya (keluarga saya), ketika kemarin bapak mertua akhirnya meninggal setelah 4 bulan kami rawat karena mengidap sakit kanker. Hari-hari saya menyaksikan beliau kesakitan dan berdarah-darah tidak akan pernah saya lupakan, agar selalu menjaga nikmat kesehatan dan memanfaatkan waktu sebaik-baiknya.

Banyak hal yang saya dapatkan/pelajari selama 4 bulan menjadi “suster”.

1. Kesabaran. Bergulat dengan rasa itu lebih melelahkan daripada bekerja secara fisik. Secara fisik saya tidak terlalu lelah. Tapi batin...rasa lelahnya luar biasa. Ditambah dengan bisikan-bisikan yang mewajarkan saya untu marah. Marah kepada siapa? Yang Di Atas dong... Kenapa Dia memberikan saya beban sedemikian rupa. Di uji dengan rasa cemas, rasa tidak nyaman, rasa tidak bebas, rasa putus asa (sampai kapan?), rasa lelah batin, rasa lelah fisik (tentu saja) selama 4 bulan. Katanya sabar itu ada batasnya. Memang benar ternyata. Saya merasakan sendiri. Tapi batas itu ternyata kita sendiri yang membuatnya. Bukan Alloh... Batasnya mau sampai mana, sebenarnya kitalah yang membuat/menentukan. Jadi, ketika saya merasa hampir mencapai garis finish kesabaran saya, pelan-pelan saya geser maju lagi “garisnya”... Sehingga tidak sampai-sampai...hahahaha. Eh, tapi jangan membayangkan saya menggesernya sambil tertawa senang. Tidak! Dengan penuh perjuangan, karena beraaattt sekali menggeser maju “garis finish” itu. Kenapa bisa berat? Perasaan saya yang membuat berat. Kenapa? karena saya ingin semua ini segera berakhir, bagaimanapun caranya. Itu inti utamanya. Saya tidak sabar, ingin segera “selesai”....
Ada banyak pengungkit yang bisa membantu saya menggeser maju garis batas kesabaran saya. Share dengan teman, dan memposisikan diri saya sebagai si sakit. Share dengan teman sangat membantu menumbuhkan pikiran positif dan kesadaran pada diri kita. Tapi jangan sembarang teman. Pilih teman yang bijaksana, yang bisa menilai masalah secara obyektif, dan akan lebih bagus lagi jika kualitas imannya tidak diragukan. Jangan share kepada teman yang suka mengeluh. Bukannya tambah enteng, kita akan makin pusing dan suram, hahahahaha.
Memposisikan diri sebagai si sakit juga sangat ampuh. “Jika saya di posisi dia..apa yang saya rasakan?” Betapa tidak nyamannya saya, betapa sakitnya saya, betapa tersiksanya saya, betapa khawatirnya saya...karena tahu, penyakit saya sudah parah, dan peluang sembuhnya kecil, betapa cemasnya saya...harus menghadapi kematian yang mungkin sebentar lagi akan menjemput, dan lain-lain.
Ternyata, lebih tidak nyaman dia. Saya harus bersyukur, saya sehat, bisa kesana kemari, bisa makan apapun dengan bebas, masih punya banyak kesempatan untuk memperbaiki hari-hari saya kedepan dan memperbanyak tabungan akhirat... Lagipula, saya didampingi keluarga saya, disupport teman-teman, di beri banyak kemudahan oleh Alloh, kurang apalagi?! Terimakasih untuk seorang teman yang selalu saya “kunjungi” ketika saya sudah benar-benar suram...  “Semoga Alloh selalu melindungi dan memberkahi keluargamu, mbak” :)

2. Benar, bahwa pertolongan Alloh itu dekat. Benar, bahwa di setiap kesulitan, pasti ada kemudahan. Banyak sekali contohnya. Saya ceritakan beberapa saja ya...
Ketika itu, saya terpaksa sering offline. Karena admin saya keluar, dan saya harus menghandle Nupinupi sendiri. Padahal saya punya kewajiban utama, mengurus pasien. Bagaimana saya harus membayar beberapa tagihan rutin bulanan, kalau saya jarang online. Karena otomatis pemasukan juga berkurang. Deadline sudah dekat. Dan, seseorang sudah terus menagih, karena memang dana tersebut urgent bagi dia. 3 hari sebelum jatuh tempo saya sudah pusing. Karena dulu, uang sebesar itu adalah hal mudah bagi saya, tapi sekarang?! Di hari H, uang di rekening masing sangat kurang untuk membayar tagihan tersebut. “Ya Alloh...bagaimana ini? Tolong aku” Dalam hati saya galau. Sudah siang mendekati sore, tak mungkin uang di rekening akan bertambah lagi. Karena biasanya, pelanggan transfer pagi/agak siang. Akhirnya orang tersebut mengatakan, “ya sudah..seadanya dulu”... Oke, saya berangkat ke atm. Setelah di depan mesin atm, cek saldo...Subhanallah, saldonya sudah bertambah. Lebih dari cukup untuk membayar tagihan tersebut. Padahal tadi sebelum berangkat, saya cek internet banking, saldonya masih tetap, belum bertambah sama sekali. Dalam waktu 5 menit saya jalan ke atm, sudah “ditambahkan” oleh Alloh.
Ada lagi, waktu itu bapak mertua sesak parah. Harus masuk ICU. “Haduh..biaya perawatan di ICU itu mahal. Pikir saya..” Tapi, mau bagaimana lagi. Selagi saya memilih-milih kelasnya (saya pilih yang paling murah, Rp.375.000/hari), perawat UGD datang menghampiri, “Ibu..tidak jadi. Kondisi bapak sudah stabil”. Alhamdulillaah...
Lagi? Saya hanya bisa belanja bahan hari sabtu (ortu libur, jadi bisa menjaga bapak mertua sementara saya pergi), dan itupun waktunya singkat. Padahal, jarak tempuh lumayan. 1 jam perjalanan kalau lancar. Karena harus menyelesaikan sesuatu, saya baru berangkat belanja pukul 15.30. Padahal tokonya tutup pukul 17.00. Hanya ada waktu 1,5 jam saja. Itu kalau tidak macet. Meskipun cemas dan ragu, saya tetap berangkat. Karena harus membeli barang yg out of stock, dan besok harus dikirim. Sampai di tokonya, alhamdulillah masih buka. Tapi mesin kasir sudah dimatikan, barang sudah dimasukkan, jadi tidak bisa lagi memasuki toko (karena sudah penuh), dan mbak-mbak pramuniaga sudah berjejer, siap-siap mau pulang. Saya sebenarnya agak malas belanja di toko tersebut, karena pelayanannya menyebalkan. Mungkin karena terlalu ramai. Jadi, kalau dengan pelanggan sering ketus/acuh. Saya beranikan diri bertanya, masih bisa membeli barang ini tidak? Kondisi normal saja, mbak penjaganya ogah-ogahan...apalagi saat itu, mesin kasir sudah mati, gudang sudah ditutup, sudah siap pulang, mencangklong tasnya masing-masing. Saya pikir...saya sudah gila karena tetap bertanya, masih bisa dilayani atau tidak. Dan benar, mbak-mbak penjaga tokonya mengatakan..”sudah tidak bisa, gudang sudah dikunci”, dan mungkin tinggal selangkah lagi, pintu toko ditutup. Tapi kemudian keajaiban terjadi, mbak satunya mengatakan begini, “mmm..coba saya ambilkan ya” Lalu berkata kepada teman di sebelahnya, “Tapi kamu temani aku ke gudang mau?” dan temannya itu mengangguk. Akhirnya saya membayar dengan nota ditulis tangan (harusnya bentuk print out). Dan masih banyak lagi kemudahan yang saya rasakan.
Bagi saya, ini luar biasa, karena pertolongan itu datang tepat pada detik-detik kritis dan tidak masuk akal.  

3. Doa saya selalu terkabul.
Doa apapun itu, hal yang besar atau kecil...semua dikabulkan. Meskipun cara mengabulkannya di luar dugaan saya/ tidak terbayangkan sebelumnya. Tapi ending-nya, selalu sesuai dengan permohonan saya.
Mungkin karena saat itu saya sedang menolong orang lain, sedang dalam kondisi susah..jadi Alloh juga sigap menolong saya. Itu yang saya rasakan. Meskipun harus diawali dengan kepala cenut-cenut dan kecemasan-kecemasan, tapi bisa dipastikan, endingnya selalu melegakan. Seperti penghiburan bagi saya dari Alloh.

4. Cara Alloh mengabulkan doa itu unik
Saya pernah meminta, agar usaha saya berkembang. Menjadi seperti ini..begini dan begitu.
Tapi kemudian apa yang terjadi, saya harus mengurus mertua sakit, dan karena hal itu...kantor harus pindah, supaya pantauan dekat. Itu masih belum cukup. Karena kantor pindah, pegawai-pegawai saya keluar semua, karena jaraknya menjadi jauh. Itupun masih belum cukup, tunggakan tagihan menumpuk karena banyak pengeluaran di luar dugaan...
Saya tadinya tidak perlu turun tangan sendiri, sekarang harus mengurus semua sendiri. Semua kembali ke titik nol dan sendiri. Dulu saya memulai dari titik nol juga, tapi dengan nol pelanggan pula. Jadi tak masalah.. Kalau sekarang, posisi saya di titik nol (Tidak hapal harga, barang-barang sudah sangat banyak, administrasi berantakan, masih harus memikirkan hutang), tapi harus menghadapi ratusan pelanggan. Saya sampai diare 2 hari karena stres, hahahaha. Saat itu saya sangat marah kepada Alloh, “Ya alloh...begini banget sih?! Tidak cukup ya dengan pasien itu, masih Engkau tambah dengan masalah usahaku. Aku kan meminta agar usahaku berkembang, kenapa malah Kau berantakin begini?!” Marah, sangat marah dan stres.
Akhirnya saya jalani pelan-pelan, online sendiri (dengan tergagap-gagap merekap dan banyak salahnya, karena 2 tahun tidak pernah merekap), packing paket sendiri (mencari-cari letak barang sampai putus asa, karena selama ini saya hanya belanjaaa terus, sampai tidak tahu/hapal nama barang, harga, apalagi letaknya. Semua sudah dibereskan asisten-asisten saya), menyiapkan paket-paket belajar sendiri, mengantar paket sendiri (biasanya di ambil oleh agen, tapi karena pindah dan makin jauh/keluar wilayah, terpaksa saya antar sendiri), cek stok barang sendiri,  belanja sendiri dan makin jauh. Makanya HP sementara saya matikan, karena saya jadi makin ruwet, hehehehe.

Tapi, setelah 2 bulan saya jalani...akhirnya saya tahu, kenapa Alloh “berantakin” usaha saya ini. Ternyata Alloh menyuruh saya belajar dan membenahi semuanya. Selama ini, semua pekerjaan itu sudah dihandle oleh ke-3 pegawai saya. Saya sudah lepas mereka. Usaha berjalan sendiri. Uang terus masuk, meskipun saya tidak di tempat. Tapi, itu menjadikan saya tidak sadar dengan adanya kebobrokan-kebobrokan kecil yang bisa berakibat fatal kalau saya tidak tahu. Setelah pegawai saya keluar semua, saya menghandle semuanya sendiri..saya jadi tahu, oh..ternyata di sini banyak terjadi kesalahan, ternyata hal itu tidak efektif, ternyata ini akan lebih baik kalau dibuat seperti ini, dan seterusnya. Contoh lainnya masih banyak, tapi saya rasa ini sudah terlalu panjang, nanti bosan membacanya, ehee

Sekarang, alhadulillah saya sudah mendapat pegawai pengganti yang lebih baik :) Tapi kalau admin belum...jadi saya masih harus online sendiri (pegawai saya lainnya tidak ada yang bisa komputer). Karena itu, harap maklum kalau saya sering offline, karena ada urusan keluarga. Seperti ketika bapak mertua kritis, lalu meminggal. Setelah itu malah ibu saya masuk RS karena kecapekan.. Beberapa hari ini saya offline, karena mengurus ibu di RS, dan setelah pulang juga tidak bisa langsung online full. Tentu saja, saya tetap harus menghandle semua urusan rumah..karena ibu masih dalam masa pemulihan.
Nah, semoga itu semua menjadi ujian akhir bagi saya dan keluarga saya ya teman-teman. Sehingga setelah ini, saya bisa kembali fokus ke Nupinupi, kembali membuat aneka kreasi dan membagikannya kepada teman-teman.

Sekali lagi, terimakasih untuk doa dan support teman-teman selama ini, melalui inbox, email, ataupun komentar (mungkin ada juga yang sms, tapi hp off terus..jadi saya tidak tahu), sehingga saya/kami bisa melalui ujian ini dengan baik ^^ Sungguh, sangat mengharukan ketika tahu, bahwa ada orang-orang di luar sana, yang tidak saya kenal apalagi pernah bertemu, peduli dan mendoakan saya dari jauh. Terimakasih :)


Salam sehat dan kreatif,

 

Rabu, 01 Januari 2014

OFFLINE sementara, bapak mertua meninggal....

Posted by Nupinupi at 06.16
Reactions: 
1 comments Links to this post

 

nupi-nupi Copyright © 2012 Design by cutelittleowl.com