Minggu, 18 Mei 2014

3 "Detektif" yang Beruntung Adalah..... ;)

Posted by Nupinupi at 10.22
Reactions: 
7 comments Links to this post
Assalamu'alaikum Wr.Wb.

Senang sekali membaca komentar teman-teman yang bersedia mengikuti acara iseng ini :) Saya tidak ingin membahas benar atau tidak-nya analisa teman-teman. Karena memang bukan itu tujuan dari acara ini. Saya benar-benar memperhatikan komentar dan memilih pemenangnya sesuai kriteria. Jadi, saya memilih 3 "detektif" yang beruntung ini tidak dengan capcipcup atau karena saya mengenalnya. Benar-benar berdasarkan jawaban dan analisanya :)

Tiga "detektif" yang beruntung adalah...
1. Sylvia
2. Wahyu Wahdjoe
3. Khairun Nisa

Kalian mendapatkan 1 Paket Belajar Flanel Nupinupi, bebas pilih dan bebas ongkos kirim. Silakan hubungi admin Nupinupi melalui inbox FB Paket Belajar Flanel atau nupi.felt@gmail.com atau sms 082 311 800 111.  Sebutkan user name, nama (asli) lengkap, alamat lengkap, email, dan no.hp. Serta hadiah PBF yang diinginkan. Hubungi kami di jam kerja ya, pukul 08.00-16.00. Sabtu-Minggu offline.

Eh, masih ada hadiah hiburan lho... Hadiahnya apa? Adaa deeh... ^^
1. Marisa Ulfa Vera
2. Ninik
3. Unnietha
4. Stopdreamings
5. Nia Djoehana
6. Siti Masruroh
7. Sri Murdanu
8. Dewi Sahala
9. Christina Wibowo
10. Bobo Lover
11. Ema

Silakan hubungi admin Nupinupi untuk meng-klaim hadiah hiburanya ya ^^

Alhamdulillah, saya lega bisa menutup acara ini tanpa terjadi "keributan"...hehehe. Mari kita selalu berpikir positif terhadap tulisan, percakapan, ataupun komentar-komentar di dunia maya. Banyak terjadi permusuhan dan pertengkaran di dunia maya, melebihi permusuhan/pertengkaran di dunia nyata. Karena, jika mereka benar-benar berhadapan, belum tentu satu sama lain berani mengatakan/melakukan  seperti yang mereka tulis di dunia maya. Intinya, kebanyakan dari kita, berani "keterlaluan" terhadap teman kita di dunia maya karena kita tidak berhadapan langsung... :)

Terimakasih kepada teman-teman "detektif", sudah meluangkan waktu untuk mengikuti acara ini. Semoga lain waktu, saya bisa menyelenggarakan acara yang lebih baik, lebih besar, lebih berbobot, dan hadiah lebih banyak. Amin.


Wassalamu'alaikum Wr.Wb

Senin, 12 Mei 2014

Bermain Detektif-detektifan & Paket Belajar Flanel Gratis

Posted by Nupinupi at 10.09
Reactions: 
21 comments Links to this post
Assalamu'alaikum Wr.Wb.

Begini, semalam, ketika saya membuat postingan ini, saya hanya berpikir sederhana...bahwa hal negatif ini bisa menjadi event positif dan sarana berbagi. Tapi ternyata, beberapa akibat luput dari perkiraan saya. Yang tidak saya harapkan adalah timbulnya gosip atau fitnah kepada seseorang. Mungkin saya terlalu "lugu", sehingga tidak menyangka hal itu sangat mungkin terjadi. Teman-teman dunia maya ternyata cerdas-cerdas ya. Saya yang keliru, menganggap semua orang akan berpikir seperti saya...yang berpikiran "lurus dan aman"....hehehehehe. (lurus bukan berarti benar lho ya, tapi lurus dalam arti berpikir normal dan baku).

Oke, anggap event ini adalah "Lomba Detektif-detektifan"..... Jadi, ada sebuah kasus misteri.

Saya belum mengenal Bianca Syahla. Tapi saya ingin meminta maaf kepada beliau atas jawaban tidak pantas di chatbox blog Nupinupi pada tanggal 28 April 2014. 


Benarkah komentar tersebut saya sendiri yang menulis?
Apa alasannya? 


Menurut teman-teman bagaimana?

Tiga (3) jawaban/analisa terbaik/menarik di kolom kometar, akan saya beri 1 Paket Belajar Flanel GRATIS, bebas pilih. Ongkos kirim ditanggung Nupinupi... :) Saya tunggu sampai tanggal 16 Mei 2014 ya. Nama yang beruntung, Insyaallah, akan saya umumkan di blog ini pada tanggal 19 Mei 2014. 

Di sini tidak ada jawaban yang benar atau salah ya... Semua jawaban harus punya landasan :)
Ada satu syarat mutlak yang harus dipatuhi. DILARANG menyebut nama seseorang (kecuali nama saya/Nupinupi) dalam rangka menjatuhkan dugaan/analisa. Bagi yang sudah terlanjur menyebut nama karena komentarnya kemarin sebelum di buat peraturan ini, tidak apa-apa.

Aneka paket belajar Nupinupi bisa di pilih di Fanspage Paket Belajar Flanel. Oh iya, sekalian LIKE Fanspage-nya yah ;)



Wa'alaikumussalam Wr. Wb

Senin, 05 Mei 2014

Multitasking Itu Keren

Posted by Nupinupi at 04.00
Reactions: 
14 comments Links to this post

Assalamu’alaikum....
Ini adalah materi seminar mini yang saya sampaikan di acara kopdar Solo Crafter, tanggal 27 April 2014. Teman-teman yang berdomisili di area Solo Raya, yuk gabung di grup Solo Crafter ;)

“Multitasking itu apa sih?” Kemampuan untuk mengerjakan beberapa hal sekaligus. Saya selalu mengagumi orang-orang yang (menurut saya) multitasking, dan berusaha keras seperti mereka. Saya pikir, kalau saya bisa menjadi orang yang multitasking, saya bisa sukses. Tapi sayangnya, semakin saya berusaha untuk multitasking, semakin banyak pekerjaan yang terbengkelai. Seringnya adalah...tidak satupun yang saya kerjakan. Karena sudah pusing duluan melihat banyaknya hal yang harus saya kerjakan. “Mana dulu?” “Kalau ini dulu, bagaimana dengan itu? Padahal itu juga penting.” Ujung-ujungnya, nol semuanya. Hahahahaha.

Menurut kita selama ini, multitasking adalah :
1. Citra manusia modern
2. Cara kerja paling efektif, karena bisa mengerjakan banyak hal dalam satu waktu.

Kenapa kita cenderung ingin melakukan multitasking atau tidak sadar melakukan multitasking?
Dalam sehari, rata-rata 4.000 pikiran terbang keluar masuk otak kita kita. Jadi wajar bila setiap 14 detik kita berubah pikiran. Pernah kan kita berubah pikiran ketika akan melakukan sesuatu? Bukan hanya pernah, tapi sering...  Dan jika perubahan pikiran itu akut, orang-orang menyebutnya plin-plan. Menurut kita, semua hal penting  dan menganggap waktu kita terlalu sedikit untuk menyelesaikan semua hal yang menurut kita penting  itu. Masalah sebenarnya bukan karena waktu kita yang terlalu sedikit untuk mengerjakan semua hal yang perlu kita kerjakan, tetapi karena kita merasa perlu mengerjakan banyak hal dalam rentang waktu yang kita miliki. Jadi, kita melipatgandakan harapan untuk menuntaskan semuanya. Padahal, tidak semua hal (yang menurut kita penting) harus kita kerjakan. Sesungguhnya, hanya ada 1 HAL penting saja yang harus kita lakukan. Karena pada kenyataannya, multitasking itu :
1. Cara efektif untuk menurunkan mutu dan produktifitas
2. Kesempatan untuk menggagalkan lebih banyak hal satu-persatu
3. Memperlambat kita dan menjadikan kita orang yang kurang berprestasi

Mari kita ingat-ingat kembali, apa yang ada dipikiran kita ketika mendengar kata SUKSES BESAR?
Sukses besar adalah hal yang menyenangkan untuk dibayangkan. Tapi menimbulkan rasa malas untuk mencapainya. Bahkan orang bodoh pun menjadi pintar gara-gara masalah ini. Pintar mencari alasan, hahahahahaha. Dipikiran kita, sukses besar itu menghabiskan waktu dan rumit. Kita harus disiplin, pintar, serba tahu, super cepat dalam bekerja, super kreatif, dan super-super lainnya. Padahal untuk memiliki semua syarat tersebut, kita harus belajar keras dan bekerja keras. Makanya, lebih banyak orang yang “ogah duluan” untuk memperjuangkannya. Misal ada yang mau, dia akan membuat agenda/jadwal kegiatan yang sangat panjang. Biasanya, itu hanya akan berjalan sementara waktu saja. Selanjutnya, kembali ke habit semula, hahahaha. Akibatnya apa? Kita merasa bahwa cita-cita sukses tersebut “ketinggian”. Di luar jangkauan kita. Lalu, kita akan membuat target/cita-cita yang jauh lebih ringan. Dan celakanya lagi, hal itu sering membuat sebagian besar orang akhirnya malah tersesat jauh dari cita-cita semula. Tersesat pada banyak kesibukan yang menjauhkan kita dari cita-cita awal. Kita menjadi sibuk, sangat sibuk....tapi tidak bermakna. Bisnis kita tidak tidak ada perkembangan, bahkan malah mundur. Itu yang saya alami beberapa waktu yang lalu. Supaya teman-teman paham, ini cerita saya.

Saya punya target tinggi. Saya ingin omset Nupinupi Rp.100.000.000/bulan (misal) dalam 5 tahun ini. Tapi, saya berpikir...bahwa untuk mencapai target tersebut, saya harus bisa melakukan banyak hal (multitasking). Saya harus membaca banyak buku supaya pengetahuan saya bertambah, saya harus menguasai keahlian ini-itu, saya harus lebih cepat dalam bekerja, kalau perlu saya harus bisa menyelesaikan banyak pekerjaan dalam satu waktu, dan saya harus bisa menyelesaikan semua tugas-tugas saya, baik tugas rumah tangga, maupun tugas “kantor”.

Karena saya pemalas, semua harus  terjadwal. Semua saya buat  list dan form. Karena, jika tidak...tidak akan ada action sama sekali. Bahkan jadwal menyapu, mengepel dan menyetrika pun harus saya buat.



Lihat...! Ini saking... Saking malasnya saya. Bukan saking rajinnya. Kalau saya rajin, saya tidak perlu membuat jadwal sampai sedetail itu, semua bisa beres.
Dan...segala hal saya kerjakan, segala hal ingin saya selesaikan. Terlihat bagus dan rapi. Saya tampak disiplin. Saya terobesesi menjadi manusia multitasking supaya bisa sukses (berhasil mencapai target). Betapa kerennya....bisa mengerjakan banyak hal dalam satu waktu. Semua pekerjaan beres. Tapi sayangnya saya tidak bisa multitasking. Ketika melakukan multitasking, semua hanya sekedar selesai dengan baik. Tapi ketika saya fokus, saya bisa menyelesaikan, bahkan menghasilkan hal luar biasa. Saya anggap itu kekurangan saya....saya tidak bisa multitasking.

Akibat yang saya rasakan apa? Saya capek dan bosan. Banyak sekali tugas-tugas yang (menurut saya) harus saya selesaikan, tapi target tidak kunjung mendekat. Bahkan terasa semakin mustahil.
Akhirnya....bosan, tidak tahu harus mengerjakan apa (padahal pekerjaan banyak sekali), malas, ingin mencoba sesuatu yang beda, merasa “kok tidak ada peningkatan sih?” dan lain-lain. Kelihatan sibuk, padahal tidak melakukan sesuatu yang berarti (tidak produktif). Bahkan, saya sudah ancang-ancang untuk memulai bisnis baru...saking bosannya. Pernahkah teman-teman merasakan hal itu?
Visi misi sudah tidak mempan lagi untuk membakar semangat. Daftar cita-cita, seolah seperti PR mata pelajaran yang tidak saya sukai dan overload, yang semakin dilihat, semakin membuat mual...apalagi membacanya. Lebay? Sungguh...ini serius! Keseharian saya hanya clabing, clayapan bingung.  Bisnis? Kan sudah ada pegawai dan sistem yang berjalan. Jadi, tanpa ada saya, semua tetap berjalan lancar. Cuma, gadget tidak boleh lepas dari tangan.

Saya kira saya hanya sedang bosan. Dan yakin, dalam beberapa hari semua akan normal kembali. Tapi ternyata... -2 bulan kemudiaan-...masih seperti itu?! Omaigat!
Otak saya menjadi “nganggur”, menjadi mudah berpikiran negatif, hati menjadi mudah berprasangka. Saya menjadi paham, kenapa orang yang tidak produktif biasanya suka sekali bergosip, suka mencari-cari kejelekan orang lain, hasud, iri dan dengki dengan keberhasilan orang lain, hingga...punya waktu untuk merencanakan “menghancurkan” orang lain.. Kalau teman-teman sering merasa/berpikiran seperti itu, besar kemungkinan saat ini otak anda sedang tidak dipakai... Bercanda? Tidak! Saya serius! Karena saya merasakannya sendiri. Jadi ingat, kalau anda senang sekali jika diajak membicarakan keburukan orang lain atau mencari-cari kekurangan orang...berarti anda sangat tidak produktif alias otak nganggur. Sayang sekali.... Dan mulailah untuk mempekerjakan otak anda..supaya tidak sempat lagi melakukan hal-hal negatif tersebut.  

Jadi,  apa hubungan multitasking dan cerita tersebut? (Keinginan) multitasking itu mengakibatkan saya kehilangan fokus. Saya pikir, saya HARUS mengerjakan semua supaya bisa meraih kesuksesan. Saya mengira, semua hal yang HARUS saya kerjakan itu penting. Padahal, HARUS tidak selalu penting. 

Semakin tua (ya...saya orang tua, dan saya bersyukur karena berhasil melewati masa muda saya), saya merasakan semakin banyak tumpukan pekerjaan, yang saya yakini HARUS saya selesaikan. Semua! Terlalu banyak orderan, terlalu banyak pegawai, terlalu banyak masalah dengan pelanggan, terlalu banyak masalah “perusahaan” yang harus segera dicarikan solusinya, terlalu banyak komitmen, terlalu banyak tugas rumahtangga, terlalu banyak tagihan. Serba kebanyakan...dan itu adalah kondisi umum setiap manusia yang angka umurnya semakin besar. Intinya, semakin tua, semakin banyak problem/masalah. Benar?

Akibat banyaknya urusan yang HARUS saya selesaikan. Semua terasa mendesak dan penting. Semua terkesan sama. Demi kenyamanan rasa dan hati, saya memutuskan mengerjakan semuanya, satu per satu.

Saya sibuk, sangat sibuk. Tapi kesibukan saya tidak bermakna. Daftar kegiatan saya merupakan kumpulan niat-niat terbaik yang bermanfaat. Tapi banyak yang “tidak penting”....dan sayangnya, saya merasa wajib untuk menuntaskannya. Semua karena semata-mata ada dalam “daftar rencana hari ini”. To Do List Today.

Bukankah To Do List tersebut bagus dan bermanfaat? Apanya yang salah? Salahnya adalah, saya menjadi salah fokus. Harusnya saya fokus pada cita-cita masa depan saya, eee...malah fokus dan sibuk dengan daftar upaya bertahan hidup. Tidak ada batu loncatan atau inovasi-inovasi yang harusnya saya lakukan di dalam daftar tersebut. Sekali lagi, daftar tersebut tidak salah. Yang salah adalah saya... Saya salah fokus. Sampai di sini bisa dipahami?

Sederhananya seperti ini :
Saya punya cita-cita A. Yang bisa saya capai jika saya fokus dan konsisten. Tapi di tengah perjalanan, karena banyaknya masalah atau pekerjaan yang “harus” saya selesaikan, tanpa sadar saya belok jalan. Di jalan yang salah arah tersebut, saya disibukkan oleh banyak hal. Dan saya fokus di situ. Akhirnya, saya semakin jauh dari titik cita-cita saya, dan saya merasa hari-hari saya semakin berat. Kenapa semakin berat? Karena saya semakin sibuk dengan hal-hal yang “wajib” saya selesaikan, padahal itu tidak semakin mendekatkan saya ke titik cita-cita saya.

Jadi, ada 2 kesalahan yang selama ini tidak saya sadari, bahkan saya pertahankan.
1. Berusaha  menjadi multitasking
2. Mengira semua penting dan harus saya selesaikan.

“Multitasking cuma kesempatan untuk menggagalkan lebih banyak hal satu per satu” –Steve Uzzell

Saya hanya harus menetapkan 1 hal penting dalam hidup saya, dan fokus/memegangnya erat-erat hingga 1 hal tersebut tercapai. Bagaimana bisa, kita hanya memiliki 1 hal/cita-cita? Manusia itu banyak maunya. Coba buat daftar keinginan dan jangan disortir. Tulis saja semuanya tanpa malu-malu. Pasti, ada lebih dari 10. Jika harus menulis 100  saja, saya yakin kita semua bisa. Bahkan lebih.

Lalu, bagaimana meringkasnya hanya menjadi 1 hal saja? Ya di ringkas. Seperti audisi pencarian bakat itu lho... Misal, 100 hal penting dalam hidup saya. Saya sempitkan lagi menjadi 80 hal penting, lalu disempitkan lagi menjadi 60 hal penting, dst...hingga hanya tersisa 1. Satu yang benar-benar penting.

Nah, setelah mendapatkan 1 hal penting tersebut, ajukan pertanyaan. Misal, 1 hal penting saya (dalam bisnis) adalah mencapai omset Rp.100.000.000 dalam 5 tahun. Apa yang harus saya lakukan? Pertanyaannya harus spesifik ya. Angka 100 juta dan 2 tahun adalah kerangka yang jelas.
Jangan membuat pertanyaan yang kurang jelas, seperti : “ Apa yang harus saya lakukan supaya penjualan meningkat?” Meningkat menjadi berapa? Deadline-nya kapan? Omset bulan ini Rp. 30.000.000, 36 bulan kemudian...alhamdulillah menjadi Rp.30.005.000. Itu sudah meningkat kan namanya? Berarti cita-cita sudah tercapai...meskipun hanya meningkat lima ribu perak, butuh waktu 36 bulan lagi. Yang penting kan sudah meningkat.  Pertanyaan yang tidak jelas, tercapainya target pun menjadi tidak jelas.

Dari pertanyaan dahsyat dan spesifik tersebut, kita bisa membuat rencana langkah-langkah yang HARUS ditempuh, supaya 1 hal tersebut bisa tercapai.

Kita sudah mengetahui 1 hal penting dalam hidup kita. Kita juga sudah punya rencana untuk menjalankannya secara efektif dan efisien untuk mewujudkan 1 hal tersebut. Sekarang kita sudah berada di jalur yang benar. Tapi... “Bahkan seandainya Anda di jalur yang benar, Anda akan terlindas jika cuma duduk di sana” –Will Rogers. Artinya, kita harus action. Buat time blocking untuk menjalankan langkah-langkah strategis tersebut. Buat jadwal waktu setiap hari untuk fokus mengerjakan rencana-rencana mewujudkan 1 hal tersebut.
Misal : 1 hal penting saya adalah menjadi felt crafter internasional. Langkah-langkah strategis saya adalah setiap hari harus membuat kreasi baru (praktek) selama 4 jam. Saya buat time blocking pukul 08.00-12.00. Itu wajib saya laksanakan. Setiap hari tanpa terlewat. Kecuali hari sabtu-minggu/tanggal merah. Karena suami saya pulang, atau saya keluar kota menyusul suami.
Di waktu 4 jam tersebut, saya harus benar-benar fokus, apapun yang terjadi. Meskipun saya dijemput oleh teman saya untuk menemaninya belanja ke Pusat Grosir Solo dan saat itu saya juga sangat ingin kesana. Say No! Terus fokus, meskipun hati terasa perih karena harus menahan godaan tersebut. Padahal, kalau kita mau meninggalkan, tidak ada yang marah atau protes kan? Itu kan “hanya” komitmen kita sendiri. Ya, membuat janji dengan diri sendiri dan menepatinya.

Oke, sampai di titik akhir pembicaraan yang berat ini, sudah tahu kesimpulannya? Belum? Yah, saya sendiri juga dalam proses memahami. Hehehehe. Lalu, kenapa buru-buru share? Saya tidak ingin niat ini pupus seiring dengan penundaan-penundaan yang saya lakukan. Biasanya, kalau niat baik tidak segera direalisasikan, ujung-ujungnya malas dan tidak jadi ^^v

Kesimpulannya, jika ingin sukses (1 hal kita), ya harus fokus. Dan fokus saja tidak cukup. Harus ada komitmen kuat untuk menaati time blocking. Masih bekerja kantoran merangkap crafter tapi ingin sukses berbisnis ? “Jika anda memburu dua ekor kelinci... Anda tidak akan mendapatkan seekor pun” –Peribahasa Rusia. Pikirkan kembali... :)   


Wa'alaikumussalamwr.wb




Sumber : www.the1thing.com
 

nupi-nupi Copyright © 2012 Design by cutelittleowl.com